Cek Kehamilan: Kenali Tanda Kehamilan
Ilustrasi cek kehamilan
Bagi wanita yang sudah menikah, memiliki anak adalah hal yang paling dinanti-nantikan.Tanda-tanda umum awal kehamilan adalah tidak datangnya haid dalam siklus rutin.Namun, hal tersebut tentu saja tidak dapat dipastikan secara langsung bahwa seseorang itu telah hamil.Untuk memastikan hamil atau tidak, orang tersebut harus melakukan tes atau cek kehamilan.Cek kehamilan memang perlu dilakukan sedini mungkin, agar dapat dilakukan penanganan yang tepat.
Tanda-Tanda Awal Kehamilan
Jika haid tak kunjung datang dan Anda merasakan sesuatu yang beda pada diri atau fisik Anda, mungkin saja Anda sedang hamil. Berikut adalah sepuluh di antara tanda-tanda yang biasa didapati pada ibu hamil, yaitu:
• Coba perhatikan daerah puting payudara Anda. Biasanya, pada ibu hamil puting payudara akan terasa lebih lembut, tepatnya dalam waktu tiga minggu setelah terjadinya pembuahan. Hal ini terjadi karena adanya perubahan hormon pada tubuh sang ibu.
• Daerah areola berwarna lebih gelap, membesar, dan terasa nyeri jika disentuh. Hal ini terjadi sebagai persiapan untuk ASI bagi calon bayi.
• Terkadang muncul flek yang berwarna pink pada underwear Anda. Sebagian orang akan menganggap flek tersebut adalah haid, namun yang membedakan adalah jangka waktunya yang lebih pendek daripada waktu haid biasa. Flek tersebut terjadi karena pada saat itu embrio sedang menempel pada dinding uterus (rahim).
• Terkadang merasakan kram perut, yang terjadi akibat dinding rahim mengalami kontraksi yang teratur sebagai bentuk adanya penyesuaian terhadap hadirnya embrio dalam rahim Anda.
• Cepat merasa capek atau lelah, karena ketika hamil terjadi perubahan sistem metabolisme dalam tubuh secara signifikan.
• Morning sickness biasanya ditandai dengan gejala mual-mual dan muntah. Walaupun namanya morning sickness, gejala ini tidak hanya terjadi di pagi hari, melainkan juga pada siang dan malam hari. Hal ini dipengaruhi oleh hormon yang memperlambat sistem pencernaan. Perut menjadi lebih lama mengolah dan mengosongkan lambung. Efeknya, Anda akan sering memuntahkan makanan.
• Terjadi peningkatan suhu tubuh yang normalnya 35,5 - 36°C naik menjadi 37 - 38°C. Anda mungkin akan merasa sedikit demam dan tidak enak badan. Peningkatan suhu tubuh yang bertahan lebih dari tiga minggu bisa menjadi petanda awal kehamilan.
• Kebiasaan baru sering buang air kecilterutama pada malam hari yang muncul pada trimester pertama dan terakhir kehamilan.Hal ini terjadi karena meningkatnya peredaran darah di sekitar kandung kemih dan tekanan rahim yang mulai membesar.Begitu rahim keluar dari rongga panggul, keluhan ini akan berkurang.
• Susah buang air besar atau sembelitlazim terjadi pada awal kehamilan. Hormon tambahan yang diproduksi pada masa kehamilan menyebabkan usus halus lebih lentur dan menjadi kurang efisien.
• Haid yang tidak kunjung datang pasti dialami wanita hamil. Haid berhenti karena tubuh Anda mulai memproduksi dan menggunakan progesteron untuk melindungi janin.
Cek Kehamilan
Setelah mengamati tanda-tanda awal kehamilan, segera pastikan apakah anda benar-benar hamil atau tidak.Untuk mengetahui apakah Anda benar-benar hamil atau tidak, sebaiknya uji dengan tes kehamilan yang dapat dilakukan dengan beberapa cara, antara lain:
• Test Urine
Test ini merupakan yang paling lazim dan banyak digunakan oleh para ibu. Karena selain mudah dan sederhana, test urine ini juga dapat dilakukan oleh sendiri tanpa perlu bantuan ahli. Inti test kehamilan adalah untuk mengetahui kadar HCG (Human Chorionic Gonadotropin) yaitu suatu hormon yg dihasilkan embrio saat terjadinya kehamilan yg akan meningkat dalam urin dan darah seminggu setelah konsepsi.
Hormon tersebut dilepaskan ke dalam darah ibu yang mengalir mengitari ovum, lalu terbawa menuju indung telur.Hal tersebut mengakibatkan peningkatan progesterone yang berfungsi menahan haid berikutnya.
HCG mencapai tingkat produksi maksimum saat usia kehamilan 12 minggu, sementara plasenta berkembang dan mejadi lebih aktif. HCG dikeluarkan oleh ginjal ibu dan dapat dideteksi dalam darah dan urine, pada minggu-minggu awal kehamilan. Keberadaan hormon inilah yang menjadi dasar test kehamilan.
Jenis-jenis test urine:
• Test Pack (Pengetesan sendiri)
Test pack adalah salah satu dari sekian banyak alat tes kehamilan yang praktis dan lebih pribadi, karena anda tidak perlu repot pergi ke laboratorium untuk memeriksa kehamilan. Alat yang biasa disebut home pregnancy test (atau test pack) ini banyak dijumpai di toko, supermarket, atau apotek dengan harga yang variatif.
Mudahnya, kita sebagai kaum wanita bisa langsung menguji kehamilan sendiri dan mengetahui apakah sang buah hati akan hadir atau tidak melalui hasil test pack.
Bentuk alat tes kehamilan (test pack) ada dua macam, yaitu strip dan compact.Bedanya, bentuk strip harus dicelupkan ke urine yang telah ditampung atau disentuhkan pada urine waktu buang air kecil. Untuk compact sudah ada tempat untuk menampung urine yang akan diteteskan.
Kemunculan satu atau dua garis merah setelah alat tes kehamilan (test pack) bersentuhan dengan urine,mengisyaratkan bahwa test pack dilakukan dengan benar karena test pack mendapatkan urine yang cukup. Sebaliknya, jika tidak muncul garis merah bisa saja diakibatkan oleh kelalaian pemakai.
Oleh karena itu penting bagi seseorang yang baru pertama kali menggunakan alat tes kehamilan (test pack) untuk mengikuti petunjuk penggunaan.Jika garis pertama sudah muncul, kemunculan garis kedua menyatakan bahwa seseorang positif hamil.
Untuk hasil yang akurat, perhatikan mengenai cara penggunaannya yang biasa tercantum dalam kemasan, masa kadaluarsa dan tingkat akurasi dari alat test tersebut.
• Test Slide
Pada rumah bersalin atau klinik, tes urine dilakukan dengan menggunakan slide kaca.Setetes urine dicampur degan setetes antiserum, lalu ditambahkan dengan setetes latex suspension. Bila HCG terdapat dalam urine, hormon itu akan dinetralkan oleh antiserum, tak ada reaksi dengan latex suspension dan larutan seperti susu akan tertinggal di atas slide. Bila tidak terdapat HCG, maka antiserum akan bereaksi dengan latex membentuk semacam biji-bijian
• Test Laboratorium
Untuk test ini anda cukup mengirimkan contoh urine ke laboratorium terdekat atau melalui dokteranda. Harganya tentu berbeda-beda dan lama hasilnya pun akan berbeda. Keunggulan dari test ini tentunya keakuratan hamipr mendekati 100% dan urine yang diambil tidak tergantung waktu pengambilannya.
Cara Pengambilan Urine
Sebaiknya test dilakukan pada contoh urine yang anda keluarkan pertama kali pada pagi hari, karena pada saa itu urin mengandung konsentrasi HCG yang tertinggi dibanding saat lainnya. Sebaiknya anda tidak minum atau buang air kecil di malam hari, juga hindari minum di pagi hari sebelum mengamil urine anda. Karena urine akan menjadi encer dan HCG sulit untuk dideteksi. Letakkan contoh dalam wadah yang bersih, ingat jangan ada noda sabun atau detergen.Lalu simpan dalam botol atau toples kecil, hingga saatnya diuji.
• Tes Darah
Terdapat dua jenis tes darah yang digunakan dokter untuk memeriksa kehamilan, yakni kualitatif dan kuantitatif.HCG dapat terdeteksi lebih awal melalui Tes darah dibanding tes urin.Tes darah dapat mendeteksi kehamilan sekitar enam sampai delapan hari setelah Anda berovulasi (melepaskan sel telur dari ovarium).
Tes darah kuantitatif atau disebut juga tes beta HCG dapat menunjukkan berapa tepatnya kadar HCG dalam darah Anda bahkan saat kadarnya masih sedikit. Tes darah kualitatif hanya akan menunjukkan apakah ada HCG atau tidak. Jenis tes darah ini memiliki akurasi yang sama dengan tes urin.
• Pemindaian ultrasound (ultrasound scans)
Ultrasound atau ultrasonografi adalah penggunaan gelombang suara frekuensi tinggi untuk melihat ke dalam rongga perut dan menampilkan citra janin di layar monitor. Tes ini biasanya dilakukan di ruang praktik dokter atau di rumah sakit bersalin.
Sebelum tes dilakukan, anda diminta untuk meminum air dalam jumlah yang banyak agar kandung kemih yang penuh mendorong uterus ke depan, sehingga citra janin tampil di layar. Perut akan dilumuri jeli dan sebuah alat pemantau digerakkan perlahan menyusuri area tersebut. Komputer akan menerjemahkan gema suara menjadi gambar video. Tes ini berlangsung kira-kira setengah jam.
Ultrasound dapat mendeteksi kantong amniotik (ketuban) pada kehamilan usia 6 minggu dan embrio 7 minggu. Kemudian dilakukan lagi antara minggu ke 12 dan 14 masa hamil. Tes dilakukan untuk menentukan usia, laju pertumbuhan dan posisi yang tepat dari janin dan plasenta, mendeteksi ketidaknormalan, serta melihat apakah anda mengandung lebih dari satu bayi.

