logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Busana & Aksesoris    Pakaian    Pakaian Kerja

Celana Kerja Bengkel yang Aman


Ilustrasi celana kerja

Dalam hidup, Anda harus bekerja. Bekerja menjadi salah satu sarana agar dapat survive dalam hidup. Dan, keselamatan dalam bekerja hal penting yang harus diperhatikan. Keselamatan kerja menjadi pola kerja yang aman. Untuk hal tersebut, maka pakaian kerja yang dikenakan harus sesuai dengan jenis dan tingkat resiko pekerjaan Anda.

Pekerjaan di mana pun tempatnya akan mempunyai resiko tersendiri yang mengancam keselamatan dan kesehatan dari para pekerja. Hendaknya setiap pekerja berhati-hati dan berwaspada terhadap kecelakaan saat memasuki ruangan kerja. Tentu kecelakaan kerja dapat disebabkan oleh keteledoran dan ketidakpatuhan terhadap aturan yang telah ditetapkan. Kadangla banyak kecelakaan kerja yang disebabkan oleh kesalahan dari para pekerja sendiri.

Pakaian kerja yang dimaksudkan adalah baju kerja dan celana kerja. Tentunya pakaian kerja ini menjadi syarat bagi keamanan dalam bekerja. Misalnya, untuk pekerjaan di bengkel yang mempunyai tingkat resiko kecelakaan tinggi. Resiko kecelakaan dapat ditekan dengan sikap yang patuh pada rambu-rambu K3.

Pengalaman telah banyak mengajarkan kepada Anda bahwa banyak kecelakaan kerja karena tidak memperhatikan pakaian kerja, khususnya celana kerja. Seperti diketahui, pakaian kerja dipola sedemikian rupa sehingga terlihat ringkas dan nyaman serta nyaman. Sementara untuk bekerja di bengkel, kadangkala celana kerja difungsikan juga sebagai tempat membawa beberapa alat yang urgen untuk jenis pekerjaan.

Dalam konteks penggunaan celana kerja sebagai tempat membawa alat kerja inilah yang seringkali justru menjadi penyebab kecelakaan kerja. Celana kerja yang seharusnya menjadikan diri nyaman dan aman saat bekerja, tetapi karena penyalahgunaan fungsinya, maka dapat memicu kecelakaan.

Hal ini karena seringkali karena keteledoran, sehingga dapat mencelakakan. Salah satu bentuk keteledoran tersebut tidak lain adalah memanfaatkan celana kerja untuk keperluan lainnya, misalnya sebagai tempat membawa alat kerja.

Teledor Menyebabkan Celaka

Dalam konsep keselamatan dan keamanan kerja (K3) dikatakan bahwa salah satu penyebab terbesar kecelakaan kerja adalah keteledoran pekerja. Banyak orang yang mengalami kecelakaan saat bekerja keteledorannya, termasuk dalam hal ini tidak mempergunakan pakaian kerja yang aman. Apalagi jika kualitas kerja tergolong berat dan beresiko besar,  pakaian kerja dalam hal ini celana kerja diharapkan dapat menjadi salah satu alat pencegah kecelakaan kerja.

Maka Anda harus selalu memperhatikan segala hal agar tidak gampang terjebak dalam sebuah kondisi yang riskan atas kecelakaan kerja. Begitu juga halnya ketika Anda mempergunakan celana kerja saat bekerja. Walaupun celana kerja ini dilengkapi dengan sekian buah saku, tetapi setidaknya celana kerja bukanlah lemari alat.

Oleh karena itu, Anda tidak boleh terlalu banyak membawa alat di saku celana kerja. Akibatnya, gerakan kaki terasa lebih berat dan tidak dapat lincah. Kondisi ini sangat riskan sebab jika terjadi sesuatu, maka respon Anda menjadi lamban.

Jika teledor dan terjebak pada satu sikap ini, maka seringkali tanpa sadar melakukan sesuatu yang sebenarnya diketahui bahwa hal tersebut salah, tetapi tetap saja dilakukan. Sebagaimana ketika mempergunakan celana kerja untuk membawa berbagai macam alat kerja sehingga hal tersebut menjadi sumber kecelakaan kerja.

Celana kerja yang seharusnya menjadi pengaman tubuh bagian kaki ternyata dimanfaatkan untuk membawa peralatan. Padahal, jika ingin membawa peralatan, maka ada tool box yang memang untuk tempat alat-alat. Seringkali orang berpikir dengan membawa peralatan di celana kerja, maka segalanya akan lebih praktis.

Bagaimana Celana Kerja yang Nyaman dan Aman?

Mungkin Anda bertanya-tanya, model celana yang bagaimana lagi agar tidak mengalami kecelakaan kerja? Kan semua celana yang seperti itu! Celana yang bagaimanakah yang dapat dijadikan sebagai celana kerja yang aman?

Sebenarnya, celana kerja itu bukan sesuatu yang aneh. Celana ini sebagaimana celana yang lainnya. Kalaupun ada perbedaan pada celana kerja ini, secara prinsip tidak begitu nyata. Pada dasarnya, celana kerja adalah  untuk keamanan dan kenyamanan tubuh, tungkai kaki Anda dari ancaman kecelakaan yang dapat terjadi pada saat bekerja. Untuk hal tersebut, setidaknya ada beberapa hal yang perlu diperhatikan terkait celana kerja ini, yatu:

1. Celana kerja terbuat dari bahan yang lebih kuat

Kondisi ini terkait dengan kemungkinan penggunaan celana untuk kondisi kerja yang spesifik. Celana kerja harus lebih kuat sebab ada kemungkinan celana ini harus digunakan di tempat-tempat yang gampang menggores. Jika celana kerja terbuat dari bahan biasa, ada kemungkinan robek saat tergores dan hal tersebut  merupakan ancaman tersendiri.

Pekerjaan di bengkel seringkali memaksa seorang teknisi untuk berada dalam kondisi yang tidak wajar, misalnya seperti berada di bawah bagian mobil saat perbaikan. Tentu saja bila bahan kain yang dipakai membuat pakaian kerja tipis atau tidak kuat, akan gampang robek dan rusak. Untuk itu penting bagi seorang teknisi memilih bahan pakaian yang kuat.

Selain dari standar bahan kain yang kuat, pemilihan warna juga sangat urgen untuk diperhatikan. Warna yang terang sebaiknya dihindari dalam  pembuatan pakaian kerja di bengkel. Sebab warna cerah seperti putih atau kuning akan gampang kotor terkena berbagai zat dalam bengkel. Seharusnya warna yang dipilih adalah warna yang cukup gelap atau tidak terlalu cerah semisal warna biru dan hijau.

Pakaian kerja di bengkel sebaiknya dibuat seragam, agar kekompakan tim kerja dapat terjaga. Selain itu biaya pembuatan pakaian akan lebih hemat bila dikerjakan secara borongan.

2. Celana kerja harus dipola sederhana dan nyaman

Sebenarnya, pola celana kerja tidak berbeda dengan celana harian, tetapi dalam hal ini, celana kerja dibuat sederhana, tidak terlalu banyak aksesori dan dilengkapi dengan beberapa saku untuk keperluan. Disamping itu, celana harus nyaman, artinya pada saat memakai celana ini, pekerja merasa nyaman dan tidak tersiksa. Dengan demikian, maka celana tidak boleh terlalu ketat, juga tidak boleh terlalu longgar.

3. Celana kerja diusahakan tanpa sabuk pengikat

Sabuk pengikat yang dipasang di celana mempunyai dua fungsi, yaitu sebagai pemanis dan sebagai pengikat celana agar tidak melorot serta digunakan sebagai pembatas antara pakaian atas dan bawah. Itu jika yang dipakai celana biasa. Tetapi, untuk celana kerja, lebih baik tanpa sabuk pengikat pinggang. Hal ini karena sabuk ini dapat membahayakan pemakainya, apalagi jika bekerja di lingkungan mesin yang berputar cepat.

Bekerja atau belajar di sebuah bengkel memang mengasyikkan bagi mereka yang hobi terhadap bidangnya. Namun sering dijumpai banyak pekerja di bengkel yang mendengarkan alat musik saat bekerja, sebenarnya hal ini boleh saja dilakukan namun dapat juga mendatangkan kerugian. Bengkel seharusnya tempat yang tenang tanpa gangguan suara apapun selain dari alat atau mesin yang digarap, ini berguna untuk meningkatkan kewaspadaan para pekerja apabila terjadi sesuatu yang berbahaya.

Sekian ulasan singkat mengenai cara memilih pakaian bengkel yang tepat dan aman bagi pembaca. Semoga banyak bermanfaat dan mari kerja di bengkel!

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Memilih Model Baju Kantor Wanita yang Tepat
  • Aneka Seragam, Dari Sekolah Sampai Pesta
  • Baju Seragam - Identitas Pekerja dan Simbol Keindahan
  • Pakaian Pelindung Kerja sebagai Pelengkap K3
  • Pentingnya Seragam Kerja
  • Tips-tips Tentang Busana Kerja Wanita
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA