Ciawi Tasikmalaya, Potensi Alam dan Seni
Ilustrasi ciawi tasikmalaya
Ciawi-Tasikmalaya, termasuk salah satu kecamatan di Kabupaten Tasikmalaya, Propinsi Jawa Barat, Indonesia yang cukup terkenal dan punya kaitan sejarah dengan perjuangan yang terjadi di Indonesia. Ciawi menjadi daerah perlintasan utama bagi penduduk Banjar, Ciamis, dan Tasikmalaya yang akan menuju Bandung, demikian pula sebaliknya, selain jaluar selatan melalui Garut.
Dengan bahasa pergaulan utama bahasa Sunda, Kecamatan Ciawi-Tasikmalaya bersama-sama bersaing dalam berbagai hal dengan kecamata lain di Tasikmalaya, yaitu Cibalong, Bantarkalong, Cigalondang, Bojong Asih, Bojong Gambir, Cikalong, Cineam, Cipatujah, Culamega, Cikatomas, Cisayong, Gunung Tanjung, Jatiwras, Kadipaten, Karang Jaya, Jamanais, Mangunreja, Manonjaha, Karangnunggal, Leuwisari, Padakembang, Pancatengah, Pagerageung, Rajapolah, Salawu, Sariwangi, Singaparna, Salopa, Sodonghilir, Sukaraja, Sukarame, Tanjungjaya, Taraju, Sukaratu dan Sukaresik.
Secara geografis luas Kecamatan Ciawi-Tasikmalaya adalah 4.223 Ha yang terdiri dari 2.525,13 Ha berupa tanah darat dan seluas 1.697,87 Ha tanah sawah. Kecamatan Ciawi berbatasan langsung dengan daerah Kecamatan Kadipaten di sebelah utara, Kabupaten Garut di sebelah barat, Kecamatan Jamanis, Sukaresik, dan Pagerageung di sebelah timur, serta Kecamatan Sukahening di daerah Selatan.
Didukung potensi industri bata merah, meubel, kerajinan anyaman bambu, dan industri makanan (tahu, tempe, opak, ranginang) yang menjadi khas oleh-oleh Ciawi, kecamatan ini telah menyediakan peluang lowongan pekerjaan untuk penduduknya. Namun demikian komposisi penduduk berdasarkan mata pencaharian tetap masih didominasi petani dan pedagang.
Secara lengkap, komposisi penduduk masyarakat Ciawi Tasikmalaya berdasarkan mata pencaharian adalah 10.770 orang sebagai petani, 2.835 berprofesi sebagai pedagang, 432 orang pegawai negeri, 175 orang TNI/Polri, pensiunan 204 orang dan 1.736 orang berprofesi jasa dan jenis pekerjaan lainnya.
Perbandingan Jumlah Penduduk
Di Kecamatan Ciawi Tasikmalaya, komposisi penduduk berjumlah 55.433 jiwa dengan perbandingan 27.809 orang perempuan dan 27.624 orang laki-laki. Jumlah kepala keluarga 15.472 dengan tingkat kepadatan penduduk 150 orang/km dan laju pertumbuhan penduduk berdasarkan sensus penduduk terakhir adalah 1,04 % per tahun.
Mendukung industri perternakan, di Kecamatan Ciawi Tasikmalaya terdapat satu buah pasar hewan dan satu buah rumah potong hewan.
Didominasi penduduk muslim dan beretnis Sunda, tecermin dari jenis kesenian yang tumbuh dan berkembang di Kecamatan Ciawi, seperti Qasidah modern, kecapi Ciawian, dan degung. Namun demikian seperti mayoritas etnis Sunda lainnya, kesenian reog, calung, wayang golek, dan dangdut juga berkembang.
Untuk kesenian yang terakhir ini, Kecamatan Ciawi khususnya, dan umumnya Kabupaten Tasikmalaya memang memberi kontribusi yang besar terhadap perkembangan musik dangdut di tanah air, baik penyanyi maupun pemusik. Beberapa penyanyi dangdut terkenal lahir dan besar di Kecamatan Ciawi.
Ketika tumbuh dan berkembangnya DI/TII beberapa dekade ke belakang, Kecamatan Ciawi terutama wilayah Desa Gombong yang terletak di selatan kota Kecamatan Ciawi, menjadi basis pertahanan rakyat. Sejarah kemudian mencatat setelah beberapa kali desa Gombong dibakar dan diserang kelompok pengacau, namun kemudian secara bersama-sama rakyat dan petugas keamanan bisa memukul mundur

