Buku Sejarah Nusantara: Salah Satu Bacaan yang Renyah
Kebanyakan buku-buku sejarah disajikan berbentuk literatur yang sangat ilmiah. Memang untuk orang yang terbiasa berkecimpung di bidang ilmiah kesejarahan, hal itu tidak menjadi masalah, namun bagi orang awam, buku dengan bahasa kaku yang baku cepat membuat bosan. Inilah salah satu sebab mengapa buku sejarah banyak dijauhi peminatnya.
Jika Anda adalah orang yang dapat dengan mudah merasa bosan dengan buku sejarah, saya sarankan Anda untuk membaca buku berjudul Nusantara, Sejarah Indonesia karangan Bernard H. M. Vlekke ( Diterbitkan KPG bekerja sama dengan Freedom Institute). Buku sejarah ini berkisah tentang sejarah Indonesia dari mulai fajar sejarah Indonesia mulai di kenal, sampai di zaman kemerdekaan.
Bahasa yang digunakan di dalam buku ini lebih naratif, informasinya lengkap, dan kronologisnya teratur. Mulai dari prasejarah sampai Revolusi pun dituturkan di buku ini. Sebagai sebuah bahan bacaan sejarah yang seharusnya berat, buku Nusantara ini malah mengetengahkan sejarah secara renyah dan enak.
Kelebihan
Bernard adalah orang Belanda yang tertarik untuk menceritakan sejarah Indonesia secara kronologis, sesuai dengan tahun-tahun kejadian. Dia menceritakan sejarah secara mengalir, bak menceritakan sebuah kisah.
Ketertarikannya pada negara Indonesia membuat dia menyusun buku ini yang sebenarnya diperuntukkan bagi bangsa Belanda untuk lebih mengenal Indonesia.
Kekurangan
Sebagai sebuah buku sejarah, buku ini terlalu ringkas. Pengetahuan yang tidak berhubungan dengan Indonesia dan Belanda diinformasikan secara pendek-pendek.
Bahkan terlalu umum sekali, sehingga bagi orang yang tertarik mempelajari sejarah Indonesia lebih mendalam menjadi sedikit kecewa karena kurangnya bahan yang diperlukan. Ditambah lagi Bernard adalah orang Belanda, dia tidak bisa melepaskan dirinya sebagai “Orang Belanda” sehingga mempengaruhi tulisannya yang tidak netral.
Menurut Pendapat Ahli
Walau Bernard terkenal sebagai seorang Guru besar di negerinya, namun Buku Nusantara ini dibuat terlalu menonjolkan melihat sisi dari segi belanda. Artinya, buku ini membahas tentang Indonesia tidak secara penuh. Dunia Indonesia seakan-akan dilihat dari dek kapal saja.
Penyajian tentang Indonesia secara keseluruhan kadang tidak sesuai porsinya, hanya beberapa sejarah yang berhubungan dengan Belanda saja yang disajikan secara penuh. Tentu saja pandangan sepihak ini membuat buku Nusantara terlihat memihak
Simpulan
Buat Anda-Anda yang menyukai sejarah, menjadikan buku Nusantara sebagai bahan bacaan merupakan kegiatan ringan yang menyegarkan dan mengembalikan ingatan kita tentang berbagai sejarah.
Tapi untuk Anda yang baru mulai membaca dan mencoba untuk menyukai sejarah, saya sarankan membaca buku tentang Nusantara karya Bernard ini. Ada banyak informasi menarik tentang Indonesia yang dituturkan di dalam buku ini.






