Cara Penulisan Daftar Pustaka dalam Karya Ilmiah
Ilustrasi cara penulisan daftar pustaka
Apa itu daftar pustaka? Lalu, bagaimana cara penulisan daftar pustaka yang baik dan benar? Untuk pertanyaan pertama tentang arti daftar pustak mungkin banyak yang sudah mengetahuinya, namun untuk pertanyaan kedua, yakni bagaimana cara penulisan daftar pustaka, penulis yakin banyak masyarakat yang belum sepenuhnya mengetahui.
Daftar pustaka adalah daftar bacaan yang menjadi acuan dan sumber referensi karya ilmiah. Fungsi daftar pustaka selain untuk legalitas, juga untuk menambah wawasan mereka yang ingin mengetahui lebih lanjut suatu pembahasan yang terdapat dalam sebuah karya ilmiah, baik itu berupa makalah, tugas akhir, skripsi, atau buku.
Memang, pustaka merujuk pada buku, sehingga daftar pustaka bisa diartikan sebagai daftar buku yang dibaca dan dijadikan referensi saat menulis karya ilmiah. Dalam perkembangan teknologi sekarang, pustaka bisa jadi tidak sekadar buku, tetapi meluas pada media lain, semacam e-book, artikel online, rekaman ceramah, dan sebagainya.
Lalu, terkait bagaimana cara penulisan daftar pustaka, memang agak sedikit rumit. Mengapa? Selama ini kita sering menemukan cara penulisan daftar pustaka yang berbeda-beda, padahal sudah ada aturan baku sesuai KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia.) kebanyakan penulis atau penyusun hanya mengatahui bahwa cara penulisan daftar pustaka haruslah alfabetis. Di luar itu, banyak yang belum paham.
Untuk itu, dalam kesempatan kali ini, penulis akan mengajak Anda untuk mempelajari bagaimana cara penulisan daftar pustaka yang baik dan benar serta sesuai dengan KBBI. Penasaran, bukan? Berikut adalah ulasan tentang cara penulisan daftar pustaka yang baik dan benar, serta sesuai dengan KBBI.
- Untuk rujukan berbentuk buku, cara penulisan daftar pustakanya dimulai dengan nama, diikuti tahun terbit, judul, kota, dan nama penerbit. Masing-masing bagian tersebut dipisahkan dengan tanda titik (.)
Misalnya:
Bigelow, Stephen J. 2004. PC Hardware Annoyances. Sebastopol: O’Reilly Media.
Calne, D. B. 2005. Batas Nalar: Rasionalitas dan Perilaku Manusia, Edisi Kedua. Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia.
Fahreza, Raya. 2008. Belajar Mudah Merakit Komputer. Yogyakarta: Mediakom.
H. Safaat, Nazruddin. 2011. Android: Pemrograman Aplikasi Mobile Smartphone dan Tablet PC. Bandung: Informatika.
Kurniawan, Dedik. 2010. 145 Freeware Pilihan untuk Berbagai Kebutuhan + CD. Jakarta: Elex Media.
Philips, Deborah. 2004. Longman Introductory Course for the TOEFL Tests. New York: Pearson Education Inc.
Sharpe, Pamela J. 2008. Barron’s Practice Exercise for the TOEFL. Jakarta: Binarupa Aksara Publishing, Co.
Suyanto, Muhammad. 2005. Pengantar Teknologi Informasi untuk Bisnis. Yogyakarta: ANDI
Wahana Komputer. 2008. Menjadi Teknisi Komputer Profesional. Jakarta: Elex Media Komputindo.
Winarno, Wing Wahyu. 2010. BlackBerry Smart Book - Panduan Mengoperasikan BlackBerry. Yogyakarta: Multicom.
- Penulisan nama merujuk pada cara penulisan Eropa, diawali nama akhir yang merujuk pada nama marga, dilanjutkan dengan nama depan dan nama tengah kalau terdiri dari tiga nama. Walaupun di Indonesia, nama belakang tidak merujuk pada marga, tetapi pola semacam ini umum dipergunakan.
Misalnya:
Risa Maulana akan ditulis: Maulana, Risa.
Risa Maulana Romadon akan ditulis: Romadon, Risa Maulana.
Perhatikan penggunaan tanda koma [,] sebagai pemisah antarnama.
- Penulisan judul buku atau pustaka dengan italic, atau cetak miring. Sebelum berkembang teknologi komputer, mesin ketik portable tidak memungkinkan memakai huruf miring, biasanya dilakukan dengan cara memberi garis bawah (underline).
- Penulisan nama kota dan nama penerbit dipisahkan dengan titik dua (:).
- Cara penulisan daftar pustaka yang panjang dan memerlukan lebih dari satu baris, penulisannya dengan cara: [a] baris pertama dimulai dari margin kiri, [b] baris berikutnya menjorok ke kanan sekitar empat ketuk. Dalam format komputer, Anda bisa mengubah posisi first line dan hanging indentnya.
- Cara penulisan daftar pustaka yang ditulis oleh lebih dari satu orang, ada sedikit perbedaan dibandingkan penulisan di atas. Perbedaan itu terletak pada tahun terbit; cara penulisan daftar pustakanya adalah diapit dengan tanda kurung.
Misalnya:
Suteja, B.R., Sarapung, J.A, & Handaya, W.B.T. (2008). Memasuki Dunia E-Learning, Bandung: Penerbit Informatika.
WS, Don., Emir, Threes., Hadibroto, Cherry. (2005). TAMAN Seri Rumah Asri & Nyaman, PANDUAN PRAKTIS MEMILIKI TAMAN IDAMAN. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
- Untuk pustaka dengan penulis lebih dari tiga orang, cara penulisan daftar pustakanya tidak disebutkan seluruh penulis, tapi hanya penulis utama, dan dilanjutkan dengan penulisan dkk. atau et.all. Maka akan tampak sebagai berikut.
Misalnya:
Saukah, A. & Waseso, M.G., dkk. 2002.
Maulana, Risa. & Lesmana, Alex., dkk. 2011
- Apabila rujukan berupa artikel yang termuat dalam sebuah buku kumpulan artikel, cara penulisan daftar pustakanya adalah dengan menyebutkan judul artikel yang dirujuk, serta buku kumpulan artikel yang memuatnya berikut halaman yang memuat.
Misalnya:
Russel, T. 1998. "An Alternative Conception: Representing Representation." Dalam P.J. Black & A. Lucas (Eds.), Children’s Informal Ideas in Science (hlm. 62-84). London: Routledge.
- Untuk rujukan berupa artikel yang dimuat koran, cara penulisan daftar pustakanya adalah dengan mencantumkan nama penulis, tanggal, judul, nama koran/majalah, halaman pemuatan.
Misalnya:
Pitunov, B. 13 Desember, 2002. Sekolah Unggulan ataukah Sekolah Pengunggulan? Majapahit Pos, hlm. 4 & 11.
H. Romli, U.H.M. 27 Agustus, 2011. Saat Paling Tepat Berbuat Baik. Pikiran Rakyat, hlm 1 & 7.
- Untuk berita koran yang tidak mencantumkan nama pengarang, cara penulisan daftar pustakanya adalah dengan diawali nama koran, tanggal terbit, judul berita, dan halaman pemuatan.
Misalnya:
Republika. 12 April, 2010. Cina Menguat di IMF, hlm. 3.
Pikiran Rakyat. !6 Oktober, 2011. Kecil-kecil Jadi Juara Inaicta 2011. hlm. 1 & 13.
- Untuk rujukan berupa dokumen resmi negara, cara penulisan daftar pustakanya adalah dengan diawali nama direktorat, tahun terbit, nama dokumen, dan departemen terkait.
Misalnya:
Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. 1978. Pedoman Penulisan Laporan Karya Ilmiah. Jakarta: Depdikbud.
Dinas Kebudayaan dan Pariwisata. 2011. Membedah Sejarah Aceh. Aceh: Disbudpar
- Untuk rujukan berupa makalah seminar dan lokakarya, cara penulisan daftar pustakanya adalah dengan mencantumkan nama penulis, tahun penulisan, judul, penyajian makalah, lembaga, dan tanggal.
Misalnya:
Waseso, M.G. 2001. Isi dan Format Jurnal Ilmiah. Makalah disajikan dalam Seminar Lokakarya Penulisan Artikel dan Pengelolaan Jurnal Ilmiah, Universitas Lambungmangkurat, Banjarmasin , 9-11 Agustus.
- Untuk rujukan berupa artikel online, cara penulisan daftar pustakanya adalah dengan mencantumkan tanggal akses.
Misalnya:
Kumaidi. 1998. Pengukuran Bekal Awal Belajar dan Pengembangan Tesnya. Jurnal Ilmu Pendidikan. (Online), Jilid 5, No. 4, (http://www.malang.ac.id, diakses 20 Januari 2000).
- Untuk rujukan berupa kaset video dan film, cara penulisan daftar pustakanya adalah dengan mencantumkan nama produser, tahun, judul, produser, negara, dan durasi.
Misalnya:
Oldfield, B. (Producer) 1977. On the edge of the forest. Tasmanian Film Corporation. Hobart, Austraalia,. 30 mins.
Demikianlah kurang lebih cara penulisan daftar pustaka yang sesuai dengan pedoman KBBI. Cukup, mudah, bukan? Adapun penulisan tersebut biasanya disusun dengan urutan abjad dari nama masing-masing jenis tersebut.
Cara penulisan daftar pustaka sebenarnya tidaklah begitu sulit, asalkan Anda rajin berlatih. Apalagi jika Anda terbisa membuat sebuah karya ilmiah, cara penulisan daftar pustaka ini tentu akan sangat mudah dilakukan.
Bagi Anda yang tengah mencari pembahasan ini, kini saatnya Anda untuk mengaplikasikan panduan atau pembahasan tentang cara penulisan daftar pustaka ini dalam karya ilmiah yang tengah Anda buat. Semoga bermanfaat.

