Cerita Motivasi Kehidupan yang Menggugah Kesadaran
Ilustrasi cerita motivasi kehidupan
Cerita motivasi kehidupan Wright bersaudara dalam menerbangkan pesawat patutlah ditiru. Wright bersadar memulai impiannya untuk menciptakan pesawat terbang pada tahun 1893.
Semua yang mengetahui hal ini tertawa geli dan menggangap mereka gila karena sebelumnya mereka hanya bekerja sebagai tukang reparasi sepeda.
Akan tetapi, Wright bersaudara tidaklah patah semangat. Mereka mencoba berbagai cara untuk mewujudkan cita-cita ratusan kali mesin buatan mereka rusak dan patah diterjang angin ketika baru akan dicoba.
Akhirnya, pada 1903, mereka berhasil menerbangkan pesawat udara pertama yang beratnya jauh melebihi berat udara. Sebuah mimpi besar disertai tekad kuat, membuat kedua saudara ini berhasil membuktikan penemuan terbesar pada abad sebelumnya.
Intisari:
Cerita motivasi kehidupan Wright bersaudara berkenaan dengan mimpi besar. Ada pepatah yang mengatakan, “if your dream is so big, all facts don’t count.” (Jika mimpi Anda sangatlah besar, maka semua batasan tidaklah berlaku).
Temukan Kelebihan dalam Dirimu
Konon di sebuah sekolah pelatihan binatang pemula, seekor anjing kecil bangga dipuji setelah mampu meloncat tinggi menangkap tulang yang dilemparkan pelatihnya.
Namun, ketika dia melihat burung dapat melayang lebih tinggi dari sebuah tebing, sang anjing merasa marah dan iri.
Oleh sebab itu, ia tidak mau kalah. Sang anjing pun nekat melakukan apa yang burung itu lakukan.
Sayang, ia lupa akan kodratnya bahwa selamanya anjing tidak dapat terbang. Ia naik ke atas tebing lalu loncat, jatuh dan akhirnya mati.
Intisari:
Cerita motivasi kehidupan dari sang anjing mengajarkan menyelidiki kekuatan dan talenta yang terbaik dalam diri Anda. Dan, janganlah tergoda untuk mengurusi kekuatan dan kelebihan orang lain yang bukan milik Anda. Fokuskan energi Anda untuk menjadi yang terbaik di bidang Anda.
Memimpin dengan Contoh
Pada suatu hari, Konfusius, seorang filsuf yang terkenal, menempuh perjalanan jauh menyeberangi pada gurun bersama beberapa muridnya.
Setelah menempuh perjalanan berhari-hari, akhirnya persediaan air minum habis. Semua berjalan dengan lemah dan gontai.
Suatu ketika salah seorang dari muridnya menemukan ceruk kecil di bawah batu-batuan yang berisi genangan air yang dangkal.
Dengan segera, ia mengambil mangkuk nasinya dan dengan susah payah hanya mampu menyedok sebanyak setengah dari isi mangkuk itu. Lalu ia mengantarkan mangkuk itu pada gurunya.
Ketika Konfusius baru menempelkan mangkuk itu ke bibirnya, ia merasa semua mata muridnya memandangnya.
Dia tidak jadi meminum isi mangkuk itu, malahan menuangkannya ke pasir gurun yang panas sambil berkata,”air ini terlalu sedikit untuk kita semua dan terlalu banyak untuk satu orang saja. Mari kita lanjutkan perjalanan ini.”
Cerita motivasi kehidupan dari Konfusius bahwa ia tidak merasa dirinya lebih tinggi dari para muridnya. Inilah contoh cerita motivasi kehidupan dari seorang pemimpin sejati.
Keyakinan yang Tidak Pernah Mati
Pertanyaan Sebelum Anda Mati
Steve Jobs, CEO Apple Computer dan Pixar Animation Studios dengan jelas dan lugas memberi definisi “sukses sejati”.
Untuk terus memotivasi diri dan mencari keinginan terdalam dari dirinya ia terus bertanya kepada dirinya sendiri setiap hari selama lebih dari 30 tahun.
Pertanyaan yang satu ini akan membuat Anda berpikir lebih keras, penasaran bahkan tidak dapat tidur dengan lelap, bunyinya, ”Jika hari ini adalah hari terakhir hidup saya di dunia, apakah saya masih ingin melakukan apa yang saya kerjakan hari ini?”.
Intisari:
Dari cerita motivasi kehidupan di atas, hendaknya menimbulkan pertanyaan apakah pekerjaan Anda saat ini membuat hati Anda berkobar dan penuh antusias.
Jika Anda belum menemukan pekerjaan yang paling disukai, pakailah teknik sederhana dari cerita motivasi kehidupan Steve Jobs di atas. Bertanyalah pada diri Anda sendiri di depan cermin.
"Jika hari ini adalah hari terakhir hidup saya di dunia, apakah saya masih ingin melakukan apa yang saya kerjakan hari ini?"
Jika Anda sempat berkunjung ke New York, jangan lupa untuk mengunjungi Jembatan Brooklyn Bridge. Jika kagum dengan keindahannya, Anda perlu berterima kasih kepada keluarga Roebling.
Pada 1883, seorang insinyur cerdas bernama John Roebling tertantang untuk membangun sebuah jembatan yang dapat menghubungkan New York dan Long Island.
Banyak ahli pada zaman itu yang merasa ide tersebut terlalu gila dan meminta John agar melupakan rencana tersebut.
Namun, John Robling sangat yakin jembatan itu dapat terealisasi. Dia pun berhasil meyakinkan anaknya, Washington untuk ikut membantunya menyelesaikan mega proyek itu.
Pada awal pembangunannya, proyek jembatan itu dimulai dengan mulus. Setiap anggota tim bersemangat mengerjakannya.
Tetapi setelah beberapa bulan, kecelakaan tragis merenggut nyawa sang ayah. Washington terluka dan otaknya mengalami kerusakan yang mengakibatkan dia tidak mampu bicara dan tidak mampu berjalan. Bahkan, untuk bergerak pun tak sanggup.
Meskipun tergeletak di atas ranjang, Washington tetap memiliki keinginan untuk mewujudkan mimpinya. Pada suatu hari, dia memanggil istrinya.
Dia pun mampu mengajar istrinya menggunakan bahasa isyarat. Kemudian, dia meminta istrinya untuk menjelaskan kepada para insinyur lainnya mengenai langkah-langkah berikutnya mengenai pembangunan jembatan tersebut.
Washington menjalankan dengan sabar selama 13 tahun dengan memberikan instruksi isyarat kepada istrinya yang kemudian disampaikan istrinya kepada para insinyur. Sampai akhirnya, jembatan itu pun mampu berdiri dengan megah.
Sikap pantang menyerah yang ditunjukkan Washington Roebling bisa mengalahkan kondisi terburuk yang ia alami. Tanpa adanya keyakinan dan keinginan yang mengebu-gebu, tidak mungkin jembatan Brooklyn bisa terealisasi.
Intisari:
Sering kita menghadapi tantangan demi tantangan dalam hidup kita yang umumnya “biasa” jika dibandingkan dengan tantangan yang dihadapi oleh orang lain. Cerita motivasi kehidupan dari berdirinya Jembatan Brooklyn membuktikan bahwa mimpi yang hampir tidak masuk akal dapat terwujud karena semangat pantang mundur dan keyakinan yang tidak luntur dari walaupun kondisi sangat tidak mendukung.
Kebersamaan Membuat Orang Dapat Berbuat Lebih
Pada suatu hari, sebuah mobil terperosok di sebuah jalan pedesaan. Makin digas oleh si pengemudi, mobil tersebut makin terbenam di lumpur.
Sambil menunggu pasrah, si pengemudi melihat seorang petani dan seekor keledai tua berjalan ke arahnya.
Kemudian, dia bertanya, “Pak, apakah ada orang yang mampu mengeluarkan mobil saya dari lumpur?”.
Sang petani berkata,”Si Hitam ini pasti dapat menarik mobil Anda keluar dari lumpur.”
Dengan muka tak percaya, anak muda itu berkata, “Apakah bapak yakin si Hitam ini mampu?”.
Lalu, petani itu menyahut ,”Saya yakin!”
Setelah mengikat tali ke tubuh keledai sang petani berteriak, “Ayo tarik Abu! Ayo tarik Putih! Ayo tarik Cokelat! Ayo tarik Hitam!”
Si Hitam pun mengeluarkan seluruh kekuatannya dan berhasil menarik keluar mobil itu. Anak muda itu tercenggang dan berterima kasih kepada si petani dan keledainya.
Kemudian, ia bertanya, “Mengapa Anda memanggil beberapa nama sebelum memanggil si Hitam?”
Sang petani tersenyum dan berkata, ”Si Hitam ini sudah tua dan mulai rabun. Selama ia merasa ada keledai-keledai lain yang juga ikut menarik dalam satu tim, ia yakin dan bersemangat untuk menarik apa saja”.
Intisari:
Cerita motivasi kehidupan dari sang keledai tadi bahwa seorang juara menyadari bahwa usaha tim tentu akan menambah kekuatannya. Cobalah pikirkan empat orang yang dapat membantu Anda meraih kesuksesan yang lebih besar lagi. Mereka bukan hanya dapat memotivasi Anda, tapi juga mampu berkolabirasi serta dapat bersinergi mengisi lebih banyak waktu dengan mereka.

