Cara Membaca dan Menulis di Buku jurnal
Ilustrasi buku jurnal
Sudah menjadi kewajiban untuk beberapa instansi seperti kampus dan LSM untuk mengeluarkan buku jurnal tiap bulannya, sebab isi dari buku jurnal ini merupakan corong untuk menyuarakan pendapat instansi tersebut melalui media yang dicetaknya sendiri. Oleh sebab itu sudah menjadi konsekwensi jika isi dari buku jurnal itu kuat sekali muatan ideologinya dan tingkat keilmiahannya cukup bisa dipertanggungjawabkan.
Walau demikian, karena muatan ideologinya yang tinggi dan tingkat keilmiahannya yang bisa dipertanggungjawabkan, maka buku jurnal biasanya susah untuk dipahami, oleh sebab itu perlu diketahui cara membaca buku jurnal, untuk mempermudah Anda memahami isi buku jurnal tersebut.
Cara Membaca Buku Buku jurnal
Ternyata membaca buku jurnal itu ada caranya sendiri, tentu saja berbeda dengan cara membaca koran apalagi komik. Berikut ini cara membaca buku jurnal
- isi buku jurnal tiap edisinya membahasa satu tema yang diangkat yang kemudian ditinjau dari berbagai sisi. Jika Anda membaca buku jurnal sebaiknya Anda harus mencari buku jurnal yang temanya sesuai dengan kebutuhan Anda dengan cara bertanya kepada pegawai perpustakaan.
- Terkadang dalam buku jurnal ada beberapa kata asing yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, namun sering kali penterjemahannya itu tidak tepat. Oleh sebab itu membawa kamus kecil dapat menjadi cara membaca buku jurnal yang dapat Anda andalkan.
- Seringkali isi dari buku jurnal itu memuat hasil penelitian, oleh sebab itu jika Anda membaca buku jurnal dan ingin memahaminya secara keseluruhan, Anda pun harus mengerti dasar-dasar dari metodologi penelitian.
- Membawa buku catatan dan menuliskan hal-hal penting yang dapat Anda pahami dari buku jurnal itu sendiri. Isi buku jurnal yang dapat dikatakan sulit dipahami memaksa Anda untuk tidak hanya mengandalkan memori saja untuk merekam isi tulisan yang ada di buku jurnal.
- Cara membaca buku jurnal ternyata dapat dilakukan tidak hanya di perpustakaan saja, ada baiknya jika Anda menemui penulisnya langsung dan berdialog tentang tema yang terkait dengan tulisan tersebut. Cara ini diyakini akan menghasilkan pemahaman yang lebih baik dibandingkan membaca buku jurnal sendirian.
Tantangan Membaca Buku Buku Jurnal
Membaca buku jurnal ternyata membawa tantangan tersendiri bagi para pembacanya yang tentu saja tantangan ini sulit sekali ditemui saat Anda membaca komik dan koran, berikut ini adalah tantangan yang dapat Anda temui saat Anda membaca buku jurnal
- Tingkat kesulitan Anda membaca buku jurnal cukup tinggi, hal tersebut memaksa Anda untuk menguras otak Anda untuk bisa memahami isi buku jurnal. Oleh sebab itu, cara membaca buku jurnal yang efektif adalah dengan tidak menggunakan metode speed reading.
- Buku jurnal tiap edisinya hanya memuat satu tema namun dibahas secara mendalam. Oleh sebab itu saat Anda membaca buku jurnal, Anda perlu memahami dasar-dasar dari tema yang diangkat oleh buku jurnal tersebut.
- Anda harus membuat kelompok diskusi terbatas (limited group) yang membahas isi buku jurnal yang telah Anda baca, hal ini dilakukan untuk membangun pemahaman yang lebih komprehensif tentang isi buku jurnal tersebut.
Tips Menulis di Buku Jurnal
Sebenarnya menulis jurnal kampus tidaklah sesulit yang dibayangkan. Sebab semuanya ada caranya. Berikut ini adalah beberapa cara yang biasa dilakukan untuk membuat tulisan di jurnal kampus
- Lihatlah momennya, momen tersebut biasanya terkait dengan hari besar nasional dan hari besar keagamaan. Sesuaikan tulisan yang akan dikirim ke jurnal kampus dengan momen yang sedang terjadi saat itu. Menulis jurnal kampus yang disesuaikan momentum, membuat tulisan anda selalu baru.
- Saat menulis jurnal, jangan lupa tambahkan di dalamnya beberapa data penunjang sehingga tulisan yang akan dikirim ke jurnal kampus tersebut memang didukung oleh fakta yang ada.
- Data yang dimasukkan ke dalam tulisan yang akan dikirim ke jurnal kampus harus dicantumkan sumbernya, sebab menulis jurnal kampus semuanya harus dapat dilacak referensinya. Jika tidak tercantum, maka sumber data tersebut akan sulit sekali dilacak.
Faktor Internal Menjadi Penulis Buku Jurnal
Ada juga cara lain yang tidak kalah pentingnya yang biasa dilakukan oleh banyak penulis untuk membuat tulisan jurnal tersebut menembus layak dimuat di jurnal kampus, bahkan sering menjadi penentu apakah tulisan tersebut dimuat di jurnal kampus atau tidak.
Cara tersebut dinamakan sebagai cara di belakang layar. Cara di belakang layar tersebut biasa dilakukan penulis dengan cara sebagai berikut:
- Membangun hubungan baik dengan tim redaksi jurnal kampus, hubungan baik ini dapat dilakukan penulis dengan pendekatan personal. Pendekatan personal ini memungkinkan seorang penulis memperoleh informasi apa pun terkait dengan jurnal kampus.
Tentu saja hal ini sangat membantu penulis untuk menulis jurnal yang pas di jurnal kampus. - Membuat akses yang baik dengan kepala bagian perpustakaan, hubungan baik yang dilakukan penulis jurnal dengan kepala bagian perpustakaan dapat mempermudah penulis jurnal untuk mendapatkan referensi yang dibutuhkan untuk menulis jurnal.
Tentu bila dibayangkan betapa repotnya seorang penulis yang punya masalah dengan kepala bagian perpustakaan, segala hal yang terkait dengan buku pasti si penulis akan banyak mendapat kesulitan.
Tentu saja, semua itu menjadi tidak berarti jika penulis tidak tekun mengasah keahliannya dalam menulis jurnal, sebab ketekunan adalah kunci utama dalam segala hal termasuk dalam menulis jurnal. Selain itu penulis wajib banyak membaca buku apa pun, sebab dengan membaca, kualitas tulisan yang akan dikirim ke jurnal kampus pastinya semakin berbobot kualitasnya.
Artikel Surat Kabar vs Artikel Jurnal
Sekilas orang menganggap bahwa menulis artikel dalam karya tulis ilmiah adalah sama saja. Yang penting tulisan itu bisa memaparkan permasalahan dengan jelas. Anggapan ini keliru, karena menulis artikel untuk surat kabar berbeda dengan tulisan ilmiah untuk jurnal.
Artikel surat kabar langsung berhadapan langsung dengan pembaca atau masyarakat yang heterogen sifatnya. Daya kritis, penalaran dan pendidikan pembacanya berbeda antara satu dengan lainnya. Kondisi masyarakat yang demikian tersebut membuka kesempatan timbulnya distorsi apresiasi dan asumsi, terhadap penulisan artikel.
Tulisan untuk jurnal ditulis dan disajikan untuk masyarakt ilmiah. Karena itu, pemaparannya harus menurut standar akademik atau keilmuan. Janganlah coba-coba menulis karya ilmiah tanpa mengindahkan kaidah-kaidah keilmuan. Karya ilmiah Anda akan diklaim sebagai “tulisan yang tidak ilmiah.”
Karena penulisan tulisan untuk jurnal harus memiliki standar akademis, maka materi karya ilmiah harus merupakan hasil dari kajian-kajian ilmu berupa hasil penelitian, pengamatan (observasi), tes laboratorium, kajian-kajian ilmu dan sebagainya. Sedangkan sistem penulisannya harus berdasarkan pola pikir ilmiah, yaitu logis dan empiris.
Mengingat tulisan jurnal termasuk bagian dari karya ilmiah, maka di akhir penulisan biasanya dilengkapi dengan kesimpulan dan rekomendasi. Ada juga hasil penelitian yang tidak menarik kesimpulan, tetapi tetap ada rekomendasi yang dimaksudkan untuk kepentingan pengembang penelitian berikutnya.
Batasan budaya seperti itu, merupakan nuansa untuk mengarahkan tulisan menjadi lebih bervariasi. Tetapi jika tidak memahami, maka nuansa tersebut justru dapat membunuh kreativitas, terutama bagi penulis pemula. Karen yang dihadapi bukan saja kelaziman yang sudah dikenal, tetapi juga sentimen kelompok yang eksplosif.
Ini kupasan sederhana tentang membaca buku jurnal dan menjadi penulis di buku jurnal. Semoga artikel bisa menjadi jembatan pemahaman Anda tentang jurnal.

