logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Referensi    Pengetahuan Umum    Flora dan Fauna

Keberadaan Bunga Bangkai yang Sangat Langka


Ilustrasi bunga bangkai

Rafflesia arnoldi dan bunga bangkai merupakan dua jenis tanaman yang berbeda. Meskipun begitu, kedua bunga tersebut sering dianggap bunga yang sama bahkan saling tertukar oleh masyarakat. Memang, Rafflesia arnoldi dan bunga bangkai memiliki ukuran yang sama-sama besar dan mengeluarkan bau busuk. Akan tetapi, kedua bunga tersebut memiliki perbedaan.

Perbedaan Bunga Bangkai dan Rafflesia Arnoldi

Berikut ini penjelasan mengenai dua bunga yang berukuran raksasa tersebut dan perbedaan di antara keduanya.

1. Bunga Bangkai

Bunga bangkai (Amorphophallus titanum) merupakan bunga yang berukuran raksasa selain bunga Rafflesia arnoldi. Bunga raksasa ini banyak ditemukan di kawasan hutan Sumatera. Berbeda dengan Rafflesia, bunga bangkai memiliki warna krem pada bagian luarnya dan bagian yang menjulang ke atas. Mahkota bunga raksasa ini pun memiliki warna merah keunguan. Pertumbuhan bunga raksasa ini pun melebar ke samping, berbeda dengan Rafflesia yang tumbuh menjulang ke atas.

Bunga bangkai termasuk tumbuhan dari suku talas-talasan yang merupakan tumbuhan dengan bunga majemuk terbesar di dunia. Berbeda dengan Rafflesia yang tidak dapat tumbuh atau dibudidayakan di daerah lain, bunga raksasa ini dapat dibudidayakan. Hal lain yang membedakannya dengan bunga Rafflesia adalah bunga raksasa ini tumbuh di atas umbi sendiri sehingga tidak parasit.

Bunga raksasa ini mengalami 2 fase dalam hidupnya yang muncul secara bergantian dan terus-menerus, yaitu fase vegetatif dan generatif. Pada fase vegetatif, di atas umbi akan muncul batang tunggal dan daun yang hampir mirip dengan pohon pepaya. Tinggi pohonnya bisa mencapai 6 meter.

Setelah beberapa tahun, organ generatif bunga raksasa ini akan layu kecuali umbinya. Jika lingkungan mendukung dan umbinya memenuhi syarat untuk tumbuh, pohon ini akan digantikan dengan tumbuhnya bunga raksasa ini. Tumbuhnya bunga majemuk menggantikan pohon yang layu merupakan fase generatif tanaman bunga raksasa ini.

Budidaya

Perlu diketahui bahwa spesies bunga langka ini diidentifikasikan pertama kali pada 1878 oleh seorang ilmuwan Italia bernama Odoardo Beccari di Sumatera, Indonesia. Sejak saat itu, bunga langka ini dibawa sekaligus dibudidayakan di berbagai taman botani yang ada di seluruh dunia. Setelag sepuluh tahun ditemukan, bunga raksasa yang sangat langka ini berhasil mekar di kebun London dan mekar kembali pada 1926.

Rekor Paling Besar

Sampai 2005 lalu, rekor bunga langka ini yang paling tinggi di penangkaran dipegang oleh Kebun Raya Bonn, Jerman. Di sana, bunga ini tumbuh sampai ketinggian 2,74 meter pada 2003. Lalu, pada 20 Oktober 2005, rekor tersebut berhasil dipecahkan oleh Kebun Botani dan Hewani Wilhelma di Stuttgart, Jerman. Tinggi bunga ini adalah sekitar 2,91 meter.

Sementara itu, Kebun Raya Cibodas di Indonesia pernah mengklain mempunyai bunga raksasa yang tingginya mencapai 3,17 meter pada dini hari tanggal 11 Maret 2004. Pada waktu itu, bunga ini mekar selama satu minggu. Lalu, pada 2010, rekor baru kembali muncul. Pada 18 Juni 2010, Louis Ricciardiello pernah mengklaim bahwa specimen bunga ini sempat mencapai tinggi sekitar 3,1 meter di taman botani Orchids Winnipesaukee, New Hampshire, Amerika Serikat. Rekor terakhir ini lalu berhasil dicatata di Guinness World Record.

2. Rafflesia Arnoldi

Rafflesia arnoldi termasuk tumbuhan parasit yang memiliki bunga berukuran besar. Bunga ini ditemukan di hutan hujan Indonesia oleh seorang pemandu dari Indonesia yang bekerja untuk Dr. Joseph Arnold pada 1818. Penemuan bunga ini berdasarkan nama Thomas Stamford Raffles, pemimpin ekspedisi itu.

Bunga Rafflesia arnoldi memiliki sekitar 27 spesies. Semua spesies bunga rafflesia arnoldi ditemukan di Asia Tenggara, di semenanjung Malaya, Kalimantan, Sumatera, dan Filipina. Tumbuhan bunga ini tidak memiliki batang, daun, ataupun akar yang sesungguhnya. Bunga ini diklaim sebagai bunga terbvesar di dunia dengan berat mencapai 11 kilogram dan diameter 1 meter.

Rafflesia arnoldi tumbuh di jaringan tumbuhan merambat dan tidak memiliki daun sehingga tidak bisa berfotosistesis. Tumbuhan ini endemik di Pulau Sumatera, terutama bagian selatan (Bengkulu, Jambi, dan Sumatera Selatan). Taman Nasional Kerinci merupakan daerah konservasi utama spesies ini. Namun sekarang, status keberadaan tanaman bunga ini mulai terancam punah akibat penggundulan hutan yang dahsyat.

Ciri utama yang mudah dikenali untuk membedakan Rafflesia arnoldi dengan bunga raksasa bernama bangkai ini adalah bentuk bunga raflesia yang melebar (bukan tinggi) dan berwarna merah. Saat mekar, rafflesia bisa mencapai diameter sekitar 1 meter dan tinggi 50cm. Bunga ini pun tidak memiliki akar, tangkai, maupun daun. Bunga rafflesia memiliki 5 mahkota. Di dasar bunga yang berbentuk gentong, terdapat benang sari atau putik, bergantung jenis kelamin bunga.

Keberadaan putik dan benang sari yang tidak dalam satu rumah membuat kemungkinan terjadinya pembuahan yang dibantu oleh serangga sangat kecil. Hal ini karena belum tentu dua bunga berbeda kelamin tumbuh dalam waktu bersamaan di tempat yang berdekatan. Bunga ini memiliki masa pertumbuhan hingga 9 bulan, sedangkan masa mekarnya hanya 5-7 hari. Setelah masa mekarnya selesai, bunga ini akan layu dan mati. Bunga Rafflesia tidak bisa dibudidayakan di tempat selain habitat aslinya.

Bunga Bangkai Asli Indonesia Tumbuh Mekar di Brazil

Bunga raksasa ali Indonesia atau nama Latin yang cukup populernya adalah Titan Arum (Amorphophallus titanium) telah mekar di sebuah taman botani di Brazil. Tumbuh mekarnya bunga langka ini tentu saja memancing rasa penasaran para pengunjung untuk menyaksikan keindahan sekaligus juga mencium bau yang sangat menusuk hidung.

Bunga langka dari Indonesia dari Brazil ini berumur sekitar 72 jam, berbau, dan daging bunganya menarik perhatian lalat atau kumbang. Spesimen Brazil ini tumbuh hingga mencapai tinggi sekitar 1,6 meter dan dapat tumbuh sampai ketinggian lebih dari 10 meter. Bunga langka ini untuk kedua kalinya mekar dan pertama kali mekar pada Desember 2010 lalu.

Ketika mulai mekar. Bunga langka ini mempunyai suhu sama dengan tubuh manusia dan ini membantu bunga tersebut meneybarkan bau busuknya. Karena termasuk tanaman langka, bunga ini sangat susah untuk dibudidayakan dan memerlukan waktu sekitar enam tahun untuk bisa tumbuh.

Bunga Bangkai Tumbuh Sempruna di Tahura Djuanda, Bandung

Bunga raksasa dan langka asli Indonesia yang tumbuh di Taman Hutan Raya, Bandung, Provinsi Jawa Barat, sempat mekar dengan sempurna pada Desember 2012 lalu. Peristiwa tersebut terjadi bersamaan dengan akhir pekan, sehingga otomatis menarik perhatian para pengunjung Taman Hutan Raya yang memang selalu ramai pada hari Sabtu atau hari Minggu.

Berdasarkan penjelasan dari Kepala Seksi Konservasi Balai Pengelolaan Tahura Djuanda, proses mekarnya bunga langka ini dimulai satu hari sebelumnya, yaitu pada Jumat pukul sebelas siang. Bunga ini baru mekar dengan sangat sempurna saat petang hari atau sekitar pukul 18.00 WIB.

Sementara itu, tinggi tongkol mahkota bunga yang warnanya kuning muda ini adalah sekitar 193 sentimeter dengan diameter mahkota sekitar 86,6 sentimeter. Tanaman langka ini diambil dari daerah Bengkulu pada 2006, yaitu berasal dari Cagar Alam Taba Penanjung. Setelah itu, mulai ditanam di Taman Hutan Rakyat Djuanda sebanyak empat umbi pada Januari 2007.

Itulah ulasan seputar keberadaan bunga bangkai. Semoga bermanfaat!

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Kacang Tanah - Rajanya Camilan Indonesia
  • Anoa yang Lincah, Anoa yang Terancam Punah
  • Tumbuhan Langka Nan Unik
  • Kambing Jantan – Diary Gokil Pelajar Indonesia
  • Kucing Emas – Kucing Eksotis yang Terancam Punah
  • Kucing Manis yang Menggemaskan
  • Buah Alpukat dan Manfaatnya
  • Tips Merawat Iguana Hijau
  • Mengenali Komodo - Hewan yang Hampir Punah
  • Berbagai Makanan Olahan Siput
  • Jeruk Nipis yang Sarat Manfaat
  • Mengenal Tumbuhan Lumut
  • Binatang Zaman Purba yang Mempesona
  • Sawo – Buah Manis dengan Khasiat yang Juga Manis
  • Kelapa - Bahan Baku Minyak Kelapa
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA