logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Agama & Kepercayaan    Islam    Fikih

Cerita Jilbab Dulu dan Sekarang


Ilustrasi cerita jilbab
Sebelum memulai cerita jilbab, ada baiknya kita menyimak terlebih dahulu tentang definisi jilbab. Jilbab adalah pakaian wajib para muslimah yang ditujukan untuk menutup dan melindungi auratnya dari pandangan orang lain  yang non mahrom. Non mahrom adalah istilah bagi orang yang boleh dinikahi misalnya lawan jenis yang tidak memiliki hubungan darah, sepupu, ipar, dan lain sebagainya. Model jilbab yang semakin beragam saat ini pun menjadi satu cerita yang harus ditelaah dengan saksama.

Tidak Asal

Semakin banyak wanita berjilbab seharusnya semakin makmur negeri ini. Tetapi yang terjadi adalah jilbab itu sekarang dilihat dari sisi fashion saja. Setiap muslimah memilih model jilbab yang pas denagn wajahnya tanpa mementingkan apakah model itu sudah memenuhi syarat berjilbab seperti yang tertera dalam Al-Quran atau belum. Berabgai model jilbab ini bahkan mungkin tidak bisa dikatakan sebagai jilbab. Tetapi hanya sekedar menutup kepala.

Bahkan ada model jilbab yang berbentuk rambut. Entah ketidaktahuan para perancangnya atau memang sengaja demi mendapatkan keuntungan yang banyak dari penjualan model jilbab yang dianggap trendi itu. Kalau sengaja melakukannya, maka hal ini merupakan satu pembangkangan terhadap hukum Allah Swt. Tentu saja hal ini tidak bisa dibiarkan. Berjilbab itu haruslah dengan kesadaran bahwa yang ditutup itu adalah hal penting, harta yang hanya boleh dilihat oleh yang berhak saja.

Kain yang tipis yang dijadikan jilbab juga menjadi salah satu hal yang memprihatinkan. Ukuran yang pendek yang terkadang masih terlihat leher sang pemakai. Bentuk yang dimodifikasi sedemikian rumah memang terlihat cantik. Seharusnya yang diperhatikan bukan keindahannya terlebih dahulu. Namun, hukum kewajiban menutup aurat itu dahulu. Sayang memang keinginan menutup aurat itu malah menjadi sesuatu yang tengah-setengah.

Bahkan apa yang dikatakan Rasulullah dalam hadistnya bahwa akan banyak wanita yang meninggikan rambutnya sehingga terlihat seperti punuk onta, kini semakin mudah didapatkan. Herannya lagi, mereka sengaja membuat dalaman jilbab yang berbentuk seperti sanggulan. Bnetuk sanggulan inilah yang akan dinaikan sehingga membuat rambut meninggi dan jilbab terlihat melayang. Kalau belum tahu hukumnya, tidak menjadi masalah. Beda kalau sudah tahu hukumnya, maka tidak boleh dilakukan lagi.

Tidak bisa dipungkiri bahwa wanita ini ingin sekali dianggap menarik dan cantik. Mereka terkadang lupa bahwa kecantikan itu tidak bisa ditonjolkan. Kalau berniat menonjolkan kecantikan demi menarik lawan jenis, maka hal ini haram dilakukan. Berdandan dengan niat agar dilihat oelh orang lain saja tidak boleh apalagi berdandan secara berlebihan. Sulit memang memperingatkan para wanita yang merasa cantik dan merasa harus menonjolkan lekuk tubuhnya agar terlihat indah.

Apalagi kini yang mengenakan jilbab itu ternyata tidak mengenakan pakaian yang pantas. Mereka mengenakan pakaian yang sangat ketat yang membentuk lekuk tubuhnya. Seolah tidak rela seluruh tubuhnya ditutup demi memenuhi hukum Allah Swt. Tidak jarang, kaos yang dikenakan sangat tipis dan sangat pendek sehingga ketika menunduk, bagian punggung terlihat dengan jelas. Mereka seolah senang sekali kalau ada yang mengatakan kalau tubuhnya bagus dan seksi.

Tidak ada bedanya dengan telanjang. Walaupun ada yang mengatakan bahwa orang yang telah berusaha menutup auratnya itu perlu dihargai. Namun hukum tetap saja hukum. Bahwa yang ditutup itu adalah bagian tubuh yang sangat penting. Tidak heran kalau kini perasaan dan pikiran orang tidak ada bedanya ketika melihat wanita berjilbab dengan melihat wanita yang mengenakan pakaian seksi. Mereka tidak lagi merasa harus menghormati dan menghargai wanita berjilbab secara berlebihan.

Bahkan dunia kejahatan pun sudah biasa menampilkan wanita berjilbab yang melakukan perbuatan yang tercela. Jilbab memang tidak menjamin apa-apa. Bahkan banyak yang menyalahgunakan jilbab demi melancarkan gerakannya dalam mengambil keuntungan dari orang lain. Jilbab itu kini menjadi salah satu model pakaian saja dan tidak memberikan dampak apa-apa. Apalagi banyak yang tidak mengenakannya secara konsisten.

Tidak ada lagi harapan yang terlalu tinggi yang bisa diharapkan dari wanita yang berjilbab. Sedih sekali melihat kenyataan ini. Malah harus sangat berhati-hati dengan siapapun termasuk dengan wanita berjilbab. Para penipu sangat tahu bagaimana memfaatkan pakaian muslimah satu ini. Para pengemis mengenakan jilbab agar orang semakin kasihan kepadanya. Padahal Allah Swt itu sangat membenci orang-orang yang meminta selain kepada-Nya. Memberi para pengemis uang pun seharusnya haram karena tidak  mendidik.

Banyak hal yang harus dipelajari dalam Islam ini. Ajaran Islam itu sudah sangat sempurna sehingga tidak harus mencari ajaran dan tuntunan lain. Sayangnya, umat Islam tidak menyadari dan lebih sering mengambil ajaran yang salah dari orang-orang yang dianggap baik. Tidak semua yang dianggap baik itu adalah benar. Walau tidak semua yang benar itu menyenangkan pada awalnya, yakinlah bahwa yang benar itu akan memberikan ketenangan batin dan kekayaan hati pada para pelakunya.

Tidak perlu meminta perhatian kepada mahluk karena mereka tidak bisa memberikan apa-apa. Mintalah perhatian dari Tuhan karena hanya Ia yang bisa memberikan kebutuhan manusia. Yakinlah bahwa jalan yang benar itu akan membawa kebahagiaan yang hakiki. Kebahagiaan hakiki ini akan menentramkan dan mendamaikan hati. Tidak harus bersandar kepada mahluk-Nya. Sandarkan semuanya kepada Tuhan yang Maha segalanya.

Pakailah jilbab yang benar yang tidak tipis, yang tidak pendek, yang menutupi dada, dan tidak membentuk lekuk tubuh. Percuma juga berjilbab yang panjang tetapi tipis dan malah lebih menonjolkan keindahan warnan dan model yang dimodifikasi. Biasa saja. Kecantikan itu akan terlihat dengan alami dan semua orang sadar kalau kecantikan yang sesungguhnya adalah yang keluar dari dalam hati dan bukan dari fisik.

Jilbab di Masa Lalu

Cerita jilbab pada tahun 90-an sungguh berbeda dengan kisah jilbab masa kini. Dulu jilbab dianggap sesuatu yang aneh dan asing. Kebanyakan orang mengira kalau jilbab adalah pakaian tradisional orang-orang Arab. Masih sedikit kaum muslimah yang memahami bahwa jilbab adalah kewajiban bagi setiap wanita yang beragama Islam.

Beberapa instansi dan sekolahan juga tidak mengizinkan karyawan atau siswanya berjilbab. Bahkan untuk foto ijazah, tidak diizinkan menggunakan foto yang menutup aurat. Jika memaksa, maka siswa harus membuat pernyataan akan bertanggungjawab sepenuhnya jika terjadi masalah di lain hari tanpa melibatkan sekolahan.

Ksiah jilbab di masa lalu memang memilukan dan penuh perjuangan. Wanita muslimah yang memutuskan untuk menutup auratnya benar-benar menunjukkan kualitas aqidah yang bisa dipertanggungjawabkan. Ia tetap berjilbab meskipun sebagian orang mencibir dan menganggapnya aneh. Semua itu ia anggap sebagai ujian untuk mencapai ridha Allah Ta’ala.

Kisah Jilbab di Masa Kini

Lain dulu, lain sekarang. Kisah jilbab sekarang ini bisa jadi menggembirakan atau malah semakin memprihatinkan. Semakin menggembirakan karena jilbab tidak lagi dilarang oleh pemerintah Indonesia.  Selain itu, banyak siaran TV maupun radio yang menyiarkan dakwah sehingga pemahaman kaum wanita tentang kewajiban menutup aurat semakin bertambah.

Model jilbab pun semakin bervariasi. Kaum muslimah dapat menutup auratnya untuk berbagai kegiatan dan acara. Misalnya model jilbab untuk ke kantor, resepsi, undangan resmi bahkan pernikahan. Model pakaian jilbab didisain sedemikian rupa sehingga tidak keluar syariat tapi tetap modis. Di sisi lain, kisah jilbab masa kini pun semakin memprihatinkan. Banyak wanita yang menggunakan jilbab ala kadarnya, pakaian ketat, kerudung tidak menutup dada, sehingga lekuk tubuhnya pun terlihat.

Tidak jarang pula tingkah laku mereka tidak sesuai dengan ajaran Islam. Ada yang berdua-duaan dengan non mahrom sambil bergandengan tangan, merokok, dan tingkah laku lain yang tidak mencerminkan keagungan akhlak Islam.


Kembali Kepada Ajaran yang Benar
Kisah  jilbab yang simpang siur karena tingkah polah penggunanya harus segera diluruskan. Hal ini bukan berarti jilbab terlarang bagi kaum muslimah yang belum siap mental. Siap atau tidak siap, jilbab adalah pakaian wajib bagi wanita muslim. Sudah sepatutnya kaum muslimah yang mengenakan jilbab sadar diri bahwa tingkah lakunya akan dibandingkan dengan ajaran Islam. Jika ia bertindak diluar ajaran Islam, bukan hanya dirinya yang tercoreng, tetapi juga nama baik Islam.

Oleh karena itu, jadikan jilbab sebagai benteng untuk mengatur sikap dan tingkah laku kita. Tidak hanya fisik saja yang dijilbab, lisan pun harus terjaga, tingkah laku harus terhormat dan menjauhi tempat-tempat maksiat.

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Tata Cara Khutbah/ Dakwah Jumat
  • Hati-hati dengan Bahaya Lidah
  • Hukum Ziarah Kubur dalam Islam
  • Mengetahui Macam-macam Tempat Ruqyah
  • GAMBAR MALAIKAT JIBRIL
  • Mengenal Hukum Dakwah dan Tugas Da'i
  • Konsep Dakwah Islam
  • Akibat Perceraian yang Sering Terabaikan
  • Meraih Kebaikan dan Kesempurnaan Sabar
  • Hakikat Pengertian Pendidikan Agama Islam
  • Kewajiban Menuntut Ilmu
  • Teks Ceramah Agama Islam Tentang Mengingat Kematian
  • Khutbah dan Jenis-jenisnya dalam Islam
  • Khotbah Jum′at Harus Serius!
  • Hukum Islam Tentang Perkawinan
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA