Belajar dari Buku Manajemen Keuangan
Apakah Anda ingin menjadi menjadi orang yang pintar memanajemen keuangan dan selalu berharap memiliki kecukupan keuangan dengan gaji yang dimiliki? Atau bahkan ingin membangun usaha dengan modal dari sisa gaji dimiliki?? Lalu, apakah pengelolaan uang hanya dilakukan orang yang sudah bekerja saja ataukah yang mahasiswa juga bisa?
Aneka ragam pertanyaan di atas semua dapat dilakukan oleh siapa saja yang sudah memikirkan bagaimana mengatur dan mengelola keuangannya. Artinya, dari mahasiswa hingga yang sudah bekerja. Bagi pekerja, ia harus memikirkan bagaimana gaji yang dimiliki bisa mencukupi. Bagi mahasiswa, harus memikirkan bagaimana mengatur “subsidi” yang diberikan orang tua bisa mencukupi hingga akhir bulan.
Buku Panduan Manajamen Keuangan
Memanajamen keuangan artinya mengatur keuangan. Tentunya, untuk bisa lebih cermat dalam mengatur keuangan, Anda harus bisa mengiringi niat tersebut dengan dibarengi buku petunjuk berkenaan dengan kiat manajemen keuangan. Di antara buku-buku tersebut adalah:
- Buku “Siapa Bilang Jadi Karyawan Nggak Bisa kaya?”, karya Safiir Senduk. Dari Judul bukunya Anda sudah tahu bahwa yang dijadikan target pembacanya adalah mereka yang sudah bekerja. Di buku ini, Anda diajarkan bagaimana mengatur keuangan dengan gaji yang dimiliki, agar mencukupi hingga cara memiliki investasi di masa depan.
- Buku “3 Kunci Lepas Subsidi”, karya Dwi Suwiknyo. Buku ini dikhususkan bagi mereka yang masih berstatus mahasiswa dan ingin mengatur “jatah bulanan” orang tua agar mencukupi, atau bahkan bisa lepas dari subsidi orang tua dengan memiliki pendapatan sendiri.
Konsep Dasar Manajemen Keuangan
Secara umum, buku di atas memiliki kesamaan konsep dalam memanajemen keuangan agar tepat dengan pendapatan yang dimiliki. Singkatnya, dapat dilakukan dengan cara:
- Catat daftar kebutuhan-kebutuhan pokok yang harus dipenuhi setiap bulannya.
- Buat jatah pos masing-masing keuangan dengan menggunakan amplop dan tulislah di luarnya nama pos keuangan. Misalnya, Pos: Keuangan Beli Bensin. Dan jangan lupa, catat juga nominal dari uang yang sudah ditetapkan untuk pos tersebut setiap bulannya.
- Jangan sembarang mengusik pos keuangan, jika bukan untuk keperluan sesuai dengan nama pos yang ditetapkan.
- Lakukan penghitungan di akhir bulan. Pos mana yang memiliki sisa keuangan, lalu asingkan sisa keuangan tersebut.
- Untuk bulan selanjutnya, lakukanlah seperti langkah 1, 2 dan 3. Dan tambahkan satu lagi, amplop pos sisa keuangan kemarin.
- Lakukanlah hal tersebut untuk bulan-bulan selanjutnya.
Konsep Mendatangkan Surplus
Setelah melakukan pengaturan uang dan mendapatkan sisa keuangan dari pos-pos yang telah Anda buat, lalu pikirkan bagaimana meningkatkan keuangan. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan:
- Gunakan waktu sisa bekerja Anda dengan melakukan pekerjaan ringan, tetapi memang Anda minati. Misalnya jika Anda suka menulis, maka carilah uang tambahan dengan menulis artikel, opini, cerpen, puisi dsb, lalu kirim ke surat kabar lokal yang ada di daerah Anda.
- Manfaatkan waktu senggang Anda dengan membangun bisnis online di internet.
- Membuat pekerjaan tangan yang ringan dan tidak menguras waktu kerja maupun istirahat Anda. Jika sudah selesai, Anda dapat menjualnya.
Membangun Investasi
Setiap akhir bulan, maka Anda harus melakukan penghitungan pos kebutuhan Anda. Apakah ada pos yang memiliki sisa? Jika ada, sisihkan atau masukkan uang sisa tersebut di dalam amplop pos sisa keuangan.
Bagaimana dengan usaha yang Anda lakukan di luar jam kerja, apakah mendatangkan pendapatan? Jika iya, catat pendapatan tersebut dan masukkan keuangannya di pos sisa keuangan. Lalu, untuk apakah pos sisa keuangan tersebut?
Pos sisa keuangan tersebut dapat Anda gunakan untuk membangun investasi. Caranya:
- Coba hitung berapa keuangan yang ada di dalam amplop pos sisa keuangan tersebut.
- Lalu, coba pikirkan bisa dibelikan apa uang tersebut? Perlu diingat, barang yang dibeli bukan untuk dipakai sendiri, tapi disewakan kepada orang lain. Jika uang tersebut bisa digunakan untuk membeli gerobak dagang, maka beli dan carilah penyewanya.
- Lakukan penghitungan setiap bulan ditambah keuntungan yang didapat dari investasi yang dimiliki. Jika memungkinkan membeli barang baru yang bisa disewakan, maka beli dan cari penyewanya. Jika belum cukup, kumpulkan terlebih dahulu hingga cukup membeli barang untuk diivestasikan.
Dengan manajemen keuangan yang cermat, Anda tidak perlu cemas lagi dengan keuangan setiap bulannya. Malah, Anda pun bisa meningkatkan pendapatan tanpa harus mengutang modal kepada orang lain.






