Captain Tsubasa Menginspirasi Pesepakbola Muda Jepang

Berbicara tentang negeri sepak bola di dunia semua orang pasti sepakat menyebut negara-negara, seperti Brasil, Argentina, Jerman, Italia, dan Inggris yang mempunyai prestasi mentereng dalam bidang sepak bolanya.
Akan tetapi, jika kita berbicara sepak bola di kawasan benua Asia, maka terdapat beberapa negara yang keberadaannya dapat menjadi “pengganggu” negara-negara dengan sepak bola mapan tersebut.
Adapun salah satu negara dengan pencapaian fenomenal dalam bidang sepak bola di benua Asia adalah Jepang.
Saat ini, Jepang merupakan salah satu kekuatan sepak bola Asia yang mulai diperhitungkan oleh banyak negara di dunia. Perkembangan sepak bola Jepang dapat dikatakan menjadi yang terdepan di Asia. Bayangkan saja, Jepang pernah menjadi kampiun Asia sebanyak 3 kali dan pernah 4 kali bermain di putaran final piala dunia, yaitu:
- Piala dunia 1998 di Perancis
- Piala dunia 2002 di Korea Selatan-Jepang
- Piala Dunia 2006 di Jerman
- Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan
Dari empat kali keikutsertaannya dalam piala dunia tersebut, prestasi terbaik Jepang adalah menembus babak enam belas besar, yaitu pada tahun 2002 saat Jepang menjadi tuan rumah bersama-sama dengan Korea Selatan dan pada piala dunia 2010 di Afrika Selatan.
Meskipun hanya mampu menembus babak enam belas besar, tetapi prestasi ini telah mengangkat derajat sepak bola Asia yang biasanya hanya numpang lewat dalam ajang perebutan gelar sepak bola antarnegara di dunia tersebut.
Prestasi sepak bola Jepang tidak hanya dicapai oleh tim nasionalnya, tetapi pemain-pemain sepak bola Jepang secara individu juga telah menunjukkan prestasi terbaik. Hal ini ditandai dengan larisnya pemain-pemain Jepang di liga-liga top dunia, khususnya liga-liga di negara-negara Eropa.
Pemain-pemain sepak bola Jepang tidak jarang yang menjadi pemain kunci atau pemain bintang di klubnya masing-masing.
Beberapa pemain sepak bola Jepang yang namanya paling berkibar dan kemampuannya diakui dunia antara lain adalah Hidetoshi Nakata yang pernah membela klub raksasa Italia AS Roma, Sunsuke Nakamura yang pernah berseragam Glasgow Celtic dan Espanyol, dan bintang Jepang yang berkibar melalui ajang piala dunia 2010 Afrika Selatan lalu adalah Keisuke Honda.
Prestasi tim nasional sepak bola Jepang dan prestasi individu para pemainnya tentunya tidak lepas dari serangkaian proses pembinaan panjang yang didukung dengan adanya semangat sepak bola di hati para generasi muda Jepang.
Sebagian masyarakat Jepang meyakini bahwa semangat sepak bola yang ada di hati para generasi mudanya salah satunya diilhami oleh cerita sukses Captain Tsubasa. Mengapa demikian?
Captain Tsubasa Ozora merupakan salah satu tokoh komik yang pada awalnya dibuat oleh Yoichi Takahashi pada tahun 1981. Dalam cerita komik tersebut, Captain Tsubasa digambarkan sebagai seorang anak muda Jepang yang tergabung dalam salah satu tim sepak bola.
Tsubasa Ozora mempunyai semangat dan impian untuk membawa negaranya menjadi juara piala dunia. Ia digambarkan sebagai seorang penyerang yang tangguh, cerdik, dan handal menjebol gawang lawan, sehingga tim sepak bola yang ia bela sering kali memenangi turnamen.
Dengan animo tinggi masyarakat Jepang terhadap komik Captain Tsubasa ini, maka pada akhirnya cerita komik ini diangkat dalam film kartun, sehingga dapat disajikan dengan lebih menarik dibandingkan dengan versi komiknya.
Film kartun Captain Tsubasa dengan cerita-cerita kesuksesan di dalamnya dapat ditonton secara luas oleh anak-anak Jepang, sehingga tanpa disadari semangat Captain Tsubasa untuk membawa Jepang menjadi kampiun sepak bola dunia tertanam dalam diri anak-anak muda Jepang yang akan memudahkan pembinaan sepak bola negeri Matahari Terbit tersebut dan pada akhirnya akan memudahkan proses pencapaian prestasi.






