Buku Diary, Teman Setiaku
Apa yang ada di pikiran kamu jika mendengar buku diary? Pasti jawabannya curahan hati (curhat). Seperti kata Viera “dengarkan curhatku…” atau seperti kata Ratu “deaarr..diary…”
Buku diary adalah teman curhat yang paling setia, yang mau menampung segala unek-unek kita, mulai dari yang membosankan sampai yang menyenangkan. Mulai dari acara marah-marah, kekecewaan, menyanjung-nyanjung, sampai kata-kata cinta ada di dalamnya. Bukan hanya itu, yang pasti dia selalu setia menjaga rahasia-rahasia kecil kita, bahkan mungkin ada juga yang menyimpan rahasia besarnya dalam buku mungil nan lucu dan wangi ini.
Bagi sebagian orang yang memiliki sifat kurang terbuka dengan perasaannya, mungkin buku diary adalah penyelamat hidupnya. Bagaimana tidak, di saat ia tidak bisa mengungkapkan sesuatu kepada orang lain atau ingin mengungkapkan apa yang menjadi keinginannya, namun mulutnya enggan untuk berbicara, ia bisa lari dan mengungkapkannya di dalam diary.
Isi Buku Diary
Buku yang kebanyakan bentuknya kecil dan mudah dibawa ini, biasanya memuat kertas warna-warni dan wangi. Dalam buku inilah banyak orang mencurahkan perasaannya. Bahkan tak jarang yang menuliskan tentang perjalanan hidupnya, kejadian-kejadian yang dialaminya, mimpi-mimpinya, tentang orang yang datang dan pergi dalam hidupnya, dan rahasia-rahasia dalam hidupnya.
Terkadang, saat banyak hal yang ingin kita curahkan, tapi kita hanya butuh didengarkan, tanpa ingin dikomentari, buku diary dapat melakukannya. Melalui buku ini kita bisa dengan bebas bisa mencurahkan apa yang menjadi unek-unek kita.
Ada beberapa anak yang sudah terbiasa menuliskan segala sesuatunya dalam buku diary sejak ia kecil. Namun saat beranjak remaja, biasanya mereka mulai ingin memiliki hak privacy. Mulai memiliki rahasia yang orang lain tidak mau tahu. Hanya dia, Tuhan, dan buku diary-nya itu yang tahu.
Diary, Catatan Bersejarah
Dalam beberapa waktu ke depan, kita pasti ingin membuka dan membaca buku diary kita. Membacanya bak membaca sejarah perjalanan hidup kita. Ada perasaan senang jika yang kita tuliskan tentang perasaan sakit dan dapat melewatinya, atau cita-cita dan mimpi-mimpi yang dahulu kita inginkan akhirnya dapat terwujud. Namun, perasaan akan menjadi sedih jika catatan tentang kesedihan tidak kunjung berhenti, atau menjadi khawatir karena ada rahasia yang belum bisa diungkapkan.
Jika jenis buku lain bisa dipinjamkan kepada orang lain atau bisa disimpan sembarang, tentunya buku diary tidak akan dibiarkan seperti itu. Orang biasanya menyimpan buku diary di tempat rahasia, yang tidak diketahui orang lain.
Tidak jarang diary disimpan dalam lemari pakaian yang dikunci rapat-rapat atau dalam sebuah boks. Sekalipun disimpan bersama deretan buku lainnya, pemilik kamar biasanya punya aturan: hanya yang punya kamar yang boleh masuk ke kamarnya itu.
Ada banyak cerita juga, dari catatan pribadinya itu orang dapat membuat cerita pendek, novel, bahkan sampai dibuat film. Seringnya menulis di buku diary, bisa dijadikan langkah awal yang baik untuk berlatih menulis.
Selain meringankan unek-unek di kepala siapa tahu suatu hari nanti perasaanmu itu bisa menjadi sebuah karya, lalu bisa kamu bagi dengan orang lain. Bisa dijadikan contoh, pelajaran atau hiburan untuk orang lain.






