Bumbu Dapur, Si Pelezat Masakan Tiada Dua
Bumbu dapur adalah salah satu komoditas terpenting dalam hidup manusia di dunia. Tujuan penggunaan bumbu dapur cukup beragam. Mulai sebagai emulsi rasa masakan, obat-obatan herbal, bahkan digunakan untuk keperluan religius dan spiritual. Bumbu dapur dapat berasal dari dedaunan, bunga, umbi akar, buah bahkan sejenis kayu.
Pembagian Fungsi Bumbu Dapur
Bumbu dapur yang berasal dari tumbuhan berfungsi untuk menyedapkan bukan menambah volume masakan, penggunaannya juga hanya dalam jumlah kecil. Selain berfungsi sebagai penyedap masakan, bumbu dapur juga digunakan dalam pelaksanaan ritual atau upacara tradisional.
Pada kepercayaan masyarakat Jawa, menggantungkan bawang merah dan cabe merah di atas pintu-pintu rumah akan membantu si empunya rumah terhindar dari bencana atau semacam teluh. Sedangkan, menanam kunyit di depan rumah juga membantu menolak bala. Itu menurut kepercayaan.
Fungsi lain bumbu dapur adalah sebagai obat herbal, obat alami yang berasal dari tumbuh-tumbuhan. Para herbalist, yaitu orang yang memiliki ilmu tentang pengobatan dari tumbuh-tumbuhan, meramu aneka tumbuh-tumbuhan menjadi obat berbagai penyakit.
Seperti jintan hitam yang memiliki khasiat menyembuhkan batuk, pilek, asma, dan memperkuat daya tahan tubuh atau bawang merah yang menurunkan kadar lemak darah sehingga mengurangi resiko sakit jantung, menormalkan tekanan darah tinggi/ hipertensi, menekan kolesterol dan mengurangi gejala rematik.
Mengenal Jenis Bumbu Dapur
Tercatat dalam sejarah bangsa Indonesia, Portugis datang ke Indonesia dan akhirnya menjajah karena tertarik dengan hasil rempah-rempah kita yang berlimpah.
Rempah-rempah termasuk di dalamnya bumbu dapur memiliki peranan penting untuk mendukung pengolahan makanan. Bumbu memberi cita rasa, warna dan aroma pada masakan. Masakan yang lezat memiliki komposisi bumbu yang pas.
Dalam dunia masak memasak, bumbu dapur dimasukkan menjadi 3 golongan, yaitu:
1. Bumbu Dapur Basah
Bumbu ini terdiri atas: kunyit, jahe, serai, bawang merah bawang putih, cabe, daun bawang, kencur, temu kunci, laos, andaliman, combrang, seledri dan sebagainya.
2. Bumbu Dapur Kering
Bumbu ini terdiri atas: jintan, pala, cengkeh, kayu manis, kapulaga, ketumbar, merica, basil, kemiri, dan sebagainya.
3. Bumbu Dapur Buatan
Bumbu ini terdiri atas MSG, aneka kecap, pewarna makanan, sari buah, cuka, garam, aneka saus.
Mengenal Bumbu Dasar untuk Membuat Aneka Masakan
Anda tipe orang sibuk? Tidak sempat membuat masakan untuk keluarga? Mengapa tidak mencoba membuat aneka bumbu dasar untuk berbagai masakan? Indonesia yang kaya akan rempah memiliki 3 bumbu dasar yang sering disebut sebagai bumbu merah, putih dan kuning.
Ya, bumbu dasar ini memang dibedakan berdasarkan warna. Dengan bumbu dasar ini Anda dapat berkreasi dengan berbagai masakan seperti opor ayam, ayam goreng, sambal goreng, gulai, pepes, acar kuning, dan lain-lain.
Membuat Bumbu Dasar Merah
Bahan yang diperlukan: 10 buah cabai merah, 9 siung bawang merah, 5 butir kemiri, 5 siung bawang putih, 1 sendok teh merica butir, 1 sendok teh ketumbar, 1 sendok teh terasi (bila suka), 1 sendok teh gula pasir, 1 sendok teh garam dan 5 sendok makan minyak goreng.
Cara membuatnya:
Semua bumbu dihaluskan sampai halus, kemudian ditumis sampai harum dan matang.
Membuat Bumbu Dasar Kuning
Bahan yang diperlukan: 10 siung bawang merah, 7 butir kemiri, 6 siung bawang putih, 1 sendok teh merica butir, 3 cm kunyit, 1 sendok teh garam dan 4 sendok makan minyak goreng.
Cara membuatnya:
Semua bumbu dihaluskan sampai halus, kemudian ditumis sampai harum dan matang.
Membuat Bumbu Dasar Putih
Bahan yang diperlukan: 13 butir bawang merah, 8 siung bawang putih, 8 butir kemiri, 1 sendok teh merica butir, 1 sendok makan ketumbar, 1 sendok teh gula pasir, 1 sendok teh terasi (bila suka), 1 sendok teh garam dan 4 sendok makan minyak goreng.
Cara membuatnya:
Semua bumbu dihaluskan sampai halus, kemudian ditumis sampai harum dan matang.
Setelah semua bumbu-bumbu dasar dingin, masukkan ke dalam botol kaca atau wadah penyimpan lain dan tutup dengan rapat, simpan di lemari pendingin. Gunakan secukupnya jika Anda akan memasak. Cukup praktis, bukan?






