logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Hiburan    Cerita Dewasa    Cerita Asmara

Cerita Stensil - Bacaan Dewasa Era 80-an


Ilustrasi cerita stensil

Cerita stensil adalah bacaan dewasa paling ngetop di era 80-an. Sebagaimana layaknya musik indie, dia ditulis, digandakan, dan diedarkan pada kalangan terbatas secara tertutup, sehingga keberadaan buku ini menjadi langka serta mahal.

Penulis cerita stensil biasanya anonim, terkadang juga menggunakan nama samaran. Pada mulanya cerita stensil diedarkan dalam bentuk paper seukuran kertas folio dengan jilidan sederhana.

Namun, lambat laun ada juga penerbit yang berani menerbitkannya dalam format buku ukuran kecil dan tipis. Hingga untuk dapat membacanya secara tersembunyi, buku porno ini bisa diselipkan ditengah buku lain.

Penulis cerita stensil yang paling top pada zaman itu menggunakan nama samaran Enny Arrow. Adapun pihak yang menerbitkannya menggunakan nama “Penerbitan Rose Surabaya”, lengkap dengan logo setangkai mawar.

Puluhan judul bacaan mesum telah ditulis dan didistribusikan oleh orang misterius dan penerbit misterius ini. Peredarannya berlangsung secara illegal dan dijual dengan harga relatif mahal.

Memang pada waktu itu sudah ada novel roman yang juga bernuansa mesum. Akan tetapi, hanya karya Enny Arrow sajalah yang memulai menceritakan adegan seks dari halaman pertama hingga halaman akhir. Bahkan nyaris tanpa alur cerita, kecuali tahapan-tahapan hubungan seks yang diceritakan secara detil.

Selain Enny Arrow, ada novel import yang juga dikenal sebagai novel berbau seks. Novel ini berkisah tentang agen spionase AXE, bernama Nick Carter. Novel ini juga bercerita tentang hubungan seks secara detail dan vulgar, tapi memiliki alur cerita menarik.

Politik Informasi

Pada masa orde baru, rezim politik informasi diberlakukan secara ketat. Untuk urusan menerbitkan buku harus mendapat izin terlebih dahulu dari kejaksaan. Bahkan tak jarang buku yang sudah mendapat izin dan terlanjur diedarkan, terpaksa harus ditarik kembali karena berbagai sebab.

Pada masa itu, untuk dapat menerbitkan buku yang biasa-biasa saja, sulitnya minta ampun. Karenanya jangan pernah bermimpi untuk dapat menerbitkan bacaan mesum, selain tidak mungkin mendapat izin, juga dipastikan bakalan masuk penjara.

Selain ketat dalam hal perizinan penerbitan buku, rezim ini juga menyensor majalah-majalah atau terbitan dari luar negeri yang akan diedarkan di Indonesia. Jadi, pada masa itu kita akan sering menemukan majalah TIME dengan beberapa halaman yang diblok hitam.

Bahkan yang menyedihkan, sastrawan besar kita Pramudya Ananto Toer, tidak diperkenankan menerbitkan buku. Barang siapa yang berani menerbitkan karya Pramudya Ananta Toer, akan digolongkan dalam kegiatan subversif dan makar. Dan, kalau sudah demikian, maka ancaman penjara hingga 20 tahun sudah menghadang di depan mata.

Pada 1989, dua mahasiswa UGM, Bonar Tigor Naispospos dan Bambang Subono, serta seorang karyawan UGM bernama Bambang Isti Nugroho, ditangkap dan dipenjarakan hanya karena memiliki buku Pramudya Ananto Toer. Tuduhan yang dialamatkan pun tidak tanggung-tanggung; subversif. Dengan alasan itulah, ketiganya sempat dikirim ke Nusakambangan.

Keterbukaan Era Reformasi

Era reformasi menjadikan bangsa ini seperti kuda, yang langsung liar ketika dilepaskan dari kekangannya. Termasuk juga terbukanya keran liberalisasi dalam hal informasi. Sesuatu yang dulu dilarang secara ketat, kini dieksploitasi secara habis-habisan. Termasuk cerita stensil atau bacaan mesum.

Tabloid mingguan yang mengumbar syahwat, banyak muncul dengan content yang sarat akan hal-hal berbau seksualitas, baik gambar maupun cerita.

Selain itu, rezim politik informasi juga semakin kehilangan taring dan kehilangan kegarangannya lagi dalam memberikan ancaman dan sanksi kepada pihak yang berani memproduksi terbitan secara liar.

Situasi ini memukul cerita stensil dan meruntuhkan dominasi Enny Arrow sebagai satu-satunya penulis cerita mesum. Dia akhirnya dikalahkan oleh internet. Pada saat ini, ada ribuan cerita porno yang beredar di internet dan bisa diakses oleh masyarakat secara mudah. Beberapa judul cerita stensil atau cerita dewasa yang sering nongkrong di internet, di antaranya sebagai berikut.

  • Duda Muda yang Perkasa
  • Gejolak Nafsu Ibu Ratna
  • Hadiah Ultah dari Tante Lely
  • Kakak Kelasku Siska dan Ibu Kostnya
  • Oase Para Wanita Kesepian
  • Tetanggaku yang Nakal
  • Wejangan Ibu Pacarku dan Tantenya
  • Bercinta di Villa Sewaan
  • Bercumbu dengan Pemuda Kampung
  • Pak Hansip dan Tante Linda
  • Cerita Lain Tentang Sang Pejantan Tangguh
  • Cumbuan Sang Pejantan Tangguh
  • Ibu Maria, Dosenku yang Istimewa
  • Dosenku Tampan dan Baik Hati

Beberapa judul cerita tadi tentu saja bukan berisi kisah-kisah persahabatan atau yang lainnya, melainkan ceriya full berbau mesum. Ya, layaknya cerita stensil, situs-situs mesum yang menyediakan cerita dewasa tadi mampu mendeskripsikan aktivitas tidak senonoh secara detail, sehingga pembacanya seolah-olah melihat langsung aksi yang diceritakan.

Berbagai cara sudah dilakukan untuk membendung cerita-cerita seperti ini, bahkan pemerintah juga berupaya menertibkan sirkulasi cerita porno di internet, melalui Nawala Project.

Namun, upaya ini ibarat menggantang asap mengukir langit, proyek ini tidak sanggup membendung arus pornografi di dunia maya. Padahal biaya yang dikeluarkan untuk proyek ini, menelan anggaran yang cukup besar.

Bahaya Cerita Stensil di Internet

Di era komunikasi internet merupakan media yang banyak dipilih dengan alasan kemudahan, kepraktisan, dan lainnya. Benarkah? Tentu saja. Dengan internet semua orang bisa menemukan informasi apapun yang dicarinya. Mulai dari anak-anak, remaja, dewasa, orang tua, orang baik, orang jahat, semua bisa saling memberi informasi dan mengambil informasi satu sama lain.

Karena hanya memiliki satu wadah yang sama, yakni internet, sementara tipe-tipe orang yang menggunakan internat ini beragam, maka jangan sampai Anda "memakan mentah" apapun yang terdapat di internet. Anda harus memiliki filter yang hebat sebelum menggunakan informasi dari internet.

Di dunia internet atau dunia maya, anak-anak, remaja, dewasa, orang tua, orang baik, dan orang jahat, hidup berdampingan dan tanpa batas. Jadi, jangan sampai salah mengambil informasi. Sayangnya, karena aktivitas berinternet ini tidak bisa selamanya dibatasi, kadang banyak juga orang yang kecolongan.

Misal, ketika ada seorang anak yang dengan tidak sengaja membuka situs-situs mesum. Tentunya ini menjadi sebuah bahaya besar. Biasanya seorang anak memiliki rasa keingintahuan yang besar, ketika melihat sesuatu yang baru, dalam hal ini cerita stensil, tentunya mereka akan mengoreknya dan mencari tahu. Caranya dengan membaca cerita tersebut.

Hal ini semakin diperparah dengan penuturan cerita dewasa yang kerap mendeskripsikan adegan suami istri secara detail, sehingga seolah-olah pembaca bisa menyaksikan atau sedang mengalami langsung adegan tersebut. Syukur-syukur anak yang membacanya menjadi jijik dan langsung menyudahi kegiatan membacanya, tapi bagaimana jika sebaliknya?

Aktivitas seperti itu tentunya akan menjadi sebuah kebiasaan. Dan, bukan mustahil jika ke depannya si anak akan mengajak temannya untuk turut membaca cerita stensil yang dianggapnya menarik. Jika ini sudah terjadi, hal yang selanjutnya mungkin dilakukan adalah mempraktikkan setiap adegan yang diceritakan. Dan benar saja, semua itu sudah mulai terjadi.

Telah banyak bukti yang menyebutkan bahwa saat ini sebagian besar perempuan, terutama yang tinggal di kota besar, sudah kehilangan keperawanannya di usia remaja. Bahkan, saking parahnya kondisi ini, sampai-sampai ada anekdot bergambar yang muncul di media berupa seorang anak balita lelaki yang tengah berdoa kepada tuhan agar disisakan perawan untuk generasinya. Mengkhawatirkan, bukan?

Jika hal ini terus dibiarkan, tentu tidak akan ada lagi generasi muda yang berkualitas. Semua moral generasi muda akan hancur, jika terus-terusan disuguhi cerita stensil. Jika sudah begini, apa yang bisa diharapkan dari generasi penerus bangsa ini. Tidak ada.

Peran orang tua juga sangat penting di sini. Anak yang terlalu dimanjakan oleh kecanggihan teknologi secara tidak langsung dapat merusak moral anak tersebut.

Untuk itu, peranan orang tua dalam menjaga anaknya untuk terhindar dari pengaruh pornografi juga sangat penting. Apabila Anda memberikan fasilitas internet atau media informasi lainnya, maka Anda harus mengawasi anak Anda dalam pemakaian media tersebut.

Pengawasan tersebut dilakukan agar anak Anda memakai media informasi sesuai dengan porsinya atau kebutuhannya. Anak Anda tidak dapat membuka atau menggunakan media tersebut untuk membuka hal-hal yang berbau porno.

Selain itu, menemani anak pada saat membeli buku atau membaca buku, juga salah satu cara agar anak Anda tidak membeli atau membaca buku-buku yang berbau pornografi.

Demikian penjelasan mengenai cerita stensil. Semoga informasi yang diberikan dapat menambah wawasan Anda dan dapat menjadi pelajaran bagi Anda untuk berhati-hati dalam membaca sebuah cerita.

Tolong di SHARE :
Tweet
Artikel Terkait
  • Mengintip Cerita 17Tahun di Biro Jodoh
  • Mempertahankan Keharmonisan Keluarga - Inspirasi dari Film Cinta Dewasa
  • Kisah Selingkuh Merajai Media dan Kehidupan
  • Cerita Orang Dewasa: Pengertian Saat Bercinta
  • Orgasme, Puncak Kenikmatan
  • Dunia Malam dan Seluk Beluknya
  • Keunikan dan Kesalahan Kumpulan Cerita Dewasa
  • Menulis Cerita 17 Th - Rembulan Retak Tengah
  • Kisah Dewasa dan Cerita Dewasa - Penjelmaan Pengalaman Seks Pribadi
  • Buatlah Cerita Cerita Dewasa yang Mendidik
  • Di Balik Cerita Daun Muda
  • Fenomena Big Penis
  • Awas, Hati-hati Cerita Biru
  • Kumpulan Kisah Dewasa yang Mendewasakan
  • Ariel dan Luna Maya: Video Kontroversial
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Komp. Buah Batu Regency Blok A2 No.9
Bandung Jawa Barat - INDONESIA