Cerita Inspirasi dan Motivasi Tentang Berpikir Positif
Hidup kita adalah seperti apa yang kita pikirkan. Jika kita berpikir kita bisa, kita pun akan bisa. Tapi jika kita berpikir kita tidak bisa, maka itulah yang terjadi. Jika kita sering berpikir positif, maka yang dihasilkan pun akan berdampak positif, begitu pun sebaliknya. Karena itulah penting sekali kita mengelola cara berpikir kita. Ada sebuah cerita inspirasi dan motivasi mengenai berpikir positif. Cerita itu tentang seorang seniman pahat bernama Pygmalion.
Pygmalion merupakan salah satu legenda yang terkenal di Yunani. Kisah ini pertama kali ditulis oleh seorang pujangga bernama Ovid. Ovid menggambarkan Pygmalion sebagai seorang seniman pahat yang jenius. Saking pandainya Pygmalion dalam memahat patung, hingga patung buatannya tampak seolah-olah benar-benar seperti mahluk hidup.
Selain itu, Pygmalion mempunyai sifat yang disukai para dewa, yaitu ia suka berpikir positif. Ia memandang segala sesuatu dari sudut pandang yang baik. Sifatnya sangat sangat berbeda dengan kebanyakan orang. Meskipun ia mengalami kejadian yang kurang mengenakan, tapi ia tidak mengeluh. Ia selalu mengambil sisi baik dari kejadian tersebut.
Suatu ketika setelah terjadi hujan di kampungnya, tanah dan lapangan tampak becek. Semua orang mengeluhkan becek tersebut karena membuat baju dan kaki mereka jadi kotor. Banyak yang orang yang mengomel dan mengumpat mengesalkan kondisi tanah yang becek tersebut. Namun bagaimana sikap Pygmalion? Ia justru mengatakan, “Untunglah, tanah lapangan lain tidak sebecek di sini.”
Ovid juga menceritakan kalau pernah ada seorang pembeli patung yang kikir. Pembeli itu ngotot menawarkan patung dengan harga yang murah. Hal tersebut membuat kawan-kawan Pygmalion yang seprofesi menjadi kesal. Mereka saling berbisik mengumpat pembeli tersebut, “Kikir betul orang itu.”
Tapi Pygmalion bersikap beda. Dengan cara berpikirnya yang positif, ia berkata, “Mungkin orang itu perlu mengeluarkan uang untuk urusan yang lebih perlu.”
Diceritakan pula bahwa kebun apel Pygmalion sering dicuri oleh anak-anak. Anak-anak itu hampir setiap hari mencuri apel di kebun milik Pygmalion. Namun, Pygmalion yang baik itu tak merasa kesal sedikit pun. Ia tidak pernah mengeluarkan umpatan sedikit pun kepada anak-anak itu.
Pygmalion justru merasa iba dengan mereka. Menanggapi anak-anak itu, Pygmalion hanya berkata, “Kasihan betul anak-anak itu. Mereka kurang pendidikan dan makanan yang cukup di rumahya.
Begitulah karakter yang diperlihatkan Pygmalion. Ia tidak pernah memandang suatu kejadian dari sisi buruk, melainkan dari segi baik. Ia tidak pernah sedikit pun berpikir buruk tentang orang lain. Namun sebaliknya, Pygmalion selalu mencoba memikirkan hal-hal baik di balik perbuatan buruk orang lain.
Kisah dalam hidup Pygmalion yang paling menarik adalah sewaktu dia membuat patung seorang wanita yang sangat cantik. Meskipun Pygmalion dikenal sebagai seniman yang tidak tertarik kepada wanita, tapi ia sangat ahli dalam membuat patung wanita. Kemudian, ia membuat sebuah patung wanita. Pygmalion membuat patung tersebut dari gading.
Patung buatannya itu sangat indah dan realistis. Benar-benar mirip wanita sungguhan. Patung tersebut memiliki wajah yang sedang tersenyum manis dengan tubuhnya yang elok. Meski telah membuat banyak patung wanita, tapi patungnya kali ini jauh lebih sempurna dari patung yang lainnya. Saking indahnya patung tersebut, hingga membuat Pygmalion jatuh cinta pada patung wanita tersebut.
Kawan-kawan Pygmalion berkomentar, “Halah, sebagus-bagusnya patung buatanmu, itu hanya sebuah patung, bukan istrimu.” Namun, meskipun hanya sebuah patung, Pygmalion memperlakukan patung tersebut seperti manusia. Ia mencintai dan sangat menyayangi patung tersebut. Pygmalion merawatnya dan berkali-kali mengelusnya.
Pygmalion sangat berharap kalau patung wanita itu benar-benar bisa menjadi manusia sungguhan. Ia pun kemudian memohon kepada dewi cinta Venus agar mau menghidupkan patung tersebut.
Berkat sifat Pygmalion yang baik dan sering berpikir positif, akhirnya harapan Pygmalion pun menjadi kenyataan. Dewi Venus mengabulkan permohonan Pygmalion dan meghidupkan patung wanitanya. Pygmalion kemudian menikahi wanita tersebut dan hidup bahagia sampai akhir hayat.
Nama Pygmalion kemudian dikenang untuk memberi gambaran mengenai dampak berpikir positif. Dari kisah ini kemudian muncul istilah “Dampak Pygmalion”, yaitu dampak yang dihasilkan karena berpikir positif.
| Beri rating untuk artikel di atas |








