logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Keluarga    Liburan    Liburan Sekolah

Mari Menulis Cerita Liburan Sekolah


Ilustrasi cerita liburan sekolah

Sıapa bılang mengarang cerıta lıburan sekolah ıtu susah. Bukankah kita sangat suka bercerita pada teman. Nah, mengarang tidak jauh berbeda dengan bercerita. Bedanya hanya kita menuliskannya dalam kertas.

Jika Guru Bahasa Indonesia meminta kita membuat cerita liburan sekolah pada hari menjelang liburan, mestinya kita menyambutnya dengan riang. Karena dengan cerita tersebut kita bisa mendokumentasikan suka duka kita selama liburan.

Apalagi jika kita rajin mengarang, kita bisa mengirimkan tulisan ke berbagai majalah seperti Bobo, Kompas Anak, Yunior Suara Merdeka, dan lainnya. Sudah bisa berbagi cerita, kalau dimuat dapat bingkisan atau tambahan uang saku pula.

Banyak penulis handal yang bermula dari menulis hal-hal sederhana. Berawal dari menulis cerıta lıburan sekolah misalnya. Karena dengan membiasakan diri menyukai membaca dan menulis kita akan semakin mahir mengarang.

Ayo Mulai Mengarang

Nah, tunggu apalagi, mari kita mulai membuat cerıta lıburan sekolah. Jangan bingung dari mana kita memulainya. Dari mana lagi kalau bukan dimulai dengan mengambil kertas dan polpen, atau mulai menyalakan komputer.

Di bawah ini langkah-langkah dalam membuat cerita liburan sekolah. Pada dasarnya tidak ada langkah baku dalam mengarang cerita. Oleh karenanya langkah-langkah di bawah ini hanya sebagai gambaran saja dan bisa dikembangkan sesuai kreativitas.

1. Tentukan Tempat Liburan

Tulis tempat liburan yang akan kita ceritakan. Kita boleh menuliskan cerita sungguhan saat liburan. Tapi kalau liburan kita tidak ke mana-mana, tidak masalah. Cerıta lıburan sekolah tidak harus benar-benar kira alami.

Misalnya kita bercerita tentang berlibur ke Taman Bunga Nusantara di Jawa Barat.

Contoh Judul: Mengunjungi Taman dari Berbagai Dunia

2. Buat Kerangka Cerita

Kerangka cerita boleh dibuat boleh juga tidak. Tergantung kita lebih mudah membuat cerita liburan sekolah dengan membuat kerangka terlebih dahulu atau tidak.

Contoh kerangka:

  1. Menceritakan rencana tempat tujuan.
  2. Dengan siapa saja kita berlibur. Misal dengan ayah, ibu, kakak, dan adik.
  3. Menceritakan bagaimana sibuknya kita mempersiapkan perlengkapan dan kebutuhan saat liburan misalnya baju tidur, baju ganti, topi, dll.
  4. Ceritakan bagaimana perjalanan dari rumah sampai tempat wisata, apakah ada hal-hal menarik yang kita alami saat di perjalanan?
  5. Ketika sudah sampai di tempat wisata, caeritakan apa yang pertama kali kita jumpai? Misalnya "Saat pertama masuk ke Taman Bunga Nusantara saya melihat boneka-boneka raksasa yang dirangkai dari tanaman yang berbunga. Saya terkagum-kagum dibuatnya. Belum hilang kekaguman saya, ketika melemparkan pandangan ke kanan dan ke kiri saya melihat taman penuh dengan bunga. Semuanya tertata rapi dan sangat indah."
  6. Kemudian kita lanjutkan bercerita hal-hal menarik lainnya. Misalnya "Ketika masuk lebih dalam, kami sekeluarga masuk ke taman dengan bunga-bunga dari berbagai Negara. Ada taman bunga Jepang, Cina, Inggris, dan masih banyak lagi. Masing-masing taman ditumbuhi bunga-bunga khas dari tiap Negara tersebut. Tak lupa kami semua berfoto-foto di sana.
  7. Kembangkan kreativitasmu dengan menceritakan hal-hal menarik lainnya. Bisa juga kita ceritakan suka duka saat liburan

3. Mengembangkan Kerangka

Jika kerangka selesai dibuat, kita tinggal mengembangkan ceritanya. Tapi bila tidak membuat kerangka dan kita lebih suka langsung menuliskannya silakan saja langsung bercerita. Yang terpenting tidak usah takut cerita kita tidak bagus. Kalau kita takut kita tidak akan pernah bisa.

4. Perhatikan Cara Menyusun Kalimat

Agar kalimatnya mudah dipahami sebaiknya tulis dengan kalimat-kalimat pendek. Karena kalau kalimatnya terlalu panjang bisa-bisa yang membacanya jadi kelelahan dan sulit memahami.

5. Mengedit Tulisan

Jika tulisan sudah selesai dibuat, jangan lupa untuk mengedit atau memeriksa kesalahan tulisan dan membenahi kesalahan tersebut. Mungkin saking semangatnya menulis sampai-sampai ketika menulis "liburan" kita menulisnya dengan "libuan".

Nah, kalau sudah selesai kita edit, kita bisa meminta orang tua, saudara, atau teman untuk membacanya. Kita tanya pada mereka apakah ada kalimat yang membingungkan? Jika ada sebaiknya kita perbaiki, tapi jika tidak ada kita bisa menyimpannya di dalam tas. Dan mempersiapkannya untuk dibaca di depan kelas atau diserahkan pada bu guru ketika masuk sekolah.

Cerita Liburan Sekolah: Haruskah Langsung dari Tempat Wisata?

Banyak di antara kita yang memahami bahwa membuat cerita liburan sekolah harus dengan mendatangi suatu tempat, lalu kita menuliskan ceritanya. Jika mempuanyai uang, tentu saja mendatangi suatu tempat wisata adalah hal yang mengesankan. Lalu, bagaimana bila tidak memiliki uang?

Tentunya, kita tak ingin memaksa orang tua untuk berliburan ke suatu tempat wisata agar kita bisa menulis catatan liburan. Padahal, orang tua kita lagi tak memiliki uang. Lalu, adakah solusi yang bisa dilakukan agar kita seolah-olah pergi ke tempat wisata, lalu bisa membuat cerita liburan sekolah? Jawabannya, ada.

Anda cukup membaca buku cerita tentang suatu daerah atau negara yang menceritakan tempat wisata yang menyenangkan atau bahkan menakjubkan. Lalu catatlah tempat-tempat wisata yang Anda. Coba pelajari apa saja yang di tempat wisata tersebut. Jika sudah, lakukanlah langkah mengarang cerita liburan sekolah seperti yang dipelajari di depan.

Pertanyaanya, bukankan cerita tersebut tak termasuk cerita liburan sekolah? Siapa bilang! Itu cerita liburan sekolah. Bukankah Anda membaca cerita tersebut di saat liburan sekolah? Dan buku yang Anda baca pun tentang tempat wisata, lalu Anda menceritakan tempat liburan tersebut sesuai dengan apa yang Anda baca.

Bahkan, mungkin Anda bisa menceritakan tidak saja dalam satu tempat wisata atau negara saja, tapi bahkan tujuh hingga delapan negara pun bisa Anda ceritakan. Anda masih bingung? Baik, lihat contoh cerita liburan sekolah dari hasil membaca buku berikut ini

Contoh Tulisan Cerita Liburan Sekolah dari Hasil Membaca Buku

Hari pertama aku mengeliling Mesir, singgah di lorong-lorong kota Kairo bersama Naguib Mahfudz. Mengenal karakter orang-orang Mesir. Di sana Aku berkenalan dengan Hamidah, Nyonya Hasniya, Zaita, Tuan Ridwan, Husaini, Dokter Busyi, dan Abbas Hilu. Semuanya kukenal lewat novelnya yang berjudul "Lorong Midaq".

Setelah tiga hari Aku bersama Naguib Mahfudz, aku pun terbang ke pedalaman Afrika. Di sana berkenalan dengan wanita yang kaya raya. Ia memiliki rumah yang banyak, tapi ia juga wanita yang melakukan banyak kejahatan dan kelicikan. Meski demikian, ia menjadi pejuang keras hak perempuan. Aku mengenalnya dengan nama Nyonya Mudenda di dalam novel Warisan karya Himunyanga-Phiri.

Setelah dua hari di Afrika, aku pun pindah bertualang ke negeri Jepang. Di sana aku menikmati keindahan lembah, gunung, laut dan segala hal yang berhubungan dengan Jepang. Di sinilah aku mengetahui kenapa Jepang bisa menjadi negara yang besar. Karena Jepang memiliki pulau-pulau yang sama dengan apa yang dimiliki negara kita.

Jepang juga negara yang begitu kuat memegang tradisinya. Sungguh wisata di Jepang bersama Yatsunari Kawabata di dalam novelnya "Daerah Salju" membuatku terkagum-kagum dengan negeri Jepang. Di sini jugalah aku menjadi jatuh hati dengan sosok Koto, wanita yang pandai dan memiliki sopan santun yang tinggi.

Keesokan harinya, aku berwisata di tiga negara di Balkan, Yunani dan Cina. Di sini aku hanya singgah sebentar-sebentar saja. Perjalanan ini kulakukan bersama Maguerite Yourcenar di dalam kumpulan cerpennya.

Lalu, Aku berhari-hari di Rusia bersama Leo Tolstoy lewat novelnya "Perang dan Damai". Di novel ini aku belajar tentang arti kegagalan, kaagungan, keburukan, kemuliaan, dan keangkuhan yang dimiliki Rusia. Di novel ini juga aku belajar tentang Nasionalisme.

Setelah berhari-hari aku melalangbuana di negara orang lain, aku kembali kembali ke kampung halaman, Indonesia. Aku pilih untuk berwisata ke pedalaman Sumatera. Di sini aku mengenal habitat harimau. Aku melihat betapa keajamnnya manusia melakukan perburuan yang ganas terhadap harimau. Penyaksian ini kulakukan bersama Muchtar Lubis melalui novelnya yang berjudul "Harimau! Harimau!"

Inilah cerita liburan sekolah yang kulakukan dengan melakukan wisata bersama buku-buku bacaanku. Semua ini sungguh kulakukan dan aku miliki bukti yang nyata. Tak mungkin kulalui semua negara itu dengan uang orang tuaku. Pekerjaannya saja hanya seorang petani. Namun dengan buku yang kudapatkan di perpustakaan membuatku bisa mengunjung negara-negara besar tersebut.

Inilah sekilas tentang cerita liburan sekolah. Diawali dengan mempelajari cara penulisannya hingga contoh penulisannya. Tak ada alasan untuk tidak menuliskan cerita liburan sekolah. Semua itu hanya bisa dilakukan oleh kita yang mau menceritakannnya.

Tolong di SHARE :
Tweet
Artikel Terkait
  • Berkunjung ke Museum Serangga
  • Jatim Park - Tempat Wisata yang Tidak Sekadar Berwisata
  • Museum Biologi Yogyakarta - Ngeri Tapi Bermanfaat
  • Kiat Liburan Sekolah : Siapkan Koran Bekas
  • Museum Listrik - Sarana Rekreasi Bermuatan Edukasi
  • Berkunjung ke Taman Bunga Nusantara yang Memukau
  • Pantai Teluk Penyu, Andalan Kabupaten Cilacap
  • Mengenalkan Menulis Cerpen Liburan Sekolah
  • Wisata Anyer dan Bandengan
  • Liburan Seru di Villa Marina Anyer
  • Serunya Wahana di Dunia Fantasi Ancol
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Komp. Buah Batu Regency Blok A2 No.9
Bandung Jawa Barat - INDONESIA