Cari Permainan Tradisional Yuk!
Play Station, Game Boy Advance, Time Zone, dan Tamiya!! Mungkin kita sudah sangat familiar dengan beberapa jenis permainan modern yang disebutkan tersebut. Ya, siapa sih yang tidak tahu Play Station (PS). Semua orang dari segala jenis usia dan jenis kelamin juga sudah tahu dan sangat familiar dengan yang namanya PS. Tinggal Cari Permainan tersebut di toko mainan pasti telah tersedia.
Tapi bagaimana bila ada pertanyaan “taukah kamu jenis-jenis permainan tradisional?”. Pasti sebagian besar jawabannya adalah “tidak”. Sungguh ironi, padahal permainan tradisional adalah salah satu warisan budaya bangsa. Permainan tradisional juga banyak mengajarkan filosofi tentang kehidupan.
Coba, kita cari permainan tradisional yang memiliki filosofi kehidupan:
Petak Umpet
Cara bermainnya yaitu: satu orang sebagai penjaga (yang mencari) dan yang lainnya menjadi yang dicari (yang bersembunyi). Biasanya ditentukan waktunya. Misalnya bila hingga waktu sudah habis ternyata belum bisa menemukan juga, maka penjaga akan kalah dan bertugas menjaga kembali. Permainan ini mengajarkan strategi dan ketelitian.
Lompat Tali
Permainan ini dijaga oleh dua orang sebagai pemegang tali. Kelompok yang tidak kebagian memegang tali bertugas melewati rintangan berupa tali yang ketinggiannya berubah-ubah, mulai dari yang paling pendek hingga tinggi. Permainan ini mengajarkan bahwa manusia akan selalu mengalami rintangan sepanjang hidupnya dan semakin usia bertambah ujian juga akan semakin bertambah. Bagi anak-anak yang masih dalam taraf pertumbuhan, permainan ini bisa merangsang pertumbuhan tulang.
Ding
Di Jawa disebut dengang “ding” atau “engklek”. Cara bermainnya sangat mudah, yaitu dengan menggambari tanah dengan kotak-kotak berbentuk persegi. Bentuk kotak-kotaknya ada bermacam-macam. Pemain disuruh lewat di kotak-kotak tersebut dengan menggunakan satu kaki. Oya, pemain juga wajib memiliki “ginco” atau semacam kunci agar bisa melewati area permainan. “Ginco” tersebut bisa berupa potongan-potongan ubin atau potongan-potongan genteng yang sudah tidak terpakai. Permainan ini mengajarkan tentang kesabaran dan strategi juga kejujuran.
Dakon
Di Jawa, permainan ini juga disebut “dakon”. Dakon adalah jenis permainan yang tidak membutuhkan gerak fisik terlalu banyak seperti ketiga jenis mainan sebelumnya. Yang dibutuhkan adalah kotak-kotak kecil dan koin atau biji buat. Cara memainkannya adalah, setiap pemain yang terdiri dari dua orang wajib mengisi rumah mereka dengan biji buah tersebut sebanyak-banyaknya. Pemain yang paling banyak mengisi rumahnya dengan biji buah akan menjadi pemenang. Permainan ini mengajarkan murni strategi, yaitu strategi untuk menang dengan cara yang transparan dan tidak curang.
Begitu banyak ternyata permainan-permainan tradisional yang banyak mengajarkan nilai-nilai kehidupan. Barangkali, permainan tradisional tersebut wajib kita perkenalkan kepada anak-anak kita kelak.






