Cerpen Jepang, Pendek tapi Mengena
Ilustrasi cerpen jepang
Berbicara soal sastra, berarti kita bicara soal budaya. Karena, karya sastra tercipta dari sebuah cerminan budaya setempat. Salah satu karya sastra adalah cerpen. Cerpen adalah sebuah cerita pendek dari satu atau dua alur saja. Yang terdiri dari kisah tokoh utama yang mengalami satu konflik utama.
Biasanya, sebuah cerpen terdiri atas 500 kata sampai dengan 1000 kata. Kadang, cerpen yang dimuat di media cetak terbatas oleh kolom sehing sebuah cerpen harus dibatasi agar tidak terlalu panjang. Cerpen yang dibuat di media cetak biasanya maksimal 750 kata saja.
Cerpen Jepang
Bicara soal cerpen, kali ini kita akan membahas mengenai cerpen Jepang. Cerpen Jepang biasanya sangat diwarnai budaya lokal yang mereka miliki. Jepang itu sangat mencintai budayanya dan sangat posesif terhadap apa yang menjadi miliknya. Cerpen-cerpen Jepang biasanya bermain dalam karakter tokoh.
Mereka cenderung kuat dalam membangun sebuah penokohan dalam cerita. Contoh yang bisa kita ambil adalah Tokoh Musasi karya Eiji Yoshikawa, memang ini adalah sebuah novel, namun kita dapat menganilis tokoh yang dibangun dalam novelnya adalah memang seorang samurai sejati dengan latar budaya Jepang yang sangat kuat.
Untuk menemukan cerpen-cerpen Jepang yang bisa dianalisis dengan mudah, kita bisa mencarinya pada sebuah situs khusus cerpen Jepang, www.tanpen.jp. Dalam situs tersebut termuat cerpen-cerpen yang sangat singkat. Cerpen-cerpen yang dibuat maksimal 1000 huruf saja, bahkan ada yang 200 huruf. Namun, jumlah kata yang sangat terbatas itu tidak membuat cerpen-cerpen dalam situs tersebut menjadi hambar akan ide dan karakter.
Tokoh dan penokohannya tetap berkarakter. Latar cerita pun tetap kuat dengan kebudayaan Jepang yang kuat. Meskipun kumpulan cerpen situs ini sangat terbatas oleh kosa kata, pengarang jepang tetap kuat dalam membangun metafora yang indah. Kebanyakan cerpen-cerpen Jepang bicara soal tema-tema psikologis. Orang-orang yang penuh dengan paradoks yang hidup dalam dunia imajiner. Orang-orang kesepian yang merindukan kebebasan. Kesadisan dan kengeringan sering kali tergambar dalam karya sastra Jepang dengan cara yang paling sinis ketika disampaikan pada pembaca.
Untuk membuka lebih lanjut tentang cerpen-cerpen Jepang, Anda bisa mengunjungi yumeko.web.id. atau plza.rakuten.co.id atau top-pdf.com/kumpulan-cerpen-jepang Dalam web tersebut dibahas mengenai cerpen-cerpen Jepang baik dengan tinjuan semiotik atau sosiologi sastra.
Selamat membaca dan menyelami cerpen!

