Cerita Dewasa
The man behind the gun. Begitu juga dengan manfaat ataupun dampak negatif perkembangan teknologi, mestinya ditentukan oleh penggunanya. Hal ini pula yang mungkin dapat diungkapkan ketika Anda mendengar atau membaca di surat kabat tentang pemanfaatan facebook untuk melakukan transaksi sex secara online.
Kabar yang sempat membuat heboh ini berawal dari tayangan televisi tentang adanya praktek prostitusi melalui internet. Setelah itu beberapa media massa cetak pun turut memberitakannya. Namun, praktek semacam ini tampaknya masih berlangsung hingga kini tanpa ada tindakan yang berarti dari aparat yang berwenang. Penyalahgunaan internet untuk melakukan transaksi seks secara online pun menjadi Cerita Dewasa yang semakin mengkhawatirkan.
Kemudahan Teknologi
Website jejaring sosial facebook belakangan menjadi salah satu situs yang paling banyak peminatnya. Bahkan Indonesia termasuk salah satu negara dengan jumlah pengguna facebook terbesar di dunia. Penggunaannya yang mudah dilakukan dan fitur yang lebih baik menjadikan facebook cepat digemari. Tak sedikit pula anak-anak SD yang sudah menggunakan situs jejaring sosial ini.
Untuk dapat memanfaatkan facebook terlebih dahulu Anda harus mendaftarkan diri terlebih dahulu dengan menuliskan nama dan alamat email. Data ini bisa dibuat dengan nama samaran dan alamat email apa saja. Setelah masuk, Anda dapat memajang foto atau image apa saja sebagai identitas. Inipun dapat dilakukan dengan gambar apapun selain foto asli.
Setelah itu, Anda dapat melakukan permintaan terhadap siapa saja yang Anda ingin ajak berkenalan. Tak sedikit pengguna facebook yang memiliki teman dunia maya hingga mencapai ratusan atau ribuan. Dan sebagian besar memang dikenal dan didapatkan langsung dari dunia maya.
Menebar Umpan
Seperti halnya pengguna umumnya facebook, para ‘wanita tuna susila’ di dunia maya inipun mengawali perkenalan seperti layaknya orang yang baru berkenalan. Setelah beberapa kali memasang status dan mengetahui sasarannya dengan jelas, baru mereka memberikan umpan. Tentunya dengan cerita dewasa dan kata-kata yang menjurus.
Apabila umpannya berhasil baru mereka melakukan kesepakatan, baik tentang harganya maupun tempat untuk berkencan. Nah, selanjutnya…. terserah Anda.
Praktek prostitusi terselubung dengan memanfaatkan jejaring sosial facebook, sebenarnya bukan merupakan cara baru. Perkembangan teknologi yang cepat memang memudahkan komunikasi antar personal. Mungkin karena kemudahannya inilah, seringkali terjadi kasus-kasus penyalahgunaan teknologi untuk perilaku menyimpang. Prostitusi, perselingkuhan, dan cerita dewasa lainnya tampaknya masih akan selalu terjadi dari balik bayang-bayang kemajuan teknologi informasi dan komunikasi.
Efek Negatif Cerita Dewasa
Pada zaman sekarang ini, teknologi sudah semakin canggih. Internet menjadi salah satu kecanggihan teknologi. Dengan internet, kita bisa mengakses segala jenis konten, mulai dari berita hangat, cerita lucu, video, hingga cerita dewasa. Ya, cerita dewasa banyak disajikan di internet. Hal ini sangat berbahaya jika diakses oleh anak-anak atau siapa pun tanpa mengawasan yang ketat.
Cerita dewasa berhubungan erat dengan pornografi. Walaupun tidak menampilkan gambar porno dengan intensitas yang banyak, cerita dewasa menonjolkan kata-kata jorok yang berbau seks. Membaca cerita dewasa yang berbau seks akan menyebabkan kecanduan. Kecanduan yang fatal akan berakibat pada penyimpangan seksual atau kecanduan seks yang berlebih. Nah, berikut ini efek negative membaca cerita dewasa khususnya efek bagi anak-anak.
1. Anak Menjadi Korban Kekerasan Seksual
Di negara barat yang memiliki akses intenet lebih luas dan cepat, banyak penderita pedhophilia dan pemburu seks yang memanfaatkan internet untuk mencari mangsanya. Hal ini pun disebabkan banyak cerita dewasa yang berbau seks sehingga membuat kesempatan pelaku untuk berbuat maksiat semakin leluasa. Internet merupakan media yang terbukti nyata sebagai alat yang tepat bagi para pencari kenikmatan seksual.
Semakin sering mengakses cerita dewasa yang berbau seks, akan semakin tinggi tingkat risiko untuk melakukan kegiatan seksual akibat dorongan hasrat seks setelah menbaca cerita dewasa atau menonton video porno. Akibat dari membaca cerita dewasa berbau seks antara lain kekerasan seksual, perkosaan, dan pelecehan seksual.
2. Hubungan Pornografi dengan Perkosaan dan Kekerasan Seksual
Menurut sebuah penelitian, anak di bawah umur 14 tahun yang mengakses pornografi atau cerita dewasa akan lebih banyak terlibat pada praktik penyimpangan seksual. Sedikitnya, lebih dari sepertiga pelaku seksual kepada anak mengaku melakukan pelecehan seksual akibat melihat atau membaca konten pornografi di internet. Mayoritas pelaku pelecehan seksual menggunakan pornografi sebagai rangsangan untuk melakukan aksinya.
Kebiasaan mengonsumsi bahan yang berbau pornografi akan menyebabkan ketidakpuasan terhadap bentuk pornografi yang lembut. Sebaliknya, semakin kuat ingin melihat materi pornografi yang mengandung kekerasan seksual dan pelecehan seksual. Akibat dari membaca cerita dewasa pun bisa mempermudah pelecehan seksual terhadap anak dalam berbagai hal.
3. Pornografi Menyebabkan Penyakit Seksual dan Seks Pranikah
Semakin sering anak-anak mengakses internet yang berbau pornografi, akan semakin membuat mereka mempelajari pesan yang ada di dalam konten pornografi tersebut, yaitu seks di luar nikah. Hal ini disebabkan pornografi atau cerita dewasa menyebabkan terdorongnya ekspresi seksual tanpa tanggung jawab sehingga hal ini akan membahayakan kesehatan anak, misalnya terjadi peningkatan penyakit kelamin pada anak.
Di Amerika Serikat, 1 dari 4 remaja yang telah melakukan hubungan seks di luar nikah menderita penyakit kelamin. Hal ini menghasilkan 3 juta kasus penyakit kelamin pada remaja. Jumlah tersebut meningkat setiap tahunnya.
Penelitian lainnya menunjukkan bahwa laki-laki yang yang sering melihat gambar porno atau menbaca cerita dewasa akan memiliki kecenderungan lebih aktif secara seksual dan selalu sibuk dengan aktivitas seksual yang bermacam-macam. Penelitian menunjukkan bahwa mayoritas pencandu seks didominasi oleh pria sekita 90% dan wanita sekitar 77%.
4. Pornografi Mendorong Anak Melakukan Tindakan Seksual Terhadap Anak Lain
Anak-anak yang sering meniru apa yang dibaca, dilihat, dan didengarnya. Banyak penelitian menunjukkan bahwa pornografi dapat mendorong anak-anak melakukan tindakan seksual seperti yang dibaca, dilihat, dan didengarnya kepada anak yang lebih muda darinya.
Para ahli bidang kejahatan seksual terhadap anak menyatakan bahwa aktivitas seksual pada anak yang belum dewasa selalu memunculkan 2 kemungkinan pemicu, yaitu pengalamamn dan melihat. Hal ini berarti bahwa anak-anak yang menyimpang secara seksual mungkin telah tercemar atau gampang melihat hal-hal seksual melalui pornografi.
5. Pornografi Mempengaruhi Pembentukan Sikap, Nilai, dan Perilaku
Pesan-pesan yang tidak bertanggung jawab merupakan dampak dari pornografi sehingga bisa mengajari anak tentang masalah-masalah seksual. Foto, video, atau pun cerita dewasa yang berbau porno seolah menjadi alat perusak generasi muda. Bahayanya, anak-anak yang telah mengonsumsi pornografi akan menunjukkan perubahan perilaku sang anak.
6. Pornografi Mengganggu Jatidiri dan Tumbuhkembang Anak
Anak-anak yang sudah terkontaminasi oleh pornografi akan terganggu tumbuh kembangnya. Selain itu, jati dirinya pun berisiko terganggu. Normalnya, indentisifikasi seksual terjadi secara berangsur-angsu dari masa anak-anak hingga remaja.
Umumnya, anak-anak tidak memiliki suatu kekuatan seksual alamai hingga menginjak usia 10-12 tahun. Selama perkembangannya, anak-anak khusunya yang mudah terpengaruh pornografi akan mempengaruhi perkembangannya. Anak-anak yang mengenal pornografi akan mengenalkan anak-anak pada sensasi seks sebelum waktunya.
Nah, itulah penjelasan mengenai dampak buruk cerita dewasa atau pornografi terhadap masyarakat, khususnya anak-anak. Semoga penjelasan ini bermanfaat bagi semuanya.

