logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Belanja    Buku    Kumpulan Cerpen

Berkelindan dengan Cerpen Kehidupan


Ilustrasi cerpen kehidupan

Cerita pendek (cerpen) merupakan salah satu genre sastra yang telah menjadi bagian penting konsumsi pembaca masa kini. Hanya sedikit koran dan majalah di Indonesia yang tidak memuat cerpen sebagai salah satu materi isinya.

Salah satu genre cerpen yang paling dipahami karena berkaitan pula dengan sejarah kita sebagai manusia, adalah kehidupan. Cerpen-cerpen kehidupan inilah yang lebih kena menyentil atau menegur kita sebagai manusia yanga tidak sempurna.


Buku Seputar Cerpen Kehidupan

Telah banyak buku-buku kumpulan Cerpen Kehidupan yang telah diterbitkan, baik nasional maupun dunia. Cerpen-cerpen kehidupan yang ditawarkan pun tidak hanya ditulis oleh satu orang saja, melainkan juga keroyokan yang biasa disebut dengan antologi cerpen.

Salah satu buku kumpulan cerpen kehidupan itu adalah “Tokoh-Tokoh Cerita Pendek Dunia” yang disusun oleh Korrie Layun Rampan. Meskipun tujuan penyusunan buku ini adalah untuk mengenal latar belakang cerpen dunia dan mengenal siapa tokohnya, namun cerpen-cerpen yang ditampilkan adalah cerpen-cerpen kehidupan dari belahan dunia yang berbeda.

Buku kumpulan cerpen yang diterbitkan oleh Grasindo ini memuat 35 cerpen yang ditulis oleh 35 cerpenis dunia. Diantara mereka tentu saja namanya sudah begitu akrab di telinga kita, khususnya pecinta sastra. Sebut saja Edgar Allan Poe, Charles Dickens, Leo Tolstoy, Anton Chekov, Kawabata Yasunari, Ernest Hemingway, atau Jean Paul Sartre.

Tidak hanya itu, buku yang terbit pada 2005 ini juga memuat tentang Alfred Nobel, seorang tokoh dunia yang menguasai lima bahasa dan selalu haus akan ilmu pengetahuan. Nobel meninggalkan warisan yang sangat banyak dari sejumlah perusahaan dan laboratorium yang dibangun di lebih dari 20 negara di dunia berikut 350 hak paten. Termasuk surat wasiat tentang Hadiah Nobel yang harus diberikan setiap tahunnya.

Ruang Lingkup Cerpen Kehidupan

Ruang lingkup cerpen-cerpen kehidupan sebenarnya cukup luas. Ia tidak hanya berhubungan dengan kisah-kisah romantis, tetapi juga kegetiran hidup atau sebuah misteri yang harus dipecahkan. Keberagaman karakter tokoh maupun jalan cerita dan bumbu-bumbu penyedapnya inilah yang membuat cerpen-cerpen kehidupan begitu kaya.

Sebagai contoh, Edgar Allan Poe (1809-1849) dikenal sebagai Bapak Cerita Detektif Dunia karena dialah yang pertama kali memperkenalkan bentuk cerita detektif. Poe telah menciptakan bentuk baru dalam sastra cerpen dan menjadikannya sebagai genre sastra yang mandiri dan kuat.

Selain Poe, ada pula Nathanael Hawthorne (1804-1864) yang menulis cerita dengan tema kemanusiaan. Cerpen-cerpennya selalu bersifat filosofis dengan mengandalkan kekuatan cerita pada temanya. Prosper Merimee (1803-1870), Honore de Balzac (1799-1850), bersama Guy de Maupassant (1850-1893) bahkan sedikit berbeda.

Mereka bertiga menunjukkan bentuk cerpen dengan kejutan akhir dan menekankan pada kepelikan cerita, lika-likunya, dan segala peristiwa yang muncul di dalam cerita. Mereka lebih memperlihatkan kehidupan nyata di dalam cerpen-cerpennya ketimbang hal-hal yang supranatural, hal-hal yang menjadi teka-teki kehidupan.

Mereka justru membongkar kehidupan nyata, dan menyajikannya kembali dalam sebuah kerangka yang dapat diindera dengan mata, dan dapat dirasakan dengan hati dan perasaan. Mereka semua mampu menyajikan nilai hiburan yang berharga sehingga cerpen-cerpennya tetap bernilai dan dihargai hingga saat ini.

Jangan Cuma Baca, Tapi Buatlah Cerpen Kehidupan

Adalah hal yang bijaksana, bila kita tidak hanya membaca cerpen kehidupan saja, namun juga mampu membuatnya juga. Namun, barangkali Anda masih bingung bagaimana membuat cerpen kehidupan yang baik? Semuanya dapat dilakukan dengan mudah. Anda cukup melakukan 3 M.

1. Menulis Dulu

Setelah melahap semua buku kumpulan cerpen yang berbicara tentang kehidupan, maka cobalah untuk menuliskannya ulang. Anda pilih saja terlebih dahulu cerpen yang paling menarik. Usahakanlah setiap hari satu cerpen selesai ditulis. Setelah itu, tulis lagi cerpen yang lain hingga akhirnya Anda menulis semua cerpen yang terdapat di dalam buku tersebut.

Jika Anda bertanya, di mana belajar cerpen? Kok serasa Cuma menuliskan ulang. Bagaikan copy-paste sebuah tulisan. Sabar. Anda sedang belajar mengenal apa yang terdapat di dalam sebuah cerpen. Dengan menulis ulang, Anda secara tidak sadar sedang belajar membuat prolog cerpen yang menarik. Prolog yang mampu membuat pembaca menjadi tertarik.

Kebanyakan penulis pemula terkadang kurang memahami ini. Tidak pernah mempelajari bagaimana memulai sebuah cerpen yang mampu membuat ‘cetar’ para pembacanya. Cara belajar terbaik adalah, dengan coba menuliskan ulang cerpen orang-orang yang sudah biasa menulis cerpen.

Inilah tujuan belajar menulis dulu. Anda mencoba terlebih dahulu mempelajari sisi apa saja yang penting di dalam cerpen. Itu pun tak cukup satu cerpen. Anda membutuhkan lebih dari 10 cerpen. Anda bisa pelajari perlahan-lahan teori menulis cerpen secara mandiri.

Tak hanya belajar menulis prolog saja, plot, alur cerita dan segala hal yang berhubungan dengan cerpen, Anda bisa pelajari secara mendiri dengan melakukan proses menulis dulu.

2. Menulis Lagi

Di proses menulis lagi, sejatinya hampir sama dengan proses menulis dulu. Anda tetap diminta menulis ulang, baik dari buku kumpulan cerpen kehidupan yang sudah ada maupun yang baru.  Cuma sebelum penulisan, Anda mesti melakukan beberapa hal. Yaitu, Anda mesti merubah tokoh yang ada di dalam cerpen tersebut. Jika tokoh di dalam cerpen jumlahnya tiga orang, maka ubahlah menjadi empat orang.

Artinya, Anda mesti menambahkan karakter orangnya. Anda di sini harus bisa menyambungkan karakter orang tersebut di dalam cerpen tersebut. Sehingga di sinilah, Anda belajar menulis sambil memikirkan keterkaitan tokoh baru di dalam cerpen tersebut.

Atau, bisa juga Anda merubah settingan ceritanya. Jila menggunakan alur maju mundur, maka Anda ubah menjadi alur mundur maju. Semuanya tergantung pikiran Anda. Awalnya, proses belajar menulis cerpe sepertinya tampaknya gampang-gampang susah. Tapi yakinlah, cara ini adalah cara sederhana yang bisa dilakukan.

Namun perlu diingat, meski cerpen yang ditulis telah ada penambahan karakter, namun tetap saja tidak boleh dikirimkan ke surat kabar. Karena ini bukanlah karya mutlak Anda. Ini hanya pengembangan tulisan yang ada. Karena proses menulis lagi ini hanyalah proses bagaimana membangun sebuah ide dari sebuah tulisan yang ada.

Sungguh, proses menulis lagi inilah yang membuat Anda menjadi pintar membuat rangkaian cerita makin menarik. Pasalnya, Anda bisa menambah hal-hal kurang dari cerpen yang ditulis. Inilah pembelajaran menulis yang bijaksana. Belajar meniru terlebih dahulu, mengembangkannya sedikit demi sedikit, dan baru berusaha membuat cerpen teng kehidupan sendiri.

3. Menulis Terus

Proses menulis terus ini adalah pengembangan dari proses menulis lagi. Bila sebelumnya diawali dengan menulis cerpen tentang kehidupan milik orang lain, maka saat ini cobalah membuat cerpen kehidupan yang diawali dari tulisan sendiri.  Yang perlu dilakukan sebelum penulisan, mencoba mengingat-ingat prolog cerpen seperti apa yang menarik bagi Anda, lalu karakter-karakter tokoh yang mana yang Anda sukai dari contoh-contoh cerpen kehidupan sebelumnnya, serta alur yang mana yang paling menarik.

Bila sudah ditemukan, Cobalah untuk menuliskannya. Tulislah dengan diksi yang Anda ramu sendiri. Yang hanya Anda tiru adalah bentuk prolognya. Dengan cara seperti ini, maka tulisan yang Anda tulis bakal menarik. Demikian halnya degan karakter tokoh dan alurnya. Cara ini memang sederhana dan membutuhkan waktu lama belajarnya untuk Anda.

Anda tidak dipaksa untuk menulis, menulis dan menulis dengan kata-kata sendiri. Tapi, Anda di sini dilatih untuk menulis dengan meniru terlebih dahulu, belajar mengembangkan dan baru membuat tulisan sendiri. Jika Anda fokus, hanya membutuhkan waktu 3 minggu, maka Anda sudah mahir membuat cerpen tentang kehidupan seperti apa yang ditulis oleh penulis-penulis terkenal. Semuanya, tinggal kemauan dan kesabaran Anda.

Andai artikel tersebut Anda kirimkan ke surat kabar, maka redaktur diprediksikan akan tertarik. Pasalnya, cara penulisan yang dilakukan sudah menyerupai apa yang dilakukan oleh para penulis senior. Redaktur tak lagi pusing-pusing untuk mengedit, pasalnya tulisan Anda sudah memenuhi kriteria.

Karena itu, jangan hanya jadi penikmat cerpen kehidupan, tapi berusaha jugalah untuk penulis cerpennya. Anda mesti pintar memikirkan ‘balik modal’ dari membaca cerpen tentang kehidupan yang ditulis oleh para penulis senior. Pola pikir ‘balik modal’ sangat penting dilakukan, karena Anda juga ingin merasakan bagaimana tulisan Anda dinikmati oleh orang banyak. 

Tolong di SHARE :
Tweet
Artikel Terkait
  • Uniknya Buku Kumpulan Cerpen-Cerpen Favorit
  • Ruang Cerpen Kompas yang Menjadi Idola
  • Cerpen-Cerpen Bermakna Filosofis
  • Cerpen Lucu – Obat Stress yang Simpel
  • Cerpen Cerita Rakyat Indonesia
  • Cerpen Jepang, Pendek tapi Mengena
  • Penulis Kumpulan Cerpen Misteri
  • Menulis Cerpen Narasi Yuk!
  • Menelisik Cerpen-Cerpen Jawa
  • Belajar Menulis Cerpen Melayu
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Komp. Buah Batu Regency Blok A2 No.9
Bandung Jawa Barat - INDONESIA