Cantor Kura-kura Langka Tipe Penyerang

Kura-kura merupakan salah satu dari sedikit jenis binatang yang sudah ada sejak jaman purba. Kura-kura tertua, berdasarkan fosil yang ditemukan, pernah hidup pada 220 juta tahun yang lalu atau sejaman dengan dinosaurus.
Tidak sedikit jenis kura-kura yang dianggap langka dan harus dilindungi. Bahkan, beberapa diantaranya kabarnya makin sulit ditemukan, atau malah telah punah.
Kura-kura merupakan reptil berkaki empat yang khas. Binatang ini mudah dikenali karena rumah cangkangnya yang keras.
Jenis binatang ini dibedakan berdasarkan habitatnya. Misalnya, penyu yang merupakan salah satu dari jenis kura-kura yang hidup di laut.
Tidak sedikit pula kura-kura yang berkurang jumlah populasinya akibat diburu manusia untuk dijadikan makanan ataupun hiasan.
Kura-kura Langka
Sekitar 2007, para peneliti berhasil menemukan seekor kura-kura langka dari jenis spesies Cantor Giant Soft-sheld Turtles (Pelochelys Cantorii) di sekitar Sungai Mekong, Kamboja.
Binatang ini merupakan Contoh Kura-Kura Langka paling besar di dunia dan telah dianggap punah. Tentu saja temuan ini dinilai sangat penting dan berharga untuk mempertahankan populasi kura-kura air tawar yang langka tersebut.
Kura-kura yang ditemukan para ahli konservasi dan peneliti WWF (World Wild Fund) itu beratnya mencapai 11 kilogram dan berjenis kelamin betina. Binatang ini ditemukan disarangnya bersama beberapa telor yang telah dihasilkannya.
Sebelumnya, pada 2002, spesies jenis ini juga pernah ditemukan di sekitar kawasan itu. Kini, kawasan di Kamboja tersebut ditetapkan sebagai situs habitat kura-kura spesies Cantor ini.
Kura-kura jenis ini memiliki cangkang lunak dengan kepala yang dapat dijulurkan hingga panjang. Habitatnya kebanyakan hidup di rawa-rawa dengan berat bisa mencapai 50 kilogram. Tubuhnya bisa memanjang hingga mencapai 2 meter.
Meskipun gerakannya lamban, namun kalau menyerang, kura-kura air tawar spesies ini dapat bergerak melebihi kecepatan ular kobra.
Binatang yang Dilindungi
Untuk melindungi kura-kura langka, sebenarnya Konvensi Perdagangan Internasional tentang Spesies Langka (CITES) sudah menetapkan jenis kura-kura yang dilindungi. Namun, kurangnya pengawasan menyebabkan praktek perdagangan satwa liar tidak mudah dikontrol. Apalagi, kura-kura dipercaya dapat dijadikan makanan atau obat yang cukup berkhasiat menyembuhkan penyakit.
Oleh karena itu, mari kita lindungi binatang ini dari kepunahannya. Jangan sampai hilang lagi satu habitat binatang, yaitu kura-kura.
| Beri rating untuk artikel di atas |








