logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Referensi    Ilmu Pasti    Teknik Lingkungan

Cara Penanggulangan Limbah dengan Proses Bioremediasi


Ilustrasi cara penanggulangan limbah



Limbah adalah masalah yang tidak bisa dilepaskan dari kehidupan manusia. Oleh karena itu, cara penanggulangan limbah merupakan satu solusi yang sampai saat ini masih menjadi polemik dan pencarian masyarakat Industri.

Para pelaku industri masih memiliki kesadaran yang sangat minim untuk menemukan cara penanggulangan limbah yang mereka hasilkan. Padahal, pembuangan limbah yang semakin lama semakin banyak ini tentu saja berpotensi memberikan pengaruh buruk bagi lingkungan hidup di sekitar kita.

Sebagian penduduk di Indonesia bahkan mencari cara penanggulangan limbah sendiri dengan membatasi lahan mereka yang berbatasan langsung dengan tempat pembuangan limbah pabrik.

Akibatnya, limbah pabrik menjadi bertumpuk dan menimbulkan berbagai penyakit serta kerusakan terhadap lingkungan sekitar pabrik. Hal ini tidak hanya menganggu keindahan dan kebersihan masyarakat, tapi juga mengganggu kesehatan masyarakat yang hidup berdampingan dengan saluran pembuangan limbah pabrik.

Berbagai upaya cara penanggulangan limbah pun dilakukan demi mengatasi permasalahn tersebut. Namun, hingga kini, belum ada kemajuan signifikan yang membuahkan hasil yang manis bagi kehidupan masyarakat yang hidup di daerah industri.


Upaya Bioremediasi Sebagai Cara Penanggulangan Limbah

Seiring perkembangan dunia industri, penanggulangan terhadap limbah pun mengalami perkembangan, salah satunya adalah cara penanggulangan limbah dengan proses bioremediasi.

Seperti dikenal secara luas bahwa limbah dalam proses industri bisa dibedakan menjadi dua, yaitu sebagai berikut.

a. Limbah Ekonomis

Limbah ekonomis adalah limbah yang bisa menghasilkan nilai ekonomis apabila diproses lebih lanjut. Proses pengolahan limbah menghasilkan barang ekonomis baru yang bisa menghasilkan uang. Misalnya pengolahan tetes tebu menjadi penyedap rasa, pengolahan sampah organik menjadi pupuk kompos, dan sebagainya.

Limbah-limbah seperti ini sebetulnya patut diperhatikan karena fungsi dan kegunaannya yang tidak habis dalam sekali pakai sehingga pihak pengelola industri tidak perlu melakukan pekerjaan berulang-ulang dengan membuang dan memungut kembali limbah ekonomis.

Pihak industri bisa mengelola limbah pabrik dengan memisahkan limbah ekonomis dan limbah nonekonomis, seperti halnya pembagian sampah rumah tangga yang dibagi ke dalam sampah oraganik dan sampah anorganik.

b. Limbah Nonekonomis

Ini adalah limbah yang tidak menghasilkan produk baru bernilai ekonomis, dan pengolahannya ditujukan untuk mempermudah pembuangan.

Limbah tersebut bisa dibedakan menjadi beberapa jenis berdasarkan bentuk fisiknya, yaitu sebagai berikut.

  • Limbah padat, adalah limbah yang berbentuk padatan seperti lumpur, bubur, dan sebagainya. Contohnya: onggok limbah pabrik tapioka, bagase limbah pabrik gula, limbah dari pengalengan jamur, dan sebagainya. Sebagian limbah itu bisa didegradasi dan sebagian lagi tidak.
  • Limbah cair, adalah limbah berwujud air, misalnya limbah pabrik tahu dan tempe berupa air dengan kandungan protein yang merangsang proses bakterial. 
  • Limbah gas, adalah limbah berbentuk asap atau gas. Misalnya limbah dari pabrik semen.


Limbah seperti ini bisa ditanggulangi dengan cara diminimalisasi. Artinya, pihak perusahaan atau pabrik lebih memberlakukan bahan-bahan yang berpotensi menghasilkan limbah nonekonomis dengan meminimalisasi penggunaannya atau dengan memberikan zat yang mampu menetralisasi munculnya limbah yang melimpah ruah.


Proses Pengolahan Limbah

Salah satu cara penanggulangan limbah yang bisa dilakukan adalah dengan mengolahnya kembali. Selama ini, sistem pengolahan limbah mengenal dua proses, yaitu proses aerobik, dan anaerobik.

a. Proses Aerobik

Proses aerobik ini adalah salah satu cara pengolahan limbah dengan cara penguraian senyawa organik limbah secara sempurna, dalam periode yang singkat. Prosesnya melibatkan sejumlah bakteri dan dipengaruhi oleh sumber nutrient dan kadar oksigen.

Proses seperti ini sama halnya dengan proses biopori yang dilakukan terhadap sampah rumah tangga. Dengan proses tersebut, tidak aka nada limbah yang terbuang karena bakteri di dalam proses tersebut berfungsi menghabiskan limbah dari senyawa organik tersebut.

Dengan proses ini, kemungkinan besar limbah organik akan berkurang, bahkan habis sama sekali jika dilakukan proses pengolahan yang baik dan terus menerus.

b. Proses Anaerobik

Proses anaerobik adalah salah satu cara penanggulangan limbah dengan proses  pengolahan untuk limbah industri yang lambat sekali diolah secara aerobik, dan harus menyertakan aktivitas mikroorganisme pada kondisi non-oksigen.

Biasanya, proses anaerobik melewati tahapan fermentasi asam, regresi dan fermentasi basa. Dalam proses ini, hampir semua polutan organik seperti polisakarida, protein dan lemak, terkonversi ke dalam bentuk gas metan dengan kalor tinggi.

Meskipun membutuhkan waktu yang tidak sebentar, namun proses pengolahan limbah dengan cara seperti ini juga memiliki pengaruh yang besar untuk bisa mengurangi tingkat pembuangan limbah yang menumpuk.
Sampah-sampah atau limbah pabrik akan semakin berkurang dengan menerapkan dua proses pengolahan limbah tersebut.


Bioremediasi, Sebuah Inovasi

Pada proses pengolahan aerobik dan anaerobik, masing-masing terdapat kelemahan. Proses aerobik tidak memungkinkan mengolah limbah dengan tingkat kesulitan tinggi, sedangkan proses anaerobik membutuhkan biaya operasional yang cukup besar.

Upaya mengatasi kekurangan tersebut mendorong inovasi dan menemukan teknologi yang memungkinkan penanganan limbah yang biaya operasionalnya lebih murah, sekaligus aman bagi lingkungan. Teknologi inovatif tersebut dinamakan bioremediasi.

Bioremediasi menggunakan mikroorganimse seperti jamur dan bakteri dalam penanggulangan pencemaran tanah. Proses utamanya bertujuan mendegradasi zat polutan beracun.

Tahapan proses bioremediasi adalah:

  1. Penambahan nutrient, mengatur kondisi redoks dan mengoptimalkan kadar pH tanah untuk menstimulasi mikroorganisme di lokasi tercemar.
  2. Menanamkan mikroorganisme dengan kemampuan biotranformasi khusus di lokasi tercemar. 
  3. Penggunaan tanaman yang memiliki fungsi mengubah pencemaran.

Temperatur dan keasaman tanah sangat berpengaruh terhadap proses bioremediasi ini, di samping harus juga diperhatikan mengenai kelembaban, struktur geologi lapisan tanah, nutrient, dan oksigen.


Jenis-Jenis Bioremediasi

Ada beberapa jenis bioremediasi yang dikenal, antara lain:

a. Biostimulasi
Adalah dengan cara menambahkan nutrien dan oksigen ke dalam air atau tanah yang tercemar. Proses tersebut akan mengaktifkan bakteri remediasi yang telah ada di dalam air atau tanah tersebut, dan meningkatkan pertumbuhannya.

Dengan proses ini, limbah-limbah akan diuaraikan oleh senyawa nutrient dan oksigen yang dicampurkan ke dalam air dan tanah tersebut sehingga kotoran yang berpotensi memberikan pengaruh buruk terhadap lingkungan bisa diminimalisasi.

b. Bioaugmentasi
Adalah proses menambahkan mikroorganisme untuk membersihkan kontaminasi pada suatu tempat. Proses penanggulangan limbah seperti ini sangat menguntungkan bagi kedua belah pihak, yakni pihak mikroorganisme dan pihak manusia sendiri.

Mikroorganisme mendapatkan makanan dari limbah yang dihasilkan, sedangkan manusia mendapatkan nilai kebersihan dari penghabisan sisa limbah tersebut.

c. Bioremediasi Intrinsik

Adalah proses bioremediasi yang berlangsung secara alami.

Saat ini, bioremediasi masih memerlukan pengembangan dan inovasi-inovasi baru. Belum semua proses bakterial dipahami oleh ilmuwan. Karena itu, penelitian lebih lanjut diharapkan melahirkan temuan-temuan baru yang lebih akurat mengenai pengelolaan limbah yang aman dan efektif.


Kesadaran Manusia Akan Pentingnya Menanggulangi Limbah

Selain mengetahui berbagai cara penanggulangan limbah pabrik, ada satu hal penting yang wajib dimiliki oleh masyarakat Indonesia dalam menanggulangi penumpukan limbah, yakni kesadaran akan pentingnya menanggulangi limbah bahkan menguranginya.

Masyarakat seyogyanya memiliki kesadaran tinggi untuk tidak menghasilkan limbah serta mampu menanggulangi limbah yang sudah terlanjur membanjiri kehidupan sekitar kita.

Para pemilik serta pengolah industri adalah pihak pertama yang seharusnya memiliki kesadaran tersebut. tanpa kesadaran yang besar dari mereka, limbah pabrik tidak akan berkurang begitu saja.

Berbagai tindakan dan upaya perlu dilakukan agar pabrik-pabrik yang ada di Negara kita bisa menghasilkan produk berkualitas tanpa menimbulkan limbah yang berpotensi membahayakan kehidupan masyarakat sekitar daerah industri.

Sayangnya, upaya pemerintah dalam mewujudkan hal ini sepertinya masih sangat kurang sehingga para pemiliki pabrik masih melakukan pembuangan limbah secara sewenang-wenang tanpa memikirkan dampak buruk yang dihasilkan dari proses pembuangan tersebut.

Ada baiknya jika pemerintah memberlakukan sanksi yang tegas terhadap pihak pengelola industri agar lebih taat terhadap peraturan kebersihan lingkungan yang mewajibkan untuk meminimalisasi limbah pabrik, menanggulangi limbah yang sudah terlanjur tereproduksi, serta memikirkan tindakan selanjutnya agar limbah pabrik bisa diproses menjadi sesuatu yang bermanfaat.

Dengan proses bioremediasi yang sudah dijelaskan di atas, pemerintah tidak hanya menggalakkan sistem daur ulang dan sistem pembuangan limbah yang baik, tapi juga memberikan lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat yang mampu bekerja menanggulangi limbah dengan cara tersebut.

Oleh karena itu, pihak pengelola pabrik diharapkan bisa dengan segera melakukan cara penanggulangan limbah yang benar mulai dari sekarang. Dan hindarilah pembuangan limbah yang dilakukan secara sewenang-wenang tanpa memikirkan dampak buruknya terhadap lingkungan hidup di sekitar kita!

Tolong di SHARE :
Tweet
Artikel Terkait
  • Pengertian, Jenis, dan Pencegahan Tanah longsor
  • Menanam Tanaman, Wujud Pelestarian Lingkungan Hidup
  • Polusi Tanah: Penyebab dan Upaya Pencegahan
  • Artikel Amdal - Definisi dan Penerapannya
  • Turbin Angin Sederhana - Pembangkit Listrik Utama di Beberapa Negara
  • Cara Menanggulangi Pencemaran Udara
  • Pengertian Global Warming, Sebab, dan Strategi Antisipasi
  • Contoh Amdal Industri untuk Memahami Hak Lingkungan
  • Memahami Metode dan Konsep Pengelolaan Sampah
  • Serba-serbi Erosi
  • Masalah Lingkungan Hidup, Mari Kita Masalahkan
  • Pencemaran Air Laut
  • Situasi Amdal Pabrik di Indonesia
  • Bioremediasi adalah Penyelemat Lingkungan
  • Cara Menanggulangi Limbah Industri Pangan
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Komp. Buah Batu Regency Blok A2 No.9
Bandung Jawa Barat - INDONESIA