logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Referensi    Karya Ilmiah    Penulisan Karya Ilmiah

Cara Penulisan Catatan Kaki


Ilustrasi cara penulisan catatan kaki

Dalam melakukan penulisan ilmiah, seorang penulis harus mengetahui cara penulisan catatan kaki (footnote). Hal ini karena karya ilmiah harus didukung oleh fakta dan data yang valid, yang salah satunya dibuktikan dengan sumber, referensi, dan rujukan yang digunakan, yaitu dengan cara penulisan catatan kaki.

Catatan kaki adalah keterangan-keterangan atas teks tulisan yang ditempatkan pada bagian bawah tulisan yang bersangkutan. Catatan kaki digunakan untuk memberikan keterangan, komentar, atau menerangkan sumber kutipan yang digunakan pada tulisan tersebut.

Dengan demikian, catatan kaki dicantumkan untuk:

  • mendukung keabsahan pernyataan penulis yang tercantum di dalam tulisannya,
  • petunjuk sumber tulisan,
  • memperluas pembahasan yang diperlukan, tetapi tidak relevan jika dimasukkan ke dalam teks tulisan,
  • referensi silang (petunjuk pada karya tulis apa dan pada halaman berapa hal yang sama dibahas), dan
  • memenuhi kode etik penulisan, dalam hal ini penghargaan terhadap karya orang lain.

Cara Penulisan Catatan Kaki - Teknik Pembuatan Catatan Kaki

Hal-hal yang harus diperhatikan saat membuat cara penulisan catatan kaki adalah sebagai berikut.

  • Hubungan catatan kaki dan teks ditandai dengan nomor penunjukan yang letaknya sedikit ke atas setengah spasi dari teks.
  • Pemberian nomor urut yang berlaku untuk setiap bab ataupun untuk judul buku menggunakan tanda seluruh karangan. koma.

Sementara itu, teknik cara penulisan catatan kaki adalah sebagai berikut.

  • Teknik pertama cara penulisan catatan kaki, yaitu menyediakan tempat secukupnya pada kaki halaman tersebut.
  • Teknik kedua cara penulisan catatan kaki, yaitu setelah baris terakhir dari teks dalam jarak 3 spasi, wajib dibuat sebuah garis yang diawali dari kiri sepanjang 15 ketikan.
  • Teknik ketiga cara penulisan catatan kaki, yaitu dalam jarak 2 spasi serta garis dalam jarak 5-7 ketikan dari margin kiri, diketik nomor penunjukan.
  • Teknik keempat cara penulisan catatan kaki, yaitu persis setelah nomor dan setengah ke bawah mulai diketik baris pertama dari catatan kaki.
  • Teknik kelima cara penulisan catatan kaki, yaitu jarak antarbaris di dalam catatan kaki adalah spasi rapat. Sementara itu, jarak antarcatatan kaki di halaman yang sama adalah dua spasi.

Cara Penulisan Catatan Kaki - Unsur-unsur dalam Catatan Kaki

Unsur-unsur yang ada dalam catatan kaki dan cara penulisan catatan kaki adalah sebagai berikut.

  • Pengarang
  • Nama pengarang dicantumkan berdasarkan urutan biasa, Pada penunjukan nama yang kedua dan berikutnya, cukup dicantumkan nama singkat.
  • Jika terdiri atas dua atau tiga pengarang, semua namanya dicantumkan atau disertakan. Sementara itu, jika pengarangnya lebih dari 3 orang, cukup nama pertama yang dicantumkan. Nama pengarang yang lainnya digantikan atau diwakilkan dengan singkatan dkk.
  • Penunjukan terhadap sebuah kumpulan sama dengan no (a) dan (b), maka ditambah singkatan ed. (editor) di belakang nama penyunting dan dipisahkan dengan tanda koma (,).
  • Bila tidak ada pengarang/editor, langsung saja diawali dengan judul.
  • Seluruh judul mengikuti peraturan yang sama dengan daftar pustaka.
  • Setelah catatan kaki yang pertama, penyebutan sumber yang sama digantikan atau diwakilkan dengan Ibid., Op.cit., Loc.cit..
  • Setelah penunjukkan pertama sebuah artikel dalam majalah atau harian, maka berikutnya cukup dicantumkan judul majalah atau harian tanpa mencantumkan judul artikel.
  • Tempat serta tahun penerbitan dituliskan di referensi pertama dan ditempatkan di dalam tanda kurung dan juga dipisahkan dengan tanda koma, contohnya: (Bandung, 2011).
  • Majalah harus juga mencantumkan nomor jilid dan nomor halaman, tanggal, bulan dan tahun. Seluruh keterangan tersebut dituliskan di dalam kurung.
  • Data publikasi sebuah harian terdiri atas hari, tanggal, bulan, tahun, dan nomor halaman. Penanggalan ini tidak dituliskan di dalam kurung.

Cara Penulisan Catatan Kaki - Dua Jenis Catatan Kaki

Catatan kaki ada dua macam, yaitu catatan kaki lengkap dan catatan kaki singkat. Catatan kaki lengkap adalah catatan kaki yang ditulis lengkap dengan mencantumkan:

  • nama pengarang,
  • judul buku,
  • nama atau nomor seri (jika ada),
  • jumlah jilid (jika ada),
  • nomor cetakan,
  • kota penerbit,
  • nama penerbit, 
  • tahun terbit, dan
  • nomor halaman.

Sementara itu, catatan kaki singkat adalah catatan kaki yang ditulis secara singkat, tidak selengkap catatan kaki jenis pertama. Catatan kaki singkat terdiri atas tiga macam, yaitu sebagai berikut.

  • Ibid. adalah singkatan dari ibidum, artinya “sama dengan di atas”. Ibid. dipergunakan untuk menunjukkan catatan kaki yang sumbernya sama dengan catatan kaki yang tepat di atasnya.
  • Op.cit. adalah singkatan dari opere citati, artinya “dalam karya yang telah dikutip”. Op.cit. digunakan untuk catatan kaki dari sumber yang telah dikutip, tetapi telah disisipi catatan kaki lain dari sumber lain.
  • Loc.cit. ialah singkatan dari loco citati, artinya “tempat yang sudah dikutip”. Loc.cit. digunakan seperti op.cit., namun sumber yang dikutip berasal dari halaman yang sama. 

Cara Penulisan Catatan Kaki

I. Cara Penulisan Catatan Kaki - Catatan Kaki Lengkap

Contoh:1Kuntowijoyo, Muslim Tanpa Masjid: Esai-Esai Agama, Budaya, dan Politik dalam Bingkai Strukturalisme Transendental (Bandung: Mizan, 2001), h. 10.   

Dari contoh cara penulisan catatan kaki di atas, dapat dilihat aturan cara penulisan catatan kaki sebagai berikut.

  • Aturan pertama cara penulisan catatan kaki, yaitu di depan nama pengarang, diberi nomor catatan kaki yang angkanya dinaikkan ke atas (superscript).
  • Aturan kedua cara penulisan catatan kaki, yaitu nama pengarang ditulis lengkap. Jika terdapat gelar di depan atau di belakang nama pengarang tersebut, tidak perlu dicantumkan. Jika nama pengarang itu lebih dari satu kata, maka nama tersebut tidak perlu diindeks. (dibalik). Kalau pengarangnya dua orang, maka kedua nama pengarang tersebut ditulis lengkap, tidak diindeks, serta antara nama pertama dan kedua disisipi kata “dan”. Kalau tiga orang, cara penulisannya sama, namun antara nama pertama dan kedua disisipi tanda koma (,) dan antara nama kedua dan ketiga disisipi kata “dan”.
  • Aturan ketiga cara penulisan catatan kaki, yaitu antara nama pengarang dan judul buku diberi tanda koma.
  • Aturan keempat cara penulisan catatan kaki, yaitu judul buku ditulis lengkap dan dicetak miring (italic).
  • Aturan kelima cara penulisan catatan kaki, yaitu setelah judul buku, diikuti (tanpa koma) kota tempat penerbit, nama penerbit, dan tahun terbit yang semuanya berada dalam tanda kurung [(…)]. Antara kota penerbit dan nama penerbit diberi titik dua (:); antara nama penerbit dan tahun terbit diberi tanda koma.
  • Aturan eenam cara penulisan catatan kaki, yaitu di belakang tanda kurung tutup keterangan di atas, diikuti tanda koma, lalu huruf “h” yang berarti halaman, dan nomor halaman yang ditutup dengan tanda titik (.). Jika halaman yang dikutip lebih dari satu, maka digunakan huruf “hh” dan nomor halaman ditulis dari halaman pertama sampai terakhir dengan menggunakan tanda hubung (misalnya, hh. 10-25). 

II. Cara Penulisan Catatan Kaki - Catatan Kaki SingkatContoh:

  • 2Ibid., h. 30.
  • 3Kuntowijoyo, op.cit., h. 37.
  • 4Kuntowijoyo, loc.cit. 

Berdasarkan contoh catatan kaki ini, dapat disimak ketentuan cara penulisan catatan kaki sebagai berikut:

  • Ibid., op.cit., dan loc.cit. ditulis italik.
  • Ibid. diikuti tanda titik, koma, dan nomor halaman.
  • Op.cit. di depannya dicantumkan nama pengarang, lalu di belakang op.cit. diikuti nomor halaman.
  • Loc.cit. sama dengan op.cit., tetapi tidak diikuti nomor halaman.
  • Aturan penulisan nomor catatan kaki sama dengan penulisan pada catatan kaki lengkap.
  • Ketentuan penulisan nama sama dengan penulisan pada catatan kaki lengkap.
  • Jika halaman yang dikutip lebih dari satu, ketentuan penulisannya, juga sama dengan penulisan pada catatan kaki lengkap.

Itulah cara penulisan catatan kaki. Semoga artikel yang membahas seputar cara penulisan catatan kaki ini bermanfaat. Selamat membuat catatan kaki!

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Pentingnya Biografi Penulis bagi Eksistensi Karya Tulis
  • 5 Tips Ampuh Membuat Kliping Ekonomi
  • Metode Penelitian Kualitatif
  • Sistematika Penulisan Karya Tulis untuk Beragam Keperluan
  • Phoenix - Burung Mitos Berbagai Budaya
  • Bagian dan Contoh Pendahuluan Karya Tulis Ilmiah
  • Menulis Karya Tulis Ilmiah itu Mudah
  • Format Penulisan Makalah Standar untuk Tugas Kuliah
  • Keunikan Puisi Indonesia Sebagai Karya Sastra
  • Contoh Latar Belakang Penelitian Karya Sastra
  • Contoh Cara Penulisan Makalah Bidang Ilmu Sosial dan Humaniora
  • Contoh Karya Tulis Ilmiah - Dunia Skripsi - ANNEAHIRA.COM
  • Biografi: Bukan Buku Harian Biasa
  • Penelitian Deskriptif Kualitatif
  • Belajar Ikhlas Melalui Quantum Ikhlas
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA