logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Hiburan    Kisah Sejati    Kisah Mereka Yang Bertahan Hidup

Cerita Pengalaman Berbuah Rezeki


Ilustrasi cerita pengalaman

Cerita pengalaman atau biasa disebut dengan kisah sejati memiliki tempat tersendiri di hati kalangan pembaca. Kenapa demikian? Kisah sejati merupakan sebuah bentuk cerita yang mengeksplorasi nilai kejujuran dari sang penulisnya.

Kejujuran Bercerita

Sebenarnya dia sedang berusaha menyembuhkan traumatik jiwa terhadap persoalan yang sudah cukup lama mengendap di pikirannya. Tapi kebanyakan orang akan merasa gengsi, bahkan malu jika rahasia hidupnya diketahui banyak orang.

Anda tentu sudah sangat familiar dengan novel tetralogi laskar pelangi buah karya Andrea Hirata. Inilah salah satu contoh kesuksesan seorang yang berani mengeksplorasi kisah sejati kehidupannya.

Andrea telah berhasil dengan kejujurannya. Bukankah kejujuran justru akan meningkatkan derajat seseorang? Sebaliknya kepura-puraan justru akan menjatuhkan harga diri orang bersangkutan. Oleh sebab itu berani untuk menuliskan cerita pengalaman kehidupan sesungguhnya cara ampuh melatih kejujuran seseorang.

Manfaat Cerita Pengalaman

Ada beberapa manfaat yang dapat Anda rasakan saat Anda berani untuk menuangkan kisah-kisah sejati Anda:

  • Mengurangi trauma dan stres

Menulis dapat membantu kesehatan Anda. Apa yang menjadi sampah di pikiran Anda harus segera dibuang. Pengalaman sedih dan menyakitkan, rasa benci, rasa dendam, putus asa dan sebagainya yang terpendam di benak hati adalah hal-hal tak berguna yang justru akan menghambat kesehatan batin dan optimisme menjalani kehidupan.

Menuangkan beban pikiran dan hal-hal tersebut ke dalam tulisan akan sedikit membantu ketentraman batin Anda. Anggaplah saat Anda menuangkannya ke dalam tulisan, Anda seperti sedang membuang sampah-sampah tersebut ke tempat pembuangan, dan selanjutnya Anda akan membakarnya menjadi abu.

Sampah-sampah itu akan musnah, dan kehidupan Anda akan kembali bersih dan sehat.

  • Malah bisa jadi rezeki

Nah, Anda tak perlu lagi banyak bersedih dengan cerita pengalaman kehidupan Anda yang mungkin selama ini mengungkung ruang gerak kehidupan. Karena saat ini pengalaman itu bisa berbuah rezeki manis untuk Anda nikmati.

Tahukah Anda, saat ini banyak sekali penerbit-penerbit buku yang mencari naskah-naskah kisah sejati untuk mereka tebitkan. Anda pun berpeluang menjadi penulis terkenal, hanya dengan bermodal pengalaman hidup Anda.

Semua yang terjadi pasti ada hikmahnya. Mungkin saja duka Anda dimasa Allah adalah bagian dari rencana Yang Maha Kuasa untuk hari ini menjadikan Anda sosok terkenal dan dialiri rezeki dari kepedihan Anda dimasa lampau. Syaratnya hanya satu, Anda harus berani. Ingat, bahwasannya ketika Anda mencoba jujur, sesungguhnya anda akan mujur.

  • Bermanfaat untuk orang lain

Siapa bilang kisah hidup Anda hanya berisi hal-hal buruk yang tak perlu dikenang? Okelah mungkin Anda berpikir begitu, tapi Anda juga perlu ingat bahwa penilaian orang itu bersifat relatif.

Bagi Anda mungkin saja pengalaman hidup Anda tak berguna, tapi bagi si A, si B dan si C, bisa saja itu merupakan pelajaran berharga yang akan sangat bermanfaat bagi dirinya.

Usaha Anda menuangkan cerita pengalaman kehidupan Anda sebenarnya adalah upaya Anda juga untuk menyelesaikan permasalahan orang lain yang mungkin saja mirip dengan permasalahan yang telah Anda hadapi sebelumnya.

Cerita Pengalaman Supir Kyai yang Jadi Orang Kaya

Bila Anda membaca buku-buku yang ditulis oleh Ustad Yusuf Mansur, maka bakal menemukan banyak cerita. Baik berisi cerita tentang pengalaman pribadinya maupun cerita orang lain. Berikut ini penulis sarikan cerita seorang supir yang menjadi kaya lantaran selalu menjaga shalat berjamaah.

Ada cerita seorng supir yang ikut dengan seorang kyai di salah satu daerah di Jawa Timur. Tidak ada yang istimewa dari supir tersebut, kecuali sejak usia 20 tahun dia sudah menjadi ahli shalat berjamaah. Ketika bertemu dengan Yusuf Mansur saat itu ia sudah berusia 48 tahun. Dia bercerita kepada Yusuf Mansur bahwa sejak usia 20 tahun, ia senantiasa menjaga shalat berjamaah. Dia sangat khawatir jika akan masuk waktu shalat dia belum di depan sajadah.

Tiga tahun berselang, Ustad Yusuf Mansur tak bertemu dengan supir tersebut, usianya sudah menjelang 52. Ustad Yusuf Mansur bertemu kembali dengannya ketika kyai yang pernah menjadikannya sebagai supir meninggal.

Ketika Kyai meninggal, ada seorang juragan besi datang melamar anak supir tersebut. Namun, karena si supir merasa tidak seimbang dunianya, dia menolak sambil mengatakan, “Nggak usahlah. Bapak, kan, orang kaya, sedangkan saya orang susah.” Juragan besi tersebut ‘ngotot’ agar anak perempuan si supir yang diasuh oleh Kyai diminta sebagai menantu.

Akhirnya, keluarlah pernyataan, “Ya sudah, tunggulah nanti dua tahun lagi kalau saya sudah selesai kuliah.” Setelah anaknya selesai kuliah, juragan besi tersebut pun datang untuk menagih janjinya.

Tiga tahun setelah bertemu dengan Ustad Yusuf Mansur, maka Ustad tersebut  bertemu dengan anak kyai yang kini sudah menjadi anggota dewan. Ia menceritakan kepada Ustad Yusuf Mansur bahwa supir kyai yang dulu pernah ketemu dengannya  kini sudah menjadi kaya.

Besannya membangunkan rumah untuknya, kemudian disewakan sawah untuk ladang kehidupannya, dan diberangkatkan haji. Bila ditotalkan pemberian besannya, kira-kira hampir setengah miliar.

Ustad Yusuf Mansur pun jadi teringat, ketika itu sang supir datang kepadanya meminta diajarkan wirid agar hidupnya berubah. Maka Ustad Yusuf Mansur menganjurkannya untuk setiap hari membaca surat Ali Imran ayat 26-27.  Karena Ustad Yusuf Mansur yakin bahwa hanya Allah yang dapat merubah kehidupan seseorang. Allah yang merubah seseorang yang miskin menjadi kaya, yang susah menjadi senang dan sebagainya.

Ketika Ustad Yusuf Mansur mendengar cerita tentang perubahan kehidupan supir tersebut, maka ia teringat akan cerita pengalaman sang supir. Sampai-sampai Ustad Yusuf Mansur menilai bahwa Allah sudah memberikan tabungan sang supir yang sekian puluh tahun.

Karena si supir bekerja dengan pak Kyai tidak pernah digaji. Namun kehidupan sehari-hari sang supir menjadi tanggungjawab Kyai. Kyai makan daging, supir pun makan daging. Jika kyai puasa, maka supir dan keluarganya pun ikut puasa. Bahkan anak-anak si supir sudah seperti anaknya Kyai. Jadi, sedikitpun ia tidak memiliki gaji. Tapi jika dihitung dengan rupiah, maka gajinya tak sampai satu juta.

Menurut Ustad Yusuf Mansur, Allah menggaji si supir 27 juta. Satu juta tadi dikali dengan 27 kali lipat. Hanya 26 juta disimpan oleh Allah. Uang tersebut Allah berikan ketika si supir memang sudah pantas, sudah butuh dan sudah perlu. Untuk mengkaji matematisnya, ada 26 juta yang belum dibayarkan, 26 juta tersebut dikalikan 12 bulan dikali kurang lebih 32 tahun. Maka itulah balasan yang diterimanya. Balasan orang yang selalu shalat berjamaah.

Di sini menjadi pelajaran cerita pengalaman orang lain. Sang supir bisa menjadi kaya raya di akhir usianya gara-gara dia melaksanakan shalat berjamaah. Ia tidak pernah mengeluh dalam menjalani hidupnya. Ia tampak yakin Allah memberi rezekinya. Lihat saja, saat menjadi supir Kyai ia tidak mendapatkan upah. Namun ia mensyukuri bisa makan seperti apa yang dimakan Kyai. Biaya anaknya ditanggung oleh Kyai. Namun satu hal yang paling istimewa, ia tak pernah meninggalkan shalat berjamaah.

Ada hal yang layak dipelajari dari cerita pengalaman sang supir. Ia selalu menjadikan tawakkal kepada Allah letakkanya di depan bukan di bekalang. Ia menjadikan tawakkal dalam segala pekerjaannya. Sehingga ketika sudah bertawakkal kepada Allah, maka rezekinya Allah yang menanggung. Allah berikan rezekinya pada waktu yang tepat untuknya.

Nah, masih banyak cerita pengalaman orang lain yang layak dipelajari. Dengan membaca atau mendengarnya bisa menjadi renung bagi kita. Semoga artikel ini bermanfaat bagi sobat Ahira.

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Bara Jihad dalam Pertempuran Surabaya
  • Tiket Untuk Pergi Ke Ujung Dunia
  • Jangan Seratus Persen Mempercayai Kata-Kata motivasi
  • Kisah Para Mualaf dan Hidayahnya
  • Kisah Orang-orang Berumroh Tanpa Dana
  • Kisah Perempuan Malam
  • Baladat Pelaut: John F. Kennedy dan Bola Basket
  • Novel Teenlit – Gambaran Keindahan Masa Remaja dalam Karya
  • Kisah Motivasi: Kebahagiaan dan Kebenaran
  • Kisah Teladan - Pelajaran Berharga bagi Kehidupan Manusia
  • Kisah Orang Sukses - Oprah Winfrey
  • Makalah Agama Islam Tentang Akhlak: Belajar Akhlak dari Pelacur
  • Mengintip Rekam Jejak Sejarah Slank
  • Kisah Nyata Pemberi Motivasi
  • Kisah Sukses Andrew Darwis Sebagai Pendiri Kaskus
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA