Celana Pendek Wanita, Antara Tren dan Norma

Celana Pendek Wanita atau hot pant, sekarang ini banyak dipilih oleh para wanita, khususnya remaja putri sebagai pakaian kesehariannya. Sehingga tak jarang di setiap sudut Anda bisa melihat wanita yang berlenggang santai dengan menggunakan jenis busana tersebut.
Dengan menggunakan celana pendek, seorang perempuan akan terlihat makin seksi. Terutama jika memiliki bentuk kaki, khususnya paha, yang indah dan menarik. Sehingga, banyak perempuan yang sekarang ini berlomba-lomba untuk memperpendek ukuran celana mereka dengan tujuan agar terlihat lebih seksi dibanding yang lain.
Sisi Budaya
Dari sudut pandang budaya, pemakaian celana pendek oleh perempuan mungkin dianggap sebagai sebuah tren yang suatu saat akan menghilang. Sebagaimana dulu tren celana cut bray yang kini sudah mulai ditinggalkan.
Sehingga ada anggapan bahwa pemakaian celana pendek oleh perempuan di berbagai tempat, adalah sebuah kelumrahan. Sebab hal ini hanyalah sebuah tren berbusana semata dan tidak perlu dikaitkan dengan masalah lainnya. Karena suatu saat tren seperti ini pasti akan menghilang dan berganti dengan busana lain.
Sisi Norma
Sementara ada sebagian orang berpendapat bahwa perempuan menggunakan celana pendek adalah menyalahi norma ketimuran. Apalagi bagi perempuan Indonesia, paha masih dianggap sebagai bagian dari tubuh yang tidak sopan untuk dipertontonkan kepada orang lain. Apalagi di tempat umum.
Masyarakat Indonesia yang masih memandang busana sebagai cerminan perilaku, belum sepenuhnya mampu menerima tren busana perempuan ini. Mungkin bagi masyarakat perkotaan, melihat perempuan berbusana menggunakan celana pendek, akan dianggap sebagai hal biasa. Terkait dengan jumlah pemakai jenis pakaian tersebut.
Namun, bagi masyarakat pedesaan, hal tersebut masih dipandang sebagai sesuatu yang aneh dan kurang sopan. Sehingga tak jarang hal ini akan menimbulkan sebuah gejolak di tengah masyarakat. Bukan tidak mungkin, hal tersebut juga akan menyebabkan munculnya masalah sosial, seperti tindakan kriminal.
Solusi
Untuk itu, pemakaian celana pendek haruslah bisa disesuaikan tempat dan waktunya. Jangan sampai pemakaian jenis busana yang dianggap tren justru bisa menimbulkan permasalahan yang tidak diinginkan. Selain itu, tak perlu pula terlalu khawatir menyikapi kondisi seperti ini.
Yang lebih diutamakan adalah pemahaman tentang pola perilaku tersebut dan bagaimana menyikapinya. Yaitu dengan mengedepankan logika dan akal sehat, bukan sekadar dengan menerapkan pendekatan represif, atau kekerasan apabila tidak memiliki kesetujuan dengan fenomena yang saat ini berkembang tersebut.






