logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Hiburan    Cerita Dewasa    Cerita Cinta

Menghadapi Cerita Pembantu


Ilustrasi cerita pembantu

Ngomong-ngomong soal ibu rumah tangga, rasanya tidak pernah lepas dari yang namanya asisten rumah tangga, atau yang biasa kita sebut pembantu. Mencari yang cocok pun tidak semudah yang kita bayangkan.

Dari tinggal serumah dengan majikan inilah, cerita pembantu mengalir deras.  Ada yang merasa cocok dan puas, ada pula yang sering mengeluh karena si pembantu selalu saja berulah.

Mencari Pembantu yang Cocok

Memilih dari sekian banyak pembantu yang ditawarkan agen, ternyata tidak gampang. Kebanyakan mereka berasal langsung dari daerah.  Ada yang usianya masih sangat muda sehingga masih perlu banyak bimbingan. Jika yang berasal langsung dari daerah, biasanya para pembantu itu belum terbiasa dengan kehidupan di kota.

Katakanlah jika kita berdomisili di Jakarta, banyak dari mereka yang masih canggung dan perlu banyak waktu untuk beradaptasi. Ada pula yang sudah memiliki banyak pengalaman sehingga menjadi sombong dan mempunyai banyak syarat berat yang diajukan seperti meminta gaji yang tinggi, fasilitas yang enak dan lain sebagainya.

Ada baiknya jika Anda ingin mengambil pembantu langsung dari agen, perlu ditelaah lebih dalam tentang latar belakang yang kelak akan menjadi asisten Anda di rumah. Ini diperlukan agar nantinya tidak timbul rasa menyesal dan saling tidak percaya di dalam melaksanakan tugas kerumahtanggaan.

Berkonsultasi dengan teman atau tetangga yang setidaknya pernah mengambil pembantu dari agen tersebut. Pertimbangkan baik dan buruknya, agar tidak muncul cerita pembantu yang buruk dan mengikutsertakan nama Anda di kemudian hari.

Berbagai Macam Cerita Pembantu

Setiap orang pasti memiliki cerita yang berbeda tentang asisten rumah tangganya. Cerita pembantu yang baik akan memuaskan sang majikan, begitupun sebaliknya.

Ada yang pernah cerita pembantu pribadinya sangat rajin bekerja.  Tidak pernah terlihat santai atau suka teleponan dengan satpam depan kompleks. Si pembantu ini sangat mennyukai pekerjaannya, sehingga ia mau mengabdi seutuhnya kepada sang majikan.

Ada juga cerita pembantu yang sebaliknya. Jarang kelihatan bekerja.  Kerjaannya hanya teleponan entah dengan siapa, mengutak-ngatik ponsel sambil memasak, dan terlihat santai sering menonton televisi.

Menghadapi Pembantu

Kalau sudah terjadi hal-hal yang tidak diinginkan oleh majikan, barulah mencari segala cara untuk menghadapi berbagai cerita pembantu yang ada. Jika ada yang bertemu dengan jenis pembantu yang malas, biasanya majikan yang aktif mengingatkan dan sering menyuruh ini dan itu kepada pembantunya.  Mereka tidak mau pembantu memakan gaji buta.

Jika bertemu dengan pembantu yang ganjen dan suka menggoda satpam depan, Anda perlu berhati-hati. Anda tidak mau kan suami Anda dirayu oleh pembantu? Untuk mencegahnya, sibukkan pembantu dengan pekerjaan yang membuat ia tidak memiliki waktu untuk merayu atau ganjen ke sana-sini.

Jika bisa dihindarkan, jangan memilih yang ganjen, cerewet atau suka banyak omong, malas dan yang pekerjaan tidak benar. Pilihlah yang baik tingkahnya, kelihatan jujur, tidak banyak bicara dan yang pekerjaannya rapi. Bagaimanapun pembantu adalah asisten Anda yang menemani Anda 24 selama seminggu di rumah.

Jika telah mendapatkan pembantu yang sesuai harapan, jagalah hubungan baik dengannya, agar nantinya tidak timbul cerita-cerita pembantu yang bisa memusingkan kepala Anda. Beri gaji dan fasilitas yang layak untuknya. Ajari dengan sabar hal-hal yang belum diketahui tentang kebiasaan Anda sekeluarga.

Dan ingat, ketika Anda telah melakukan semua itu, pembantu akan merasa nyaman dengan Anda dan bisa membantu Anda dalam urusan rumah tangga selama bertahun-tahun lamanya.

Kelas Pekerja yang Terlupakan

Sebagai salah satu kelas pekerja, pembantu rumah tangga sebenarnya satu kelompok dengan para buruh. Yaitu kelompok yang rentan dengan perlakuan ketidakadilan para kaum kapitalis (pemilik modal). Kalau di dunia buruh pemilik modalnya adalah pemilik pabrik, maka bagi pembantu rumah tangga, pemilik modal adalah majikannya.

Disebut rentan, karena para buruh dan pembantu rumah tangga cenderung punya posisi tawar menawar yang rendah dalam bekerja. Mereka umumnya jadi objek dan harus lapang dada menerima perlakuan tidak menyenangkan.

Hanya saja dibanding buruh, pembantu rumah tangga termasuk kelompok pekerja yang nasibnya lebih riskan. Kok bisa? Ada banyak faktor penyebabnya. Pertama, pembantu rumah tangga umumnya berpendidikan rendah.

Lulusan SMP, SMA, bahkan ada yang hanya SD atau malah tidak pernah mengecap pendidikan. Kedua, jika buruh punya organisasi buruh yang menjaga hak-hak mereka, maka pembantu rumah tangga tidak ada. Ini berpengaruh kepada minimnya perlindungan jika mereka mengalami perlakuan tidak adil dari majikan.

Dari segi peraturan pemerintah pun, belum berpihak kepada para pembantu rumah tangga. Perhatian terhadap profesi mereka masih sangat kurang. Lihat saja, jika buruh punya peraturan penggajian yang layak (UMR), libur mingguan, cuti tahunan, tunjangan hari raya (THR), maka tidak bagi pembantu rumah tangga. Tak hanya itu, jam kerja mereka juga amat panjang. Bahkan boleh dibilang 24 jam sehari (dikurangi waktu tidur) mereka habiskan untuk bekerja.

Penghargaan terhadap mereka pun tergantung ‘belas kasihan’ dari majikannya. Apalagi adanya pandangan salah kaprah mengenai fungsi dan status pembantu rumah tangga. Banyak yang beranggapan bahwa mereka bukan kelas pekerja profesional. Hanya sekadar ‘pembantu’, babu atau jongos yang minus untuk dihargai.

Regulasi untuk Pembantu Rumah Tangga

Kebijakan perundang-undangan (regulasi) yang berpihak kepada pembantu rumah tangga, jadi kebutuhan mendesak. Bukan lagi sesuatu yang bisa ditawar-tawar. Mengapa? Karena semakin banyak saja jumlah korbannya.

Mereka tidak saja menerima upah sangat rendah (200 ribu sampai 300 ribu rupiah per bulan), waktu kerja tidak terbatas dan jenis yang dikerjakan sangat beragam, tapi juga seringnya mendapat perlakuan melecehkan dari banyak majikan.

Salah satu lembaga swadaya masyarakat yang peduli terhadap nasib mereka, yaitu Jaringan Nasional Advokasi Pekerja Rumah Tangga (Jala PRT) mengungkapkan data memiriskan.

Bahwa dalam kurun waktu 2000 - 2007, tercatat sebanyak 412 kasus kekerasan yang dialami pembantu rumah tangga dari majikan mereka. Data ini boleh dianggap seperti fenomena gunung es. Sedikit yang terungkap, tapi kenyataan sesungguhnya jauh lebih banyak dan tidak terungkap.

Berkaitan dengan jumlah, walaupun belum ada data resmi mengenai jumlah pembantu rumah tangga di Indonesia, tapi diperkirakan ada sekitar tiga hingga empat juta orang. Jumlah yang menempatkan mereka sebagai kelompok pekerja perempuan terbesar.

Berangkat dari data-data ini, pemerintah sudah seharusnya cepat tanggap. Memang, saat ini sudah ada payung hukum UU Nomor 13 Tahun 2003 yang mengatur tentang Ketenagakerjaan.

Tapi, undang-undang ini hanya mengatur hubungan industrial (pekerja formal). Pembantu rumah tangga digolongkan sebagai pekerja informal. Ini berarti, UU tersebut tidak mengakomodir kepentingan mereka.

Lalu, keberadaan UU Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT). Awalnya UU ini memberi angin segar akan perlindungan bagi pembantu rumah tangga terhadap perlakuan majikan yang tidak manusiawi. Tetapi, di lapangan UU itu kehilangan tajinya. Majikan yang seenak udelnya memperlakukan pembantu, tetap saja tak bisa dijerat dengan UU tersebut.

Dua payung hukum yang sudah ada ini, boleh dibilang melempem ketika dihadapkan dengan masalah yang membelit pembantu rumah tangga. Para aktivis kemanusian pun bergerak.

Bersama-sama mereka meminta pemerintah, khususnya anggota dewan untuk merancang dan secepatnya mensahkan UU baru yang melindungi hak pekerja informal tersebut.

Pemerintah pun menanggapi permintaan para aktivis. Pada tahun 2010, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) telah memasukkan persoalan pembantu rumah tangga ke dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas).

Namun hingga kini (2012), UU baru yang dinanti tak jua muncul dan disahkan. Bahkan, Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertrans) sebagai pihak yang paling bertanggungjawab terhadap masalah ini, justru terkesan tak ambil peduli.

Prinsip Dasar Memilih Pembantu

  • Sebelum memilih pembantu ada baiknya Anda mengenali kebutuhan rumah tangga Anda.
  • Perhatikanlah kebutuhan perkembangan anak Anda.
  • Sebelum memutuskan mengambil pembantu kenalilah sikapnya. Pastikan sikapnya baik terhadap anak Anda.
  • Watak seseorang lebih baik dari pengalaman, mungkin kesabaran lebih baik ketimbang berpengalaman tetapi memiliki sifat temperamen.
  • Perhatikan juga kebersihan dan kerapian karena hal ini juga lebih penting dari pengalaman.
  • Perhatikan juga sifat dan hatinya karena lebih penting juga dari pendidikan yang tinggi. Pendidikan tidak boleh dikesampingkan, tapi rasanya karakter itu lebih penting. Sifat dan hati seorang pembantu yang penyabar dan mungkin cenderung “keibuan” lebih penting dibandingkan dengan pendidikan yang tinggi.

Kiat Memilih Pembantu

  • Cobalah Anda mengambil pembantu selain dari yayasan.
  • Jangan mengambil pembantu secara sembarangan maupun tidak dikenal. Hal ini untuk menghindari dari kejadian-kejadian yang tidak diinginkan.
  • Jika Anda mencari pembantu carilah di link yang terkenal atau setidaknya berasal dari keluarga yang Anda ketahui atau dengan latar belakang yang memang telah Anda ketahui.
  • Carilah pembantu yang “bersih” untuk menghindari adanya penyakit yang bisa menjangkiti seluruh keluarga Anda, jika semua sakit, Anda juga yang rugi.
  • Jika kualitasnya menurun dalam hal pekerjaan dalam waktu singkat maka perlu dicurigai.
  • Jangan pernah meninggalkan kunci kamar Anda khususnya jika Anda memiliki barang berharga di dalamnya.
Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Cerita Dewasa 17 Tahun
  • Prahara Cerita Cinta Tiga Segi
  • Terlambat Menikah, Cerita Setengah Baya yang Terlupakan
  • Menafsirkan Dunia Sek
  • Aneka Rasa Cerita Tentang Cinta
  • Cerita Cinta Dewasa Mewarnai Kehidupan
  • Kisah Cinta Sejati yang Selalu Terkenang
  • Dekade 80-an, Kesuksesan Cerita Stensilan!
  • Tips Menulis Cerita Dewasa Babysitter
  • Menulis Cerita Dewasa18
  • Sebuah Cerita Cinta Yang Mengharukan
  • Cerita Asik yang Asik Dibaca
  • Tips Menjelaskan Kumpulan Cerita Jorok pada Anak
  • Hikmah Dibalik Cerita Pasutri
  • Cerita Cinta Mengharukan Sebagai Keseimbangan Hidup
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA