logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Industri & Perdagangan    Peternakan    Usaha Peternakan Sapi

Cara Beternak Sapi yang Memberdayakan


Ilustrasi cara berternak sapi

Pengadaan sapi dalam negeri sangatlah penting dan sangatlah spesial untuk banyak masyarakat dan budaya di seluruh dunia. Sapi ini digunakan untuk susu, daging, bahan bakar, kulit, dan produk lainnya yang membuat penampilan biasa dalam kehidupan kita sehari-hari. Di Indonesia, sapi begitu umum dilihat dalam bentuk olahan, walau orang dapat dengan mudah melihat ratusan hewan itu merumput, faktanya tidak.

Karena sapi yang ada di sepanjang sisi jalan dari setiap jalan pedesaan di seluruh negeri itu malah tersembunyi dibalik rumah pemotongan. Indonesia sangat bergantung impor sapi. Dan pula sempat membuat satu partai politik di Indonesia disebut dengan konotasi partai sapi, sebagai bagian dari kritik pada impor sapi ini.

Mengingat bagaimana umum ternak ini, maka aneh berapa banyak orang  Indonesia sedikit tahu tentang sapi.  Tidak tahu ras, jenis, tidak hafal posisi daging dan sebagainya. Inilah bagian dari tidak akrabnya orang Indonesia dengan sapi, karena bergantung pada impor.

So, Anda harus tahu tentang sapi Anda harus tahu cara beternak sapi yang benar dan memberdayakan bagi Anda yang belum lama atau bahkan baru berniat untuk menjadi pengusaha pertanian. Berternak sapi banyak orang yang mengatakan gampang-gampang susah. Ada benarnya, ada juga yang kurang relevan. Setiap orang bisa berbeda pandang dan pendapat tergantung dari persepsi masing-masing orang mengenai usaha beternak sapi ini.

Secara empiris dari tahun ke tahun terutama setiap menjelang lebaran haji dimana dilaksanakannya ibadah qurban peningkatan pemintaan sapi terus bertambah secara signifkan. Hal tersebut bisa dimaklumi karena mungkin terjadi karena dua faktor.

Pertama, seiring bertambahnya jumlah penduduk sehingga berimplikasi pada menaiknya jumlah permintaan terhadap sapi, baik untuk korban maupun untuk pakan yang dijual di pasar. Kedua, meningkatkanya relijiusitas sosial masyarakat sehingga timbulnya kesadaran untuk melaukan apa yang diperintahkan oleh agama Islam yakni salah satunya berqurban di hari raya haji.

Makanya, sejalan dengan itu makin banyak orang yang melirik bisnis ternak sapi namun sayangnya belum banyak yang faham bagaimana cara berternak sapi yang seharusnya.

Sejarah Peternakan Sapi

Sapi telah dijinakkan dan dibesarkan sebagai ternak setidaknya sejak 9.000 SM. Dengan sejarah yang panjang, tak mengherankan bahwa sapi telah menjadi bagian penting dari masyarakat manusia, mereka bahkan telah dianggap suci dalam agama beberapa masa lalu dan kini. Ada hampir 1,5 miliar sapi di dunia saat ini, dan seperti sejumlah besar hewan besar pasti akan membuat dampak di planet ini.

Secara historis, dampak ini sering menjadi positif. Sapi dapat digunakan untuk merumput lahan yang luas yang tidak cocok untuk tumbuh tanaman pangan, misalnya. Ini membantu meningkatkan efisiensi penggunaan lahan, memproduksi daging di daerah yang akan tidak memberikan kontribusi ekonomi.

Apa yang dimaksud dengan Feedlot Factory?

Banyak ternak, bagaimanapun, tidak berkeliaran lapang kosong selamanya. Dalam rangka untuk membuat ternak pertanian itu sendiri lebih efisien, sapi sering dipindahkan ke feedlots industri besar ketika mereka mencapai berat tertentu. Maka penggemukan sapi, yang biasanya merupakan bagian integral dari operasi pabrik peternakan, biasanya di buat dalam serangkaian jalur, yang memastikan efisiensi. Prosedur ini menyebabkan setiap sapi lebih menghasilkan dengan maksimum tinggi, kualitas daging beraroma sebelum disembelih. Seperti proses industri, meskipun, peternakan memiliki kekurangan.

Air Polusi dan Penyakit Sapi Gila

Ketika sejumlah besar sapi yang dijejerkan di sebuah daerah kecil, jumlah limbah yang dihasilkan oleh hewan dapat menjadi signifikan. Kecuali operator yang melakukan penggemukan memiliki cara yang efektif untuk menangani limbah ini, dapat meresap ke dalam tanah, menyebabkan masalah pencemaran air. Keprihatinan lain dengan peternakan telah penggunaan produk sampingan hewan di pakan ternak.

Menggunakan limbah dari proses penyembelihan, seperti tulang, untuk pengisi dalam makanan yang diberikan kepada sapi telah dilakukan baik sebagai sarana pemotongan biaya dan sebagai sarana untuk mencapai kandungan gizi yang diinginkan dalam pakan ternak. Karena produk sampingan hewan makan untuk sapi sapi dianggap bertanggung jawab atas wabah masa lalu penyakit sapi gila, itu tidak lagi dilakukan di sebagian besar negara.

Apakah Sapi Menyebabkan Pemanasan Global?

Seperti peternakan sapi memperluas dan meningkatkan melalui perkembangan ilmiah dan teknologi baru, hal ini menjadi perhatian untuk alasan baru. Sebagai bagian dari proses pencernaan sapi, ia melepaskan sejumlah besar gas metana melalui sendawa. Metana adalah gas rumah kaca yang dianggap memberikan kontribusi besar terhadap proses yang dikenal sebagai pemanasan global.

Untuk alasan ini, ada kekhawatiran bahwa jumlah ternak bertani dan disimpan dalam konsentrasi tinggi oleh manusia adalah memiliki efek negatif penting pada atmosfer. Beberapa perkiraan menunjukkan bahwa metana yang dipancarkan oleh sapi peliharaan menyumbang hampir 20% dari seluruh gas rumah kaca.

Uniknya, seorang gadis asal Indonesia menemukan cara menangani gas metana dari sapi, dengan pengolahan kotoran sapi dan menghabisi nilai metana di dalamnya dalam produk olahan lain yang tidak kalah bermanfaat. Tapi itulah sapi di Indonesia bergantung IMPOR.

Cara Memilih Sapi

Sebelum memutuskan untuk memelihara sapi yang akan diternakkan, maka langkah pertama dimulai dari pemilihan bibit sapinya. Adapun beberapa indikator yang bisa menunjukkan apakah sapi menguntungkan untuk diternakkan atau tidak yakni berdasarkan hal dibawah ini:

  • Tingkat penyebaran sapi
  • Jumlah populasi setiap tahunnya
  • Jumlah produksi karkas.
  • Tingkat efisiensi jumlah pakannya

Nah, beberapa jenis sapi yang sudah biasa dipelihara misalnya: sapi Bali, Ongole, Madura, peanakan Ongole, Charolois, Hereford, dsb.

Jenis Makanan

Bagaimana dengan makanannya? Ternyata sapi sama seperti manusia, sumber makanannya bisa beragam. Apalagi jika tujuan memelihara sapi tersebut untuk diternakkan atau dibisniskan maka memerhatikan jenis pakan akan sangat beperan signifikan dalam mendukung berhasil tidaknya upaya peternakan sapi tersebut.

Adapun pakan sapi bisa dikelompokkan sebagai berikut:

    • Pakan hijauan

Maksud dari hijauan disini yakni untuk menyebut makanan sapi yang berasal dari daun-daunan atau rerumputan yang biasanya berwarna hijau makanya disebut hijauan. Sebenarnya dengan menggunakan pakan hijauan ini sudah bisa mencukupi kebutuhan makan sapi yang diternakkan.

Contoh hijauan yang direkomendasikan untuk diberikan kepada sapi: rumput gaja, rumput benggala, rumput setaria, rumput raja, gamal, turi, kaliandra.

    • Konsentrat

Selian itu, ada juga contoh hijauan yang berasal dari limbah pertaian, seperti: jerami kedelai, jerami padi, konsntrat, jerami jagung. Sedangkan contoh konsentrat: onggok, ampas tahu yang biasanya bisa didapatkans secara gratis, dan dedak pagi.

Jenis Penyakit

Selain jenis makanan yang harus diperhatikan, jenis penyakit juga harus benar-benar diperhatikan oleh para peternak sapi ini, diantaranya: penyakit mulut dan kuku, anthrax, radang poaha, surra, cacing hati, cacing perut.

Cara beternak sapi ini akan berhasil jika para peternak tak hanya rajin, ulet dan pantang menyerah, namun dibarengi dengan kerja cerdas yakni dengan membaca banyak referensi yang membahas tema-tema mengenai beternak sapi.

 

Tolong di SHARE :
Tweet
Artikel Terkait
  • Pengolahan Makanan Ternak Sapi
  • Usaha Ternak Sapi Limousin
  • Kandungan Kebaikan Susu
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Komp. Buah Batu Regency Blok A2 No.9
Bandung Jawa Barat - INDONESIA