logo anne ahira
Cari Artikel:  
Siapa Anne Ahira
Asian Brain Support

AnneAhira.com    Hobi    Koleksi    Buku    Buku Buku

Buku-buku - Codex Bertransformasi Menjadi E-book

Oleh: AnneAhira.com Content Team

Tidak sulit rasanya untuk menemukan buku-buku. Di mana pun kita berada selalu ada buku-buku yang bisa kita baca. Buku sebagai artefak yang relatif awet dan mudah dibawa-bawa telah memelihara dan menyebarkan ilmu pengetahuan melintasi ruang dan waktu. Kita tidak dapat membayangkan peradaban modern tanpa buku-buku.

Buku-buku memiliki peran yang terbilang cukup penting. Buku-buku menawarkan banyak hal, terutama pengetahuan. Fungsi yang dimiliki buku-buku sebagai jendela ilmu mungkin sudah mendapatkan banyak saingan baru. Saingan buku yang terbaru salah satunya adalah informasi yang disediakan oleh layanan internet.

Keadaannya kini, buku-buku memang seperti kalah saing dengan kemajuan informasi yang semakin canggih. Kepraktisan menjadi salah satu alasan utama mengapa buku-buku seolah kehilangan pamornya. Terlebih jika kita berbicara mengenai buku-buku pelajaran.

Harus diakui bahwa mencari informasi dari internet kini menjadi lebih menarik dan mudah dibandingkan harus mencari informasi dari buku-buku. Kehadiran layanan e-book atau elektronic book di masyarakat secara langsung semakin mengikis habis nilai penting yang dimiliki buku-buku.

Namun, meskipun keadaan yang harus diterima sudah seperti demikian, buku-buku nyatanya tetap memiliki tempat tersendiri di hati masyarakat. Terlebih jika buku tersebut menyimpan informasi yang memang tidak didapatkan dari internet. Kenyataannya buku-buku tetap menjadi salah satu hal wajib yang harus dimiliki, khususnya untuk mereka para pelajar.

Pengertian buku pada dasarnya adalah kertas yang bersampul. Baik kertas tersebut berisi tulisan atau informasi maupun kertas kosong. Di negara-negara maju, kegunaan buku sebagai perlengkapan menulis mungkin sudah tergantikan dengan alat yang lebih canggih, laptop misalnya. Tapi tidak di sebagian besar negara yang masih berkembang. Buku-buku tetap digunakan sebagai perlengkapan menulis yang utama.

Jika dilihat berdasarkan sejarahnya, buku memiliki cerita sejarah yang cukup panjang. Buku-buku tersebut dikembangkan dari masa ke masa. Perubahan yang terjadi ditujukan agar buku-buku tersebut dapat memenuhi kebutuhan masyarakat.

Buku-buku dan Sejarahnya

Codex, Nenek Moyang Buku-buku

Buku-buku sudah hadir sejak zamannya Romawi kuno. Pada saat itu bentuk dari buku-buku tentu saja tidak seperti sekarang. Sejak abad pertama Masehi, gulungan perkamen mulai digantikan codex (bahasa Latin untuk “buku”) yang berbentuk segi empat. Codex merupakan nenek moyang buku modern.

Codex yang pertama kali digunakan orang Yunani dan Romawi untuk catatan bisnis dan tugas sekolah adalah buku catatan kecil yang dijilid dengan ring. Codex terdiri atas beberapa tablet (lempeng) kayu yang ditutup dengan lilin sehingga dapat digores dengan stylus, diratakan kembali, dan digunakan lagi. Kadang-kadang helai-helai daun dan perkamen diselipkan di antara tablet.

Kemudian, codex dibuat dari lembaran-lembaran papirus dan perkamen yang dikumpulkan dalam bundel-bundel yang dilipat di bagian tengah. Bundel-bundel itu lalu ditumpuk, dijahit pada lipatannya, dan dilekatkan pada bilah kayu dengan tali kulit. Kolom-kolom untuk menulis pada codex lebih luas dibandingkan gulungan perkamen. Selain itu, kedua sisi perkamen dapat ditulisi.

Kata codex sering dipakai dalam judul buku-buku tulisan tangan kuno, khususnya manuskrip Alkitab. Codex Sinaiticus, misalnya, merupakan manuskrip berbahasa Yunani dari abad ke-4 yang ditemukan di Palestina dan kini disimpan di British Museum.

Buku-buku Abad Pertengahan

Pada awal abad pertengahan di Eropa, buku-buku  ditulis oleh para pendeta. Pada masa itu, buku ditulis menggunakan pena bulu ayam oleh ahli menulis yang bekerja di scriptoria (bahasa Latin, yang artinya “ruang menulis”) di biara-biara.

Banyak buku-buku  pada abad pertengahan yang dihiasi dengan emas dan warna-warna indah untuk menandai awal bagian sebuah teks, untuk mengilustrasikan sebuah teks, atau untuk mendekorasi bagian tepi.

Buku-buku pada masa itu diberi sampul dari kayu, yang sering diberi dekorasi berupa lingkaran dari logam dan dikaitkan dengan semacam gesper. Sampul buku sering dijilid dengan kulit dan dihias dengan emas, perak, enamel, dan batu mulia.

Buku-buku indah tersebut merupakan karya seni yang diciptakan oleh ahli menulis profesional, seniman, dan ahli perhiasan. Saat itu, buku sangat langka dan mahal sehingga hanya bisa dimiliki oleh sedikit orang yang mampu membelinya dan bisa membaca.

Buku-buku di Dunia Timur

Sementara itu, bentuk buku-buku yang ada di dunia Timur pada awalnya berupa tablet kayu atau bambu yang diikat dengan tali. Selain itu, ada juga buku berupa helaian sutera atau kertas, terbuat dari campuran kulit kayu dan rami, yang ditemukan oleh orang Cina pada abad ke-2 Masehi.

Pada mulanya, helaian sutera atau kertas yang ditulisi pada salah satu sisinya dengan pena buluh atau kuas dililitkan pada sebatang tongkat hingga membentuk gulungan. Kemudian, helaian sutera atau kertas juga dilipat menyerupai akordeon dan dijahit pada salah satu sisinya sehingga berbentuk seperti buku-buku.

Buku-buku Zaman Renaisans

Pada abad ke-15, dua perkembangan teknologi baru merevolusi produksi buku-buku  di Eropa. Salah satunya adalah kertas, yang dipelajari orang Eropa dari dunia Muslim (yang mendapatkan teknologi pembuatan kertas dari Cina). Adapun perkembangan lainnya adalah mesin cetak, yang ditemukan sendiri oleh orang Eropa.

Meski diklaim sebagai temuan orang Prancis, Italia, atau Belanda, Johann Gutenberg dari Jerman disebut sebagai penemu mesin cetak. Buku pertama yang dicetak adalah Alkitab Gutenberg yang dibuat antara 1452 dan 1455.

Inovasi mesin cetak menyederhanakan produksi buku-buku tersebut dan membuatnya lebih ekonomis. Pada waktu bersamaan, tingkat melek huruf masyarakat meningkat pesat akibat Renaisans dan Reformasi Protestan yang mengajarkan bahwa setiap orang beriman harus bisa membaca Alkitab.

Alhasil, pada abad ke-16, jumlah karya dan jilid dari buku-buku meningkat tajam. Ahli-ahli cetak Renaisans merupakan peletak tradisi yang berlaku dalam penerbitan buku. Di antaranya adalah rancangan ukuran buku berupa folio, quarto, octavo, duo decimo, 16mo, 24mo, dan 32mo.
Hingga sekarang, penerbitan di Eropa masih menggunakan istilah-istilah tersebut.

Pembuat buku-buku di  zaman Renaisans juga menetapkan konvensi  mengenai halaman judul dan prakata atau pengantar. Lambat laun daftar isi, daftar ilustrasi, catatan penjelas, bibliografi, dan indeks ditambahkan.

Buku-buku Kontemporer

Sejak Revolusi Industri, produksi buku menjadi kian mekanis sehingga buku-buku  dapat diproduksi dalam jumlah banyak dengan harga relatif murah.
Sementara itu, buku sebagai alat komunikasi menghadapi tantangan temuan teknologi baru abad ke-20, seperti internet, radio, televisi, film, dan pita rekaman. Akan tetapi, buku-buku tetap menjadi alat utama penyebaran ilmu pengetahuan, keterampilan, seni, juga untuk mencatat pengalaman, baik nyata maupun khayalan.

Perkembangan teknologi telah melahirkan e-book (electronic book) atau buku elektronik, yaitu publikasi teks dan gambar dalam bentuk digital yang dapat diproduksi, diterbitkan, dan dibaca melalui komputer atau peralatan digital yang lain.

Oxford Dictionary of English mendefinisikan e-book sebagai “an electronic version of a printed book (versi elektronik dari buku cetak)”, tetapi e-book kadang-kadang terbit tanpa ada versi cetaknya. Meskipun teknologi sudah semakin canggih, buku-buku konvensional yang masih mengandalkan kertas dan tinta tetap menjadi pilihan bagi sebagian masyarakat.

Tolong SHARE
artikel ini
Share
Share
Nama:
Email:
Komentar:
    
Catatan : Gunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, jangan menggunakan terlalu banyak singkatan seperti SMS. Setiap komentar memerlukan persetujuan moderator.

Anne Ahira - Asian Brain on Facebook
Artikel Terkait
  • Buku Diary, Teman Setiaku
  • Belajar dari Buku Manajemen Keuangan
  • Ringkasan Layar Terkembang
  • Buku Adalah Jendela Dunia Tanpa Batas
  • Mengenal 1001 Buku
  • Ulasan Buku, Panduan Membeli Buku
  • Cara Cerdas Bersahabat dengan Buku
Share

facebook

Twitter

Linkedin


Beranda | Kontak Kami | Privacy | Artikel Sitemap | Sitemap | RSS Feeds | Bisnis Online

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA