Mengenal Si Cantik Kamboja
Kamboja (Plumeria rubra L.cv. Acutifolia.), bunga tropis satu ini memang elok dipandang. Kuntum bunganya membentuk rosset dengan semburat warna terang di tengahnya. Bunganya beraroma harum, seolah menyimpan pesona mistis.
Daerah asal tumbuhan ini dari Amerika tropik dan Afrika. Termasuk tanaman hias, termasuk keluarga Apocynaceae.
Batangnya berupa batang berkayu keras tinggi, mencapai 6 meter, percabangannya banyak, batang utama besar, cabang muda lunak, batangnya cenderung bengkok dan bergetah. Tanaman ini banyak digemari karena manfaatnya yang banyak.
Kamboja ditemukan Charles Plumier (1646-1706), botanis asal Perancis. Untuk mengingat sang penemu, nama belakang charles Plumier diabadikan menjadi nama latin bunga ini.
Pakar botanis menemukan empat jenis (spesies) tanaman ini, yaitu plumeria obtusa, plumeria pudica, plumeria rubra dan plumeria acutifolia. Selain empat jenis di atas, ada pula Rubra Tricolor atau Rubra Hybrid yang merupakan hasil silangan.
Jenis silangan ini biasanya memiliki tanda berupa warna bunga yang bervariasi dan berkelopak besar. Varietas plumeria rubra, misalnya, ditandai ujung daun dan kelopak bunga runcing. Sedangkan plumeria obtuse ditandai dengan ujung daun dan kelopak membulat.
Kamboja termasuk tanaman sekulen (banyak mengandung air). Pohonnya bisa bertahan hidup hingga puluhan tahun dan mencapai tinggi 7-10 meter. Daunnya berwarna hijau dengan urat daun jelas terlihat. Bahkan, tanaman ini bisa berbunga sepanjang tahun.
Pada bulan-bulan tertentu, bunganya banyak. Tangkai bunga muncul dari ujung batang, pada setiap tangkai bunga bisa dijumpai puluhan kuntum bunga. Biasanya berbunga serentak, namun ada jenis tertentu yang bergantian.
Nyatanya, kamboja juga menyimpan sejuta manfaat. Getah putih yang terdapat di seluruh bagian tanaman mengandung fuvoplumierin. Zat ini dipercaya dapat mencegah pertumbuhan bakteri. Bunganya yang cantik bermanfaat sebagai obat turun panas, batuk melancarkan air seni dan buang air besar.
Senyawa lain, seperti plumerid yang terdapat dalam kulit batang dapat menyembuhkan tumit pecah-pecah. Satu hal yang perlu diperhatikan, hindari getahnya dari mulut dan mata. Zat aktif yang terkandung di dalamnya dapat membuat gigi rontok dan merusak mata.
Getah kamboja juga punya beragam khasiat. Diantaranya mematangkan bisul dan melunakkan katimumul serta kutil. Bahkan lebih hebat dibanding Colomax, karena tidak menimbulkan easa sakit, mampu mengiritasi kulit dengan sedikit radang ringan, sehingga nanah akan keluar dan tidak merusak syaraf.
Sifat anestesia kamboja dapat mengatasi rasa sakit pada gigi, baik akibat karies maupun sakit pada permulaan perawatan orthodontik (perataan gigi geligi). Di samping itu dapat mempercepat pergeseran gigi akibat tekanan alat pegas yang digunakan saat perawatan othodontik. Penyakit lain yang dapat diobati dari tanaman ini antara lain Kencing nanah (Gonorrhea), Bengkak, dan Bisul.
Berikut beberapa pemanfaatan kamboja untuk pengobatan, diantaranya adalah sebagai berikut:
1. Kencing Nanah (Gonorrhea)
1 Potong akar kamboja adalah direbus dengan gelas air sampai mendidih, dan diminum 1 kali sehari 1 cangkir.
2. Patek, Puru (Frambusia)
2 Sirap kulit pohon ditumbuk halus dan direbus dengan 1 cerek air sampai mendidih, digunakan untuk mandi dan menggosok yang luka.
3. Memulihkan Bengkak
1 Sirap kulit kamboja ditumbuk halus dan direbus dengan 0,5 cerek air sampai mendidih, digunakan untuk merendam bagian tubuh yang bengkak.
4. Bisul
Ambil getah tanaman dari pohonnya, oleskan pada bagian yang bisul.
| Berikan rating untuk artikel di atas : |













