Bunga Telur, Hiasan Khas Pelaminan Pengantin Melayu
Bunga telur adalah hiasan atau rangkaian bunga yang terdapat pada pelaminan pengantin Melayu. Rangkian bunga dengan telur ini adalah salah satu adat yang dipakai dalam upacara perkawinan di Malaysia yang memakai adat melayu. Bunga telur merupakan satu alat penting dalam persandingan orang Malaysia.
Simbol dan Mitos
Telur merupakan simbol dari kesuburan dan bunga merupakan simbol dari cinta sejati dalam adat melayu. Artinya, ketika sebuah pelaminan pengantin dihiasi dengan rangkaian bunga telur maka itu dianggap sebagai doa agar pasangan tersebut segera mempunyai kesuburan rezeki, yaitu anak dan mendapat kebahagian dalam menjalani kehidupan rumah tangga.
Rangkaian bunga telur pada umumnya merupakan rangkaian bunga asli, biasanya bunga lili atau anggrek atau aster. Bunga tersebut dijadikan satu rangkaian dengan telur ayam yang sudah direbus. Telur tersebut biasanya sudah dicat dengan warna-warna menarik dan berkilauan, lalu dibungkus dengan jaring sutra atau rajutan benang yang mirip jaring sehingga telur-telur tesebut tampak mewah bergelayutan di antara rangkaian bunga.
Rangkaian bunga telur tersebut akan diikat pada tiang pelaminan atau singgasana pengantin. Biasanya hiasan tersebut akan diletakkan di samping kiri dan kanan pelaminan mempelai. Semakin banyak telur yang dijadikan hiasan dalam rangkaian bunga tersebut, akan semakin terberkahi pengantin tersebut.
Setidaknya itulah mitos yang tersebar dalam benak orang melayu, sehingga mereka selalu tersugesti untuk membuat bunga telur pada pelaminan setiap pengantin. Selain melestarikan budaya nenek moyang mereka juga menjadi simbol yang kuat dalam perkawinan mereka.
Suvenir Pernikahan
Bunga telur bukannya diletakkan pada pelaminan saja, tetapi bunga telur juga merupakan istilah untuk menyebut suvenir yang diberikan pihak keluarga mempelai kepada tamu. Buah tangan atau suvenir ini diberikan ketika si tamu baru datang dan akan masuk ke dalam pesta. Tamu akan dipersilakan menandatangai buku tamu kemudian diberikan suvenir berupa bunga telur. Biasanya telur tersebut dimasukkan ke dalam rajutan benang yang sudah dihiasi bunga secantik mungkin.
Perubahan zaman yang semakin modern membuat pola pikir manusia semakin praktis. Suvenir bunga telur yang digunakan pada pesta pernikahan adat melayu pun tidak lagi dalam bentuk telur asli atau telur ayam rebus. Akan tetapi telah diganti dengan sekantung permen atau berupa hiasan gantungan kunci atau benda yang sifat aksesoris lainnya.
Hal ini dikarenakan saat ini orang malas menyediakan telur dan memang agak sulit pengerjaannya, juga telur tidak tahan lama jika disimpan. Lagi pula tidak semua tamu suka dengan telur rebus. Kemungkinan besar, telur rebus yang diberikan kepada tamu sebagai suvenir akan kurang bermanfaat.






