logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Kesehatan    Gaya Hidup Sehat    Kebersihan Tubuh

Cacing Pita - Bahaya Infeksi dari Seekor Cacing - ANNEAHIRA.COM


Ilustrasi cacing pita

Pernah mendengar nama cacing pita? Namanya boleh saja terkesan lucu, pita, tapi tahukah Anda jika cacing pita memiliki tingkatan bahaya yang sama sekali tidak lucu? Hewan yang entah kenapa dinamakan cacing pita ini menjadi penyebab munculnya beberapa penyakit dalam tubuh manusia.

Jika Anda jijik melihat penampakan cacing tanah yang justru malah tidak berbahaya bagi tubuh manusia, maka seharusnya Anda lebih jijik melihat penampakan dari cacing pita ini. Jangan bayangkan warna-warna indah seperti pita, karena cacing pita tidak indah seperti pita.

Penamaan pita pada spesies cacing pita ini sepertinya mengacu pada bentuknya yang pipih, persis seperti permukaan pita. Jika cacing pada umumnya berbentuk bulat seperti tabung, maka cacing yang satu ini cenderung pipih. Cacing pita tergolong eksklusif. Jika cacing-cacing lain hidupnya di tanah, maka cacing ini hidup di dalam tubuh makhluk hidup. Bercokol, mendekam dan menjadi parasit dari tubuh yang ditumpanginya. Selain menjijikan, membahayakan, cacing pita ini ternyata juga parasit.

Cacing pita ini berbeda dengan cacing kremi yang biasanya juga ada di dalam tubuh manusia. Cacing kremi yang bentuknya lembut saja dirasa sangat menggangu, apalagi cacing pita yang rata-rata memiliki ukuran lebih besar dibanding cacing kremi tersebut. Bisa Anda bayangkan, cacing dengan ukuran lebih dari 200 meter ada di dalam tubuh manusia?

Ya. Karena rata-rata, sebagian besar, cacing pita berusia dewasa, panjang tubuhnya bisa mencapai 240 hingga 300 cm. Bagian tubuh sepanjang itu sudah mencakup kepala dan bagian-bagian cacing pita, termasuk banyaknya kait kecil dan proglotid yang jumlahnya bisa mencapai 1000. Proglotid inilah yang mengandung banyak telur pada tubuh cacing pita.

Cacing sepanjang itu ada di dalam tubuh manusia, menginfeksi, dan menimbulkan penyakit adalah sebuah ancaman serius bagi kesehatan. Jika tidak sangat berhati-hati menjaga kebersihan, apapun bentuknya, telur-telur dari cacing pita tersebut bisa-bisa sudah menginfeksi tubuh Anda.

Kebersihan memang hal yang dituntut paling utama dalam hidup manusia. Ingat-ingat saja, sebagian besar penyakit yang hadir dalam tubuh manusia merupakan akibat dari kebersihan yang diacuhkan. Dari mulai penyakit yang sederhana, hingga penyakit yang disebabkan oleh ulah cacing, seperti cacing pita ini.

Sangat tidak salah jika dalam ajaran agama Islam, ada sebuah hadist yang mengatakan bahwa kebersihan merupakan sebagian dari iman. Dengan menjaga hidup bersih, seseorang sudah menunjukkan keimanannya. Keimanan teruji, kesehatan dan terhindar dari hewan-hewan berbahaya seperti cacing pita juga menjadi jaminan.

Cacing Pita dan Bahayanya

Hewan penyebab penyakit ini memiliki nama ilmiah yang cukup bagus, Taenia. Cacing pita datang dari kerajaan Animalia, kelas Cestoda, termasuk dalam bangsa Cyclophyllidea dan Taeniidae adalah sukunya. Bingung karena tidak menukan nama-nama tersebut di buku sejarah? Tentu saja, karena cacing pita bukan sekelompok suku. Penggolongan tersebut lebih kepada untuk mempermudah identifikasi para peneliti.

Hewan yang tergolong dalam kategori tersebut, termasuk cacing pita ini memang ditakdirkan untuk menjadi parasit. Parasit vertebrata lebih tepatnya. Parasit ini terbukti bisa menginfeksi manusia dan binatang. Binatang yang bisa terinfeksi oleh cacing pita ini antara lain kerbau, babi, dan sapi.

Cacing pita memiliki beberapa spesies, antara lain Taenia saginata, Taenia pisiformis, Taenia crassiceps, Taenia solium, Taenia asiatica, dan Taenia taeniaeformis. Namun, di antara keenam spesies cacing pita tersebut, ada tiga spesies cacing pita yang terhitung seringkali menyebabkan hadirnya penyakit di dalam tubuh manusia. Adalah Taenia solium, Taenia saginata, dan Taenia asiatica.

Istilah penyakit yang disebabkan oleh infeksi cacing pita ini adalah sistiserkosis dan teaniasis. Tubuh manusia bisa dihinggapi oleh ketiga jenis spesies cacing pita tersebut, terutama cacing pita inang definitive serta habitatnya. Anda tahu di mana habitat cacing pita tersebut dalam tubuh manusia? Di usus halus.

Taeniasis dan Sistiserkosis sejatinya dua jenis infeksi berbeda yang disebabkan oleh kehadiran cacing pita dalam tubuh manusia. Untuk lebih jelasnya, simak perbedaan antara dua infeksi berikut!

  • Taeniasis merupakan penyakit yang disebabkan oleh hadirnya parasit cacing pita dalam tubuh manusia. Penyakit ini ditularkan dari binatang ke manusia ataupun sebaliknya. Jika Taenia solium disebabkan oleh babi, maka Taenia saginata disebabkan oleh sapi.
  • Sementara Sistiserkosis merupakan infeksi jaringan yang disebabkan oleh larva. Penyebabnya adalah, manusia tanpa sengaja memakan makanan yang sudah diteluri oleh cacing pita. Berbeda dengan Taeniasis, cacing pita yang terkandung dalam sapi tidak berkompeten untuk menimbulkan infeksi, hanya cacing pita dalam tubuh babi yang dapat menyebabkan penyakit ini.

Pertanyaan yang kemudian muncul adalah, apa dampaknya jika tubuh sudah terinfeksi larva cacing pita? Ketika cacing pita sudah menginfeksi, binatang tersebut tidak lantas mati, binatang tersebut justru akan tumbuh menjadi cacing pita dewasa yang bisa merusak organ-organ tubuh manusia, terutama otak.

Sayangnya, di Indonesia, khususnya bagian timur, seperti Bali dan Papua, banyak ditemukan penderita penyakit yang disebabkan oleh cacing pita ini. Jika Anda memegang badan penderita Taeniasis atau Sistiserkosis, Anda akan merasakan benjolan aneh di bawah kulit. Benjolan tersebut konon bisa dilihat dengan mata telanjang.

Infeksi cacing pita yang menyebar di dua wilayah tersebut akibat kebiasaan masyarakat dua wilayah tersebut mengonsumsi daging babi, terutama dalam keadaan setengah matang. Ketika infeksi cacing pita sudah menyerang otak, maka penderita akan menderita penyakit ayan atau istilah medisnya, epilepsi.

Penyakit epilepsi menjadi salah satu penyakit yang disebabkan oleh cacing pita. Lebih lanjut dijelaskan bahwa infeksi cacing pita juga bisa menyebabkan penyakit stroke, rusaknya sistem syaraf, kelainan pada tengkorak hingga kematian. Bahkan di Meksiko, infeksi cacing pita menjadi penyebab hadirnya tumor otak.

Apa saja gejala yang menandakan bahwa tubuh terinfeksi cacing pita? Gejala dini diurutkan dari mulai gejala dengan jumlah presentasi terbesar hingga terkecil.

  • Feses mengandung cacing atau bagian dari cacing
  • Lubang anus yang gatal
  • Mual
  • Pusing
  • Meningkatnya nafsu makan
  • Sakit kepala
  • Diare
  • Lemah
  • Lekas lapar
  • Susah buang air besar
  • Berat badan menurun
  • Lambung terasa tidak nyaman
  • Muntah
  • Lapar tetapi tidak selera untuk makan
  • Otot terasa pegal
  • Sakit di perut, gangguan pernafasan, sering mengantuk, kejang-kejang dan merasakan gatal di kulit.

Pengobatan Terhadap Infeksi Cacing Pita dan Pencegahannya

Ada baiknya Anda mengetahui sejak awal bahwa cacing pita sudah menginfeksi, daripada saat cacing pita sudah dewasa. Deteksi dini akan memudahkan proses pengobatannya. Obat cacing dari jenis Atabrin, Librax, dan Niclosamide serta Praziquantel bisa digunakan untuk mengobati infeksi cacing pita di awal. Obat-obat tersebut biasa digunakan untuk menanggulangi Taeniasis.

Untuk Sistiserkosis, obat yang biasa digunakan adalah Dexamethasone dan Albendazole. Pencegahan yang bisa dilakukan untuk mengatasi infeksi cacing pita ini adalah menjaga kebersihan lingkungan dan memperbaiki pola makan. Jika ingin mengonsumsi daging, baik sapi atau babi, jauh lebih baik jika dimasak sampai benar-benar matang. Tidak peduli dengan kenikmatan, yang lebih penting adalah kesehatan.

Selain itu, sanitasi yang buruk juga bisa membantu infeksi cacing pita menyebarluas. Menjaga kebersihan lingkungan, terutama Anda yang memiliki peliharaan babi dan sapi juga salah satu pencegahan terhadap maraknya infeksi cacing pita.

Jika dihubung-hubungkan, antara infeksi dari daging babi dan larangan agama Islam untuk mengonsumsi daging babi, sudah sepatutnya kita sebagai umat muslim bersyukur. Bahwa Allah melindungi kita dari bahaya cacing pita dengan mengharamkan daging babi untuk umat-Nya. Allah Swt Mahamengetahui juga Mahabenar

Tolong di SHARE :
Tweet
Artikel Terkait
  • Macam-Macam Penyakit Kulit pada Manusia
  • Menjadikan Donor Darah sebagai Gaya Hidup - ANNEAHIRA.COM
  • Waspadai Sakit Perut Bagian Bawah
  • Mengenali Seluk Beluk Kista Ovarium
  • Sabun Anti Bakteri Belum Sepenuhnya Aman Dipakai
  • Apa Gatal gatal di Selangkangan Itu Normal?
  • Ciri Ciri Penyakit Kista pada Payudara dan Organ Reproduksi Wanita
  • Penyebab dan Jenis Penyakit Alergi
  • Gejala dan Pencegahan Alergi pada Kulit
  • Hati-Hati Anemia pada Ibu Hamil
  • Penanggulangan Penyakit Kaki Gajah - ANNEAHIRA.COM
  • Manfaat Menggosok Gigi - Selamatkan Diri dari Penyakit
  • Waspadai Penyakit Kanker Payudara
  • Sakit Gigi, Bukan Karena Ulat!
  • Bagimana Mempercepat Haid Selesai?
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Komp. Buah Batu Regency Blok A2 No.9
Bandung Jawa Barat - INDONESIA