Cara cara Memakai Jilbab

Setiap perempuan yang beragama Islam dan sudah akil baligh mempunyai kewajiban untuk menutup auratnya. Menutup aurat di sini tidak sekadar mengenakan pakaian. Jika sekadar berpakaian, maka perempuan-perempuan yang mengenakan rok mini, hot pants, tank top, dan sebagainya pun mengatakan bahwa mereka telah berpakaian.
Pakaian penutup aurat yang dimaksud di sini adalah pakaian yang menutupi seluruh tubuh, kecuali wajah dan telapak tangan. Dengan pengertian ini, maka jilbab pun menjadi pelengkap pakaian yang tak boleh ditinggalkan. Repot memakai jilbab? Sebenarnya tak perlu sampai merasa repot memakai jilbab jika mengetahui cara cara memakai jilbab yang praktis.
Tren Jilbab
Hingga awal tahun 2000-an, jilbab yang banyak ditemui di toko atau pasar adalah jilbab kain yang berbentuk segi empat. Untuk bisa mengenakan jilbab model ini dengan rapi memerlukan sedikit keterampilan dan kesabaran.
Pemakai jilbab model ini perlu menguasai cara cara memakai jilbab secara cepat dan rapi tanpa melukai kulit. Melukai kulit? Ya. Mengenakan jilbab model segi empat itu harus menggunakan bantuan peniti untuk menyatukan jilbab di bawah dagu.
Sekarang, para muslimah yang sempat merasakan cara cara memakai jilbab yang tidak praktis bahkan kerap membuat kulit leher tergores bisa tersenyum mengenang masa-masa itu.
Jilbab yang sekarang dapat dijumpai di toko, mal, atau pasar ini sudah kian beragam. Jilbab segi empat bahkan kalah populer dibandingkan saudaranya, jilbab instan yang siap pakai. Tak perlu lagi repot menyematkan peniti seperti dulu.
Dulu jilbab instan memang sudah ada, namun tak sebanyak sekarang. Jilbab instan ketika itu terbuat dari bahan kaos dan biasanya hanya dikenakan untuk berolah raga atau, bepergian di sekitar rumah, atau di dalam rumah ketika ada kerabat atau tamu yang bukan muhrim. Warna jilbab instan itu dulu pun terbatas pada warna hitam, putih, cokelat tua, biru tua, atau abu-abu.
Sekarang, bahan pembuat jilbab instan tak lagi bahan kaos belaka. Warna jilbab instan ini pun kini semakin meriah, tak hanya pada warna-warna gelap seperti hitam atau biru tua. Sekarang dapat dengan mudah ditemukan jilbab instan berwarna merah, merah muda, ungu, oranye, kuning, dan sebagainya. Jilbab instan bermotif seperti motif batik, polka dot, abstrak, dan lain-lain pun mudah ditemui.
Jilbab instan sekarang ini pun tak lagi tampil polos seperti pendahulunya. Jilbab instan masa kini tampil cantik dengan aneka bordir, payet, sulaman, dan sebagainya.
Dengan semua tampilannya yang cantik dan modis ini, kini jilbab instan dapat dikenakan dalam setiap kesempatan, tak hanya saat berolahraga tapi juga saat ke sekolah, ke kampus, ke kantor, hingga ke pesta.
Jilbab pun bukan lagi menjadi pelengkap pakaian yang sulit dikenakan. Anak kecil pun dapat dengan mudah mengenakan jilbab sendiri. Cepat tanpa repot.
Bukan Jilbab Sembarang Jilbab
Cara cara memakai jilbab yang semakin mudah ini hendaknya tak menjadikan perempuan muslimah terlena dan lupa pada syarat-syarat berjilbab sesuai tuntunan agama.
Dalam Al Quran Surat An Nuur ayat 31 disebutkan bahwa jilbab haruslah diulurkan hingga menutupi dada. Sederhananya, jilbab yang dikenakan itu haruslah cukup panjang dan bukan sekadar menutupi kepala.
Bagaimana dengan jilbab instan? Sebenarnya jilbab instan juga memenuhi persyaratan ini. Jilbab instan memiliki variasi ukuran yang beragam. Ada jilbab panjang yang sampai ke pergelangan tangan, ada yang hingga menutupi dada, ada pula yang hanya sampai bahu. Ukuran jilbab yang terakhir ini tentu belum lengkap memenuhi persyaratan sebuah jilbab.
Jilbab modis yang dipakai dengan melilit-lilitkan jilbab juga sering tidak sesuai perintah agama karena hanya menampilkan keindahan penutup kepala namun tidak menutupi bagian dada.






