logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Hobi    Memasak   

Cara Membuat Tape Spesial


Ilustrasi cara membuat tape

Makanan tape sudah lama dikenal masyarakat. Sebagai salah satu makanan tradisional khas Indonesia, masyarakat sudah tidak asing dengan cara membuat tape. Makanan ini bermula dari proses fermentasi bahan pangan yang berkarbohidrat. Umumnya bahan pangan yang paling banyak digunakan adalah singkong dan ketan. Hasil bahan pangan yang difermentasi inilah yang kemudian disebut tape.

Tape adalah jenis makanan tradisional yang banyak dikonsumsi  oleh masyarakat Indonesia. Cara membuat tape tidak tergolong rumit serta berbelit-belit. Proses pembuatannya melibatkan proses fermentasi. Jamur Saccharomyces cerivisiae yang melakukan proses fermentasi dalam proses pembuatan tape. Jamur Saccharomyces cerivisiae ini mampu mengubah karbohidrat yaitu glukosa dan fruktosa hingga menjadi alkohol dan karbondioksida.

Dalam proses fermentasi ini, selain Saccharomyces cerivisiae ada pula mikrorganisme yang terlibat yaitu Endomycopsis fibuligera dan Mucor chlamidosporus. Kedua mikroorganisme tersebut ikut membantu dalam proses mengubah zat pati menjadi gula sederhana yaitu glukosa.

Fermentasi & Manfaat Tape 

Cara membuat tape sangat dipengaruhi oleh proses fermentasi yang bermutu sehingga menghasilkan tape yang manis, legit dan bermanfaat bagi kesehatan. Selain proses fermentasi, bahan pangan yang digunakan harus dalam kondisi baik serta memakai ragi yang berkualitas.

Di dalam ragi, terdapat mikroba Sacchoromyces cereviceae, yang akan mengeluarkan enzim ketika proses fermentasi. Waktu proses fermentasi biasanya maksimal tiga hari. Apabila melewati batas waktu itu, tape akan menjadi lembek dan kurang enak karena masam.

Tak hanya, terlalu lamanya proses fermentasi akan mengakibatkan kadar air dalam tape meningkat, sehingga menyalahi cara membuat tape yang benar. Apabila proses fermentasi tidak melebihi batas waktu dan dosis ragi yang digunakan juga tepat sesuai takaran, maka akan diperoleh dua jenis tape, yakni tape putih dan tape kuning, khususnya pada tape singkong.

Kalau tape yang dihasilkan berwarna kuning, berarti menunjukkan tingginya kandungan vitamin A. Sebaliknya kalau tape singkong berwarna putih, artinya kandungan vitamin A di dalam tape, tidak begitu maksimal. 

Selama ini, masyarakat cenderung menganggap tape sebagai cemilan sekedarnya di kala senggang dan sering mengkonsumsinya. Hal ini karena cara membuat tape tidak termasuk menyusahkan. Namun, tanpa banyak yang memahami, mengkonsumsi tape ternyata amat berguna untuk kesehatan.

Tape memiliki kemampuan untuk mengikat serta mengeluarkan racun di dalam tubuh, terutama racun yang dihasilkan kapang, yang sering ditemui pada makanan yang dikonsumsi manusia sehari-hari. Kelebihan tape, tidak lain, dapat mereduksi racun dalam batas normal. 

Tak hanya mampu mereduksi racun dalam tubuh, tape juga diketahui mempunyai kelebihan lain yang tak kalah ampuh. Tape mengandung bermacam-macam bakteri baik, sekitar satu juta per gramnya, sehingga aman dikonsumsi dan menjadi sumber probiotik bagi manusia. Efeknya membuat manusia akan semakin sehat.

Pengetahuan ini, membuat masyarakat mulai intens mengkonsumsi dan belajar cara membuat tape agar bisa menjadi sehat berkat tape. Kegunaan mengetahui secara benar bagaimana cara membuat tape memang diperlukan karena tape juga dapat mencegah anemia.

Penyebabnya ialah mikroorganisme di dalam tape, yang turut berperan saat proses fermentasi, bisa menghasilkan vitamin B12. Mengingat pentingnya manfaat makanan tradisional ini, tak ada salahnya jika masyarakat mulai memahami cara membuat tape secara benar, sehingga tingkat kesehatan masyarakat pun kian meningkat.

Meski begitu banyak manfaat tape, namun harus tetap diingat, agar tetap mengkonsumsi tape dalam jumlah yang wajar. Anjuran ini dilatarbelakangi adanya kandungan alkohol dalam tape, sehingga kalau dikonsumsi berlebihan, tentu akan memabukkan. 

Desa-desa Penghasil Tape

Berikut ini desa-desa penghasil tape.

Desa-Desa Penghasil Tape - Talun Kacang Semarang 

Desa Talun Kacang, Kelurahan Kandri, Kecamatan Gunung Pati, Semarang, sudah lama terkenal sebagai Desa Tape. Sebagaian besar penduduknya, menggantungkan diri sebagai pembuat tape. Cara membuat tape yang  dilakukan masyarakat, umumnya masih bersifat tradisional.

Meski demikian, para pembuat tape di Desa Talun Kacang dikenal sangat andal dan kelezatan tapenya sudah kondang hingga luar daerah. Teknik dan cara membuat tape penduduk Desa Talun Kacang, mengacu pada langkah-langkah yang dahulu kala telah dilakukan leluhur.

Tidak ada yang berani merombaknya, karena khawatir akan mempengaruhi cita rasa tape dan kekhasannya. Rasa khas tape desa ini, yang membedakan dengan desa lain. Hal ini menyebabkan wisatawan yang berjalan-jalan ke Semarang, merasa kurang lengkap jika tidak menjinjing tape Desa Talun Kacang sebagai buah tangan. 

Bahan baku utama berupa singkong, dihasilkan dari kebun penduduk sendiri, sehingga tidak tergantung dari daerah lain sebagai pemasok. Kondisi ini membuat denyut nadi kesibukan penduduk nyaris tak pernah terhenti, mulai dari mengurus singkong di kebun, memanen hingga mengolahnya.

Teknik dan cara membuat tape, dipelajari secara turun-temurun. Makanya hampir segenap penduduk dari berbagai usia, menguasai keterampilan mengubah singkong menjadi jajanan nikmat yang digemari warga Semarang dan sekitarnya. Apalagi kalau bukan tape singkong khas Desa Talun Kacang.

Desa-Desa Penghasil Tape - Bondowoso

Nama Bondowoso, sangat identik dengan tape. Cara membuat tape di daerah ini memiliki keunikan sehingga cita rasa tape yang dihasilkan manis. Sangat menggoda selera siapa saja untuk menyantapnya. Pembuat tape di Bondowosa, tersebar nyaris merata di setiap desa.

Hasil produksi tape Bondowoso, sudah lama dipasarkan hingga mencapai Jawa Tengah, Jawa Barat, Bali dan daerah lain di Indonesia. Beberapa pembuat tape di Bondowoso amat terbuka bagi siapa saja yang ingin mengetahui cara membuat tape. Mereka percaya rejeki sudah ada yang mengatur dan meski bahan baku sama-sama singkong, hasilnya belum tentu sama.

Bahan baku tape di Bondowoso lebih mengandalkan singkong dari Jember. Alasannya, karena singkong Jember memiliki rasa pulen kalau dijadikan tape, mengingat tekstur tanahnya yang berpasir. Dalam sehari, seorang pembuat tape di Bondowoso bisa menghabiskan singkong antara 5 – 6 ton dan akan meningkat saat hari-hari besar. 

Cara membuat tape, dimulai dengan mengolah singkong setelah mengalami perebusan dan didinginkan. Setelah benar-benar dingin, singkong akan dimasukkan besek dari bambu, yang lebih dulu dialasi daun, agar menghasilkan keharuman yang pas. Berat tape yang dimasukkan besek, mulai dari 3 ons - 1 kg.

Usai dipak dan diberikan label, tape pun siap melanglang meninggalkan Bondowoso. Siapa sangka, bermula dari makanan bernama tape yang sekilas terkesan remeh, sebagian besar masyarakat Bondowoso justru bisa terangkat roda perekonomiannya.

Jenis-Jenis Tape dan Cara Membuatnya

Berikut ini jenis-jenis tape dan cara membuatnya.

  • Tape Singkong 

Bahan-Bahan :

  • 2 kg singkong
  • 2 butir ragi tape, haluskan lebih dulu
  • Daun pisang, yang akan digunakan sebagai alas

Cara membuat tape singkong :

  • Singkong dibersihkan kulitnya, lalu dicuci hingga  bersih. Potong-potong sesuai selera Anda.
  • Potongan singkong dikukus hingga matang. Angkat dan biarkan supaya dingin.
  • Letakkan singkong di panci atau wadah tertutup. Sebelum alasi wadah dengan daun pisang.
  • Taburkan secara merata ragi tape di atas singkong. Tutupi dengan daun pisang.
  • Wadah ditutup kembali hingga rapat.
  • Diamkan selama kurang lebih 2 – 3 hari. 
  • Tape Ketan Hijau 

Bahan-Bahan :

  • 1 kg ketan putih
  • 650 cc air daun suji
  • 2 sendok gula pasir
  • 1 butir ragi 

Cara membuat tape ketan hijau :

  • Ketan dicuci sampai bersih, lalu rendam sekitar dua jam.
  • Tiriskan ketan dan kukus kurang lebih 30 menit, angkat.
  • Ketan diaroni memakai  air daun suji. Aduk sedikit sampai rata.
  • Diamkan kurang lebih satu jam, lalu kukus sampai matang, angkat.
  • Biarkan agar dingin. Taburi permukaan ketan dengan ragi yang sudah dihaluskan.
  • Taburkan gula pasir.
  • Masukkan dalam panci dan tutup hingga rapat.
  • Sekitar 2 – 3 hari, tape ketan sudah bisa dinikmati. 
Tolong di SHARE :
Tweet
Artikel Terkait
  • Menyiapkan Kue Ultah Anak Unik
  • Cara Membuat Donat yang Nikmat dan Beda
  • Cara Pembuatan Donat
  • Mudahnya Membuat Martabak Manis
  • Resep Black Forrest - Beda Nama, Beda Rasa, Penampakan Serupa
  • Budayakan Resep Kue Basah Khas Nusantara
  • Resep Kue Kering Lebaran - Nikmatnya Nastar dan Putri Salju Buatan Sendiri
  • Membuat Resep Kastengel
  • Cookies - Camilan Ringan Menyehatkan - ANNEAHIRA.COM
  • Aneka Resep Kue Sus
  • Bisnis Kue Lebaran Dadakan
  • Penjelasan Lengkap tentang Kursus Kue
  • Resep Brownies Kukus Lezat
  • Resep Kue Lebaran - Resep Sejuta Umat?
  • Aneka Kue Kering Sebagai Kudapan Favorit di Hari Raya
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Komp. Buah Batu Regency Blok A2 No.9
Bandung Jawa Barat - INDONESIA