Ingin Mandiri? Cari Rumah Kontrakan!
Ilustrasi cari rumah kontrakan
Pasangan muda yang baru menikah kerap dihadapkan pada kondisi unik. Setelah menikah akan tinggal di rumah orangtua istri atau suami atau mencoba hidup mandiri dengan mencari rumah kontrakan.
Tinggal di Rumah Orang Tua
Tinggal di rumah orangtua atau mertua tentu memberikan beberapa keuntungan. Pertama, kita tidak akan dibebani masalah yang sifatnya administrasi bulanan, seperti bayar cicilan rumah, gaji pembantu, uang listrik, atau Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).
Gaji atau pemasukan yang kita terima, bisa dialokasikan pada belanja kebutuhan bulanan, tabungan atau investasi. Bagi Anda dan pasangan yang memiliki bayi atau anak yang masih kecil, keberadaan Anda di rumah orangtua istri atau suami tentu memberi keuntungan lain. Jika Anda berdua statusnya adalah pekerja, tak perlu khawatir siapa yang akan merawat, menjaga bayi atau anak selama kalian bekerja; tentu nenek dan kakeknya.
Tapi, kondisi ini bagi sebagian pasangan bisa jadi merugikan. Hidup serumah dengan mertua pada beberapa kasus malah menimbulkan kontradiksi. Seperti hubungan yang tidak harmonis antara mertua dan menantu, mertua yang dominan, dan ketidaknyamanan yang timbul dari permasalahan komunikasi.
Banyak sekali konflik yang dapat timbul dari kehidupan pasangan suami istri yang masih menumpang di rumah orang tua. Orang tua terkadang masih suka untuk ikut campur terhadap apa pun yang ada di kehdiupan rumah tangga anaknya.
Pasangan suami istri ini seakan tak dapat memutuskan segala apa yang ada di kehidupan rumah tangganya. Karena memang campur tangan orang tua ini tak dapat dielakkan.
Atau, ketika terjadi konflik antara suami dan istri, justru orang tua malah menambah konflik tersebut menjadi lebih runyam. Orang tua tak berusaha untuk menjadi penengah atau peredam masalah dan konflik yang dihadapi oleh anaknya namun justru menyulut api untuk berkobar lebih membara.
Ingin Mandiri
Di sisi lain, "nyaman" tinggal di rumah orangtua atau mertua membuat kita menjadi kurang mandiri. Padahal, tidak selamanya kita akan bernaung di bawah atap rumah orangtua atau mertua. Ketika Anda memutuskan menikah, orangtua sebetulnya sudah ikhlas "melepas" Anda atau pasangan Anda.
Hidup mandiri menuntut kita untuk bisa mengatur segala sesuatu sesuai dengan kemampuan kita. Bagi mereka yang secara ekonomi sudah mapan dan siap, tentu tidak menjadi masalah untuk tinggal terpisah dari orangtua/mertua. Membeli rumah dengan uang sendiri sudah banyak dilakukan pasangan dengan taraf ekonomi macam ini. Kadang-kadang, orangtua/mertua yang malah ikut diboyong untuk tinggal bersama.
Tapi, bagi mereka yang pendapatannya serba ngepas mungkin agak sulit melakukan ini. Jika keinginan untuk mandiri itu ada, tidak perlu khawatir. Jika kita belum siap untuk membeli atau kredit rumah, mencari rumah kontrakan adalah opsi paling memungkinkan bagi Anda. Tidak bisa beli, ngontrak pun jadi!
Keinginan untuk mandiri dan memiliki rumah tersendiri dan terpisah dari rumah orang tua ini tentunya memang banyak dihinggapi oleh beberapa pasangan suami istri. Karena memang selain rasa mandiri yang akan ada di dalam jiwa pasangan suami istri ini, kehidupan mereka sebagai suami istri akan benar-benar menjadi kehidupan mereka sendiri.
Segala hal yang ada di dalam rumah tangga kita, hanya kita yang tahu. Segala permasalahan pun juga demikian, hanya kita yang tahu dan kita sendirilah yang akan memutuskan solusi pemecahannya tanpa ada campur tangan dari orang lain termasuk orang tua atau pun mertua.
Untungnya Rumah Kontrakan
Bagi sebagian pasangan yang masih belum mampu untuk menguasahakan untuk membeli atau membangun rumah sendiri, pilihan untuk mencari rumah yang dikontrakan adalah salah satu pilihan yang bijaksana.
Mengontrak rumah memberi peluang kita untuk fleksibel. Dari segi lokasi misalnya, dimungkinkan untuk mencari rumah kontrakan yang dekat dengan tempat kerja anda atau pasangan anda. Coba bandingkan dengan membeli rumah, susah sekali mendapatkan rumah yang lokasi berdekatan dengan tempat kerja.
Harga rumah kontrakan pun bisa disesuaikan dengan kantong Anda. Ingin agak mewah tentu biaya kontrakan yang dikeluarkan pun besar dan sebaliknya jika rumah yang ditempati sederhana. Kita juga bisa memilih lamanya mengontrak, per enam bulan, satu tahun bahkan dua tahun.
Kita tidak dipusingkan dalam urusan perbaikan rumah jika mengontrak, karena ini tanggung jawab sang pemilik rumah. Satu hal penting, mengontrak rumah memungkinkan kita belajar me-manage segala sesuatu. Mulai dari keuangan hingga hubungan kemasyarakatan. Selama ngontrak kita mempersiapkan diri, mencari informasi, mempersiapkan tabungan, hingga akhirnya percaya diri untuk memutuskan membeli rumah sendiri!
Keuntungan dari mengontrak rumah adalah terbebas dari belenggu orang tua atau mertua. Bagi yang selama ini masih hidup di dalam rumah mertua, akan merasakan perasaan lain ketika sudah mampu keluar dari rumah tersebut. Salah satu perasaan tersebut tentunya adalah bebas.
Betapa tidak? Selama ini ketika berada di rumah mertua maka semuanya akan serba sulit. Mau melakukan sesuatu hal tidak begitu bebas, ada perasaan sungkan kepada mertua. Tidak hanya itu, ketika anda sedang tidak bekerja pun masih sungkan jika terlalu lama berada di dalam rumah.
Setiap hari dan setiap waktu akan selalu bertemu dengan orang tua atau mertua yang setiap saat seakan bertanya-tanya pada kita. Tentu saja ada perasaan agak tertekan ketika semua itu terjadi pada orang yang memiliki status menantu sedangkan dia sendiri masih numpang di rumah orang tua.
Keuntungan lainnnya yang bisa diperoleh ketika pasangan suami istri memutuskan untuk mengontrak rumah dan pergi dari rumah mertua adalah masalah privasi. Mungkin ketika berada di dalam rumah mertua banyak sekali privasi yang harus dijaga sedemikian rupa karena selalu ada mata yang mengawasi.
Adabaiknya ketika seorang yang baru menikah untuk langsung mengontrak rumah dan tidak tinggal di rumah mertua atau orang tau. Ketika orang masih baru menikah maka banyak sekali hal yang ingin dilakukan terutama yang menyangkut privasi.
Seseorang tentu ingin bercanda dan berkasih mesra dengan istri atau suami tercinta. Apalagi jika keduanya baru saja menyandang sebagai pasangan baru yang baru memulai menempuh hidup berumah tangga.
Candaan dan berkasih mesra yang tidak bisa dilakukan di depan mertua. Tentu saja akan ada perasaan malu dan sungkan ketika sedang enak-enaknya bercanda atau bermesraan tiba-tiba muncul mertua di belakang. Tentu pasti akan membuat orang salah tingkah dan tidak bisa berkata apa-apa.
Apalagi tiap ketemu sama mertua pasti akan ada perasaan malu meskipun hal tersebut sudah berlalu. Belum lagi jika ternyata mertua atau orang tua tersebut cerewet, pasti akan menegur dan mengomel atas perbuatan yang telah kita lakukan tersebut.
Meskipun tujuannya adalah baik tetapi jika disampaikan secara langsung apalagi jika orang tua atau mertuanya cerewet maka bisa lain penangkapannya.Adaperasaan dongkol dan marah ketika itu dilakukan oleh mereka yang sebetulnya hanya berbuat untuk kebaikan bersama saja.
Di rumah mertua juga tidak bisa bebas melakukan kegiatan suami istri.Adasaat dimana keingnian untuk melakukan hubungan suami istri harus ditahan karena lagi-lagi merasa sungkan dan tidak enak masih ada mertua atau orang tua.
Tentu saja hal tersebut akan lain jika Anda berada di rumah kontrakan yang notebene milik pribadi meskipun stasusnya ada sewa. Di rumah kontrakan bisa melakukan hubungan suami istri dimanapun dan kapanpun yang diinginkan. Semuanya bisa dilakukan karena di dalam rmah tersebut hanya ada Anda berdua.
Kelemahan Rumah Kontrakan
Tidak selamanya rumah kontrakan itu indah, ada beberapa hal yang harus diperjuangkan agar keindahan itu bisa diraih. Salah satu hal yang harus dikeluarkan adalah biaya yang tidak bisa dibilang murah untuk menyewa rumah ketika sudah diputuskan untuk mengontrak rumah.
Bisa mencapai angkata jutaan bahkan belasan juta untuk menyewa rumah dalam waktu setahun saja. Tentu angka tersebut bukanlah angka yang murah mengingat sebagian besar pendudukIndonesiamasih berada di bawah garis kemiskinan dan angka pendapatannya juga masih sedikit.
Itulah beberapa serba-serbi cerita di balik pasangan suami istri yang mencari rumah kotrakan. Mungkin pada awalnya akan begitu banyak pertimbangan sebelum memutuskan untuk pergi dari rumah orang tua atau rumah mertua dan hidup mandiri di dalam rumah kontrakan. Namun, jika memang dijalani dengan benar, hidup mandiri di rumah sendiri walau pun hanya berua rumah kontrakan akan banyak memberikan manfaat bagi pasangan suami istri ini.

