logo anne ahira
Cari Artikel:  
Siapa Anne Ahira
Asian Brain Support

AnneAhira.com    Busana & Aksesoris    Pakaian    Pakaian Dalam    Celana Dalam

Mengenal si Celana Dalam Lebih Jauh

Oleh: AnneAhira.com Content Team

Selama ini kita selalu malu menyebut-nyebut kata celana dalam. Kita tertawa geli, kita tersipu, bahkan kita menaruhnya di bagian terdalam lemari pakaian kita. Padahal celana dalam adalah hal yang terdekat dengan kita.

Kita selalu menggunakan celana dalam dulu sebelum menggunakan pakaian lain. Yah, mungkin kecuali Superman, yang selalu menggunakan celana dalamnya di luar. Jika Anda berpikir celana dalam sudah dari sananya berbentuk seperti itu, Anda salah. Celana dalam  mengalami berbagai perubahan sejak pertama kali diciptakan. Siapa sesungguhnya yang menciptakan celana dalam?

Sejarah Celana Dalam

Manusia purba tak pernah memakai celana dalam. Mereka terlalu sibuk berburu atau mempertahankan diri. Baru setelah mereka berpindah ke daerah yang lebih dingin dan ingin menyembunyikan bagian paling rahasia mereka. Manusia purba menciptakan cawat yang terbuat dari kulit, yang dipakai di antara kaki dan diikat di pinggang. Semacam popok bayi. Kemudian setelah mereka mengetahui cara membuat kain, mereka pun membuat cawat dari kain.

Pada abad pertengahan, wanita di Eropa menutup cawat mereka dengan bahan kasar untuk menghangatkan tubuh. Laki-laki memakai rok panjang yang terbuat dari wol atau kain linen yang kasar. Mereka juga memakai legging. Pada abad ke 15, petarung menggunakan legging khusus untuk melindungi bagian tubuhnya tersebut dari baju zirah mereka yang terbuat dari besi. Sementara itu Samurai dari Jepang menggunakan cawat yang hingga kini masih digunakan oleh pemain Sumo.

Pada abad ke 16, orang Inggris jarang mencuci celana dalam sehingga banyak kutu busuk atau binatang lain yang hidup di celana dalam mereka. Eww…!

Pakaian Dalam Wanita

Pada jaman Ratu Elizabeth I (1533-1603) bertahta, diciptakan pakaian dalam untuk wanita yang dipasangi bantalan. Bantalan ini yang membuat gaun melebar seperti kurungan ayam. Pada akhir abad 18, wanita muda mulai menggunakan celana dalam berenda-renda. Lambat laun celana dalam berenda ini makin pendek dan pendek, hingga kini menjadi seukuran celana dalam yang sekarang banyak ditemui.

Masuk abad 20, wanita mulai menyukai kegiatan di luar rumah. Mereka bersepeda, bermain tenis, berdansa. Maka diciptakan korset yang tujuannya untuk melindungi payudara wanita. Seiring waktu, korset pun berubah menjadi bra. Tahun 1920an, stoking yang terbuat dari sutra sangat populer. Namun pada 1930an, mendapatkan sutra sangat sulit, sehingga pada 1939 perusahaan DuPont memperkenalkan sutra buatan yang dinamakan ‘nilon’. Pada saat Perang Dunia II pecah, nilon digunakan untuk membuat parasut dan tenda.

Celana Dalam Sekarang

Celana dalam kini muncul dalam berbagai warna dan ukuran. Tak sulit menemukan celana dalam yang kita inginkan. Masih sama seperti jaman dulu, celana dalam masih tetap menjadi bahan tertawaan jika terlihat ketika rok tersingkap, atau ketika celana jeans turun. Namun bagaimanapun, celana dalam tetap menjadi bagian yang terdekat dengan kita. Siapapun tak bisa hidup tanpa celana dalam, kan?

Tolong SHARE
artikel ini
Share
Share
Nama:
Email:
Komentar:
    
Catatan : Gunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, jangan menggunakan terlalu banyak singkatan seperti SMS. Setiap komentar memerlukan persetujuan moderator.

Anne Ahira - Asian Brain on Facebook
Artikel Terkait
  • Memilih Celana Dalam Perempuan
  • Belanja Celana Dalam Online
  • Mengenali Celana Dalam Pria
  • Tips Bisnis Celana Dalam
  • Aneka Pilihan Pakaian Dalam
  • Model Celana Dalam - Fashion Penting yang "Tak Kelihatan"
Share

facebook

Twitter

Linkedin


Beranda | Kontak Kami | Privacy | Artikel Sitemap | Sitemap | RSS Feeds | Bisnis Online

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA