Chiclit

Buku genre baru ini mulai didefinisikan sebagai chick lit pada tahun 1996, ketika Helen Fielding menerbitkan buku karangannya berjudul “Bridget Jones Diary”. Meski sebenarnya sudah sejak lama buku bergenre ini ditulis para pengarang asal Amerika Serikat dan Inggris yang kebanyakan perempuan.
Misalnya buku-buku karya Jane Austen, pengarang Inggris yang sangat populer dengan beragam novelnya, Emily Bronte (Wuthering Heights) dan saudaranya Charlotte Bronte (Jane Eyre), yang bisa kita temukan di tahun 1880an malah.
Chick lit diambil dari kata Chick dan Lit. Chick adalah kata ‘slang’ Inggris Amerika yang berarti perempuan muda, berusia sekitar 20 sampai 30an akhir. Sedangkan lit adalah singkatan dari kata literature (literasi atau karya sastra).
Sehingga buku-buku chick lit ditujukan bagi pembaca perempuan berusia sekitar usia itu, mandiri, cerdas, pengikut mode, wanita karir atau ibu rumah tangga yang senang membaca novel dengan bahasa ringan dan cerita yang dekat dengan keseharian mereka.
Tokoh utama chicklit biasanya perempuan protagonis dengan masalahnya sendiri. Misalnya chicklit populer mengenai wanita gemar belanja (A Confession of a Shopaholic) yang bahkan sudah dibuat film layar lebarnya.






