Cerita Dewasa
Dalam sekuel film biasanya ditulis aturan tertentu sebagai petunjuk siapa penontun yang layak untuk mengonsunsumsi film tersebut.
Biasanya cerita dewasa memiliki standarisasi tersendiri mengingat beberapa atau bahkan hampir seluruh adegannya hanya dipertontonkan untuk mereka yang berumur 17 tahun ke atas.
Dalam pengaturan jadwal tayang misalnya, atau ketatnya sensor untuk memotong bagian-bagian dalam cerita tersebut.
Cerita dewasa sebenarnya tidak melulu dibumbui sex untuk bisa dikatakan menarik. Bahkan, kesadaran masyarakat bahwa sisi manfaat atau hikmah yang bisa diambil dari sebuah cerita, baik itu buku maupun film, lebih dominan. Itulah yang memacu para novelis atau penulis skenario untuk lebih kreatif.
Dan, hal penting yang tidak boleh dilupakan adalah meng up-date segala fenomena yang ada di masyarakat.
Ada beberapa tips membuat cerita dewasa menjadi menarik:
Pertama, libatkan unsur ilmiah dengan apik. Tidak terlalu dipaksakan, namun tidak perlu takut untuk mengekplorasi hal-hal yang nampaknya khayal.
Kedua, tentukan segmen yang akan dibidik. Jika kalangan terpelajar, sangat bagus jika cerita dewasa lebih menggunakan bahasa-bahasa ilmiah. Namun jika untuk semua kalangan, maka akan lebih mengena jika menggunakan bahasa sederhana dengan tidak mengurangi bobot kualitasnya.
Ketiga, jika harus menggunakan unsur sex, buatlah senatural mungkin. Memang ada orang-orang yang suka bahasa-bahasa sex yang vulgar. Namun, semakin jauh dari sisi naturalitas justru mengundang ke-eneg-an bagi banyak orang.
Keempat, bobot kualitas cerita dewasa lebih terukur dibandingkan cerita dari segmen usia yang lain. Mengapa? Orang dewasa lebih rasional dan matang. Dia tidak akan membuang waktu untuk membaca sesuatu yang dianggapnya tidak perlu.
Kelima, Jeli momentum. Ini berbeda dengan latah. Harus diakui momentum adalah salah satu pendongkrak yang paling jitu, karena meminimalisir biaya promosi. Satu hal lagi, ini sangat membantu bagi penulis pemula yang masih harus mencari nama dalam dunia penulisan.
Sebegitu rumitnyakah cara membuat cerita dewasa? Disini kita bercerita tentang sebuah cerita yang memberi kesan, bukan cerita yang sejenak terasa asyik dibaca namun tidak meninggalkan kesan.
KESAN...itulah sebenarnya yang menjadi entry point. Kesan akan memberi ekses berkepanjangan. Seorang penulis yang pernah meluncurkan sebuah karya berkualitas, tidak lagi kesulitan untuk mempromosikan karya-karya dia selanjutnya. Itu semua karena konsumen sudah bisa menebak kualitas karya tersebut lewat nama pengarangnya.
Dan yang pasti, cerita dewasa memiliki banyak tema yang bisa diangkat. Tidak akan habis dan selalu ada yang baru. Tinggal bagaimana mengemas dan mengup date sisi-sisi yang menarik pasar.
Itupun jika kita memang berorientasi profitable. Tapi jika mengusung idealisme, maka bobot ide menjadi taruhannya. Tidak menutup kemungkinan, sebuah ide yang sarat idealitas mmenjadi sesuatu yang diminati pasar. Sekali lagi, kembali bagaimana cara mengemas saja.
Biasanya bahasa ringan namun mempunyai tingkat analisa kalimat yang tajam akan menjadi faktor penentu. Nah ternyata tidak mudah bukan!?
| Beri rating untuk artikel di atas |








