logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Referensi    Ilmu Pasti    Teknik Lingkungan

Cara Menanggulangi Limbah Industri Pangan


Ilustrasi cara menanggulangi limbah

Mengapa cara menanggulangi limbah perlu kita ketahui, bahkan perlu kita pelajari? Seandainya semua orang sadar bahwa setiap proses produksi, baik industri maupun rumah tangga, pasti menghasilkan limbah buangan. Disebut limbah karena sisa produksi yang dimaksud tersebut sudah pasti merugikan. Jika Limbah buangan tidak dikelola dengan tepat akan berdampak pada pencemaran lingkungan.

Oleh karena itulah, setiap orang baik yang berada di sektor industri maupun rumah tangga, sudah semestinya mengetahui cara menanggulangi limbah tersebut agar tidak ada satu pihak pun yang dirugikan oleh aktivitas yang telah dilakukannya, termasuk alam.

Cara menanggulangi limbah seharusnya menjadi pengetahuan yang wajib dimiliki oleh semua orang. Mengapa? Karena kita tahu bahwa limbah tidak bisa dipisahkan dari kehidupan mukim. Di mana ada manusia hidup menetap, limbah akan timbul dari dalamnya. Entah itu berupa sampah, air kakus, maupun air buangan lain yang berasal dari aktivitas domestik.

Coba Anda bayangkan, Apa jadinya jika tidak ada orang yang peduli atau tidak mengetahui cara menanggulangi limbah? Sementara di pihak lain kita tahu bahwa limbah mengandung senyawa organik dan anorganik dengan kuantitas yang bermacam-macam yang berefek buruk pada kesehatan manusia.

Lingkungan sekitar tentu akan tidak sehat, sarang segala macam penyakit, dan berbagai hal-hal lain yang mampu berakibat fatal terhadap kelangsungan hidup semua mahluk hidup. Kita tidak mau hal tersebut terjadi hanya karena tidak mengetahui cara menanggulangi limbah, bukan?

Nah, berikut ini penulis akan mengajak Anda untuk mengenal salah satu limbah yang paling dekat dengan keseharian kita dan mengetahui cara menanggulangi limbahnya yang paling efektif. Ya, penulis akan memberikan sedikit ulasan tentang limbah industri Pangan dan cara menanggulanginya.

Cara Menanggulangi Limbah Industri Pangan

a. Apa itu Limbah Industri Pangan?p

Kita mengenal beberapa jenis industri pangan, misalnya industri tahu, tempe, tapioca, dan pengolahan ikan. Setiap sektor industri tersebut menghasilkan limbah yang khas dan berpotensi mencemari lingkungan.

Cara menanggulangi limbah atau penanganan yang salah terhadap limbah tersebut bisa menimbulkan masalah karena rata-rata limbah industri pangan mengandung sejumlah besar karbohidrat, protein, lemak, garam-garam, mineral, dan bahan kimia yang digunakan dalam proses pengolahan.

Industri tempe dan tahu, misalnya, menghasilkan limbah buangan berupa kulit tempe bercampur ragi yang saat membusuk menimbulkan bau anyir menyengat. Limbah tersebut mengandung polutan, seperti tanah, alkohol, dan senyawa insektisida.

Apa jadinya jika cara menanggulangi limbahnya tidak kita ketahui? Dalam jumlah yang besar, limbah bisa mengganggu keseimbangan ekologi, meracuni kehidupan air, mematikan ikan-ikan dan biota sungai. Pencemaran air dalam tingkat akut menyebabkan air di sekitar tempat tersebut tidak bisa dikonsumsi.

Pada industri rumah makan, sisa-sisa makanan pengunjung adalah limbah yang cukup memusingkan. Ditambah lagi dengan limbah dari dapur berupa sisa-sisa sayuran, bahan makanan yang tidak termasak, dan masih banyak lagi yang lainnya.

Jika kita tidak tahu cara menanggulangi limbahnya, yentu kita akan membuangnya ke tempat sampah begitu saja, bukan? Nah, justru saat dibuang begitu saja dan dibiarkan membusuk di tempat pembuangan yang tidak layak, limbah tersebut akan menyebabkan timbulnya senyawa dan gas berbahaya akibat aktivitas bakteri dan jamur.

b. Macam-macam Limbah

Cara menanggulangi limbah, dalam hal ini pengolahan limbah harus memperhatikan jenis dan karakteristik limbah tersebut untuk memperoleh hasil yang optimal. Limbah bisa dibedakan menjadi beberapa jenis, di antaranya sebagai berikut.

  1. Limbah cair adalah limbah yang secara fisik berbentuk air dan berpengaruh langsung pada pencemaran air.
  2. Limbah padat, berbentuk partikel padat dan biasanya ikut memengaruhi pencemaran air dan tanah.
  3. Limbah gas adalah limbah yang berbentuk gas dan berpengaruh pada pencemaran udara.

Beberapa gas memiliki karakteristik mikro, dinamis, dan berdampak luas terhadap lingkungan. Bahkan, tidak jarang dampaknya sangat panjang dan antargenerasi. Cara menanggulangi limbahnya, kita harus memperhatikan betul kualitas limbah yang di antaranya dipengaruhi oleh volume, kandungan bahan pencemar, dan frekuensi pembuangan.

Suatu kawasan permukiman membutuhkan layanan sanitasi untuk bisa mengolah limbah, baik layanan secara alami, disediakan pihak lain, maupun yang diupayakan secara mandiri.

Sanitasi alam, misalnya, berupa air hujan yang secara alami membersihkan limbah. Namun, dalam kasus limbah yang melebihi ambang normal, tidak bisa dibersihkan begitu saja oleh air hujan. Harus ada sanitasi pendukung, misalnya seperti berikut ini.

  1. Layanan pengelolaan sampah yang dikelola pemerintah maupun dikelola mandiri.
  2. Layanan drainase dan selokan yang memenuhi syarat.
  3. Penyediaan air bersih dalam jumlah cukup untuk kehidupan masyarakat setempat.

c. Limbah Berbahaya dan Beracun

Industri pangan juga berpotensi menimbulkan limbah beracun, yaitu limbah mengandung racun-racun berbahaya, baik karena sifat dasarnya yang beracun maupun karena proses bakteri yang menyebabkan racun. Limbah semacam ini biasanya menyebabkan korosi, infeksi, dan reaksi toksid.

Ada beberapa jenis limbah beracun, yaitu:

  1. limbah yang mudah meledak melalui reaksi kimia bakteri,
  2. limbah yang mudah terbakar seperti sisa soda kue, dan
  3. limbah reaktif yang bisa menyebabkan kebakaran karena proses bakteri yang menghasilkan gas reaktif dan mudah terbakar begitu terkena oksigen.

d. Cara Menanggulangi Limbah Industri Pangan

Cara menanggulangi limbah industri memiliki dua fungsi yang berbeda yang dapat menghadirkan keuntungan multifungsi. Pertama, berfungsi menanggulangi limbah, dan kedua, fungsi produktif dengan menghasilkan barang-barang bernilai jual.

Misalnya, limbah berupa sayur-sayuran dan sisa bahan yang tidak termasak, bisa diolah menjadi pelet. Caranya, sisa makanan dicampur dengan dedak bekatul, kemudian difermentasi dengan mikorba (ragi) selama beberapa hari. Pelet tersebut kemudian dikemas dan dijual sebagai pakan ayam atau ikan air tawar.

Tidak semua limbah bisa diolah menjadi pelet. Beberapa di antaranya bisa diolah menjadi kompos dengan proses fermentasi dan pencampuran pupuk organik. Hasilnya berupa pupuk organik kualitas bagus yang mampu memperbaiki kondisi tanah dan mengembalikan unsur hara yang hilang dalam proses budidaya tanaman.

Pengomposan tersebut melibatkan mikroba Nopkor di dalam tempat tertutup yang terlindung dari sinar matahari langsung. Caranya sebagai berikut.

  1. Siapkan bak berukuran 200cmx100cmx30cm.
  2. Masukkan limbah organik ke dalam bak, atur merata sampai ketinggian 20cm dari dasar bak.
  3. Campurkan pupuk urea 0,75kg, SP-36 0,5kg, dan KCl 0,5kg.
  4. Masukkan 2 liter mikroba Nopkor.
  5. Masukkan limbah organik sampai menutupi keseluruhan permukaan bak.
  6. Tutup dengan menggunakan karung goni. Biarkan beberapa hari. 

Setelah 3 sampai 4 minggu, biasanya limbah telah berubah menjadi kompos. Indikasinya berupa bentuk yang menyerupai tanah dan tidak berbau. Kompos tersebut bisa dikemas dan dijual sebagai pupuk.

Nah, itulah cara menanggulangi limbah industri pangan yang dapat Anda lakukan. Ternyata, jika mengetahui cara menanggulanginya, kita bukan hanya akan terhindar dari berbagai kerugian, melainkan mendapatkan pula keuntungan.

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Cara Penanggulangan Limbah Gas yang Berbahaya
  • Cara Penanggulangan Limbah dengan Proses Bioremediasi
  • Cara Penanganan Limbah Peternakan Ayam
  • Cara Menanggulangi Pencemaran Udara
  • Contoh Amdal Industri untuk Memahami Hak Lingkungan
  • Gerakan Penghijauan Bumi
  • Lingkungan Laut, Lingkungan Dunia Lain
  • 8 Cara Mengatasi Pencemaran
  • Sumber dan Dampak Pencemaran Udara
  • Efek Negatif, Penyebab, dan Cara Penanggulangan Pencemaran Suara
  • Pengertian Pencemaran Udara dan Faktor Penyebab Utamanya
  • Pengertian Efek Rumah Kaca dan Dampaknya
  • Saat Banjir Merisaukan Masyarakat
  • Makalah Ilmu Pengetahuan Alam
  • Cara Mencegah Banjir yang Efektif
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA