Cinta Lucu dan Logika
Santo dan Rini teman sekelas. Keduanya berteman dekat. Sebenarnya sudah sejak lama Santo ingin menyatakan perasaan hatinya pada Rini, namun nyalinya terlalu kecil untuk melakukannya. Jatuh cinta membuat Santo berbuat hal-hal yang lucu. Santo sering senyum-senyum sendiri tanpa sebab yang jelas. Kadang ia merasa sangat bahagia, kadang juga sedih.
Hingga akhirnya dia bertekad untuk mengungkapkan perasaannya. Langkah pertama yang dia lakukan adalah membuat puisi, padahal baginya membuat puisi adalah siksaan terberat. Tetapi demi cintanya kepada Rini, dia berjuang untuk bisa melakukannya.
Puisi itu kemudian dia tempelkan di pintu gerbang rumah pujaan hatinya. Santo berharap ketika Rini membuka pintu gerbang, dia akan menemukan puisi itu. Namun sayangnya kertas itu tertiup angin.
Tidak lama kemudian Rini pindah ke daerah lain. Dan itu membuat Santo terpukul. Dia menyesal belum menyatakan cintanya pada Rini. Ketika kerinduan yang sangat menguasai hatinya, dia pergi ke rumah Rini yang kosong.
Dia merendam tubuhnya di bak mandi selama berjam-jam. Dan hal itu membuat Santo merasa rindunya telah terobati. Tidak hanya itu, dia bahkan sering mengajak berkelakar foto Rini, seakan foto itu adalah sosok Rini yang hilang darinya.
Cinta lucu. Jatuh cinta bisa membuat orang senewen dan melakukan hal yang tidak bisa diterima logika. Pantas saja, ada ungkapan kalau jatuh cinta itu berjuta rasanya. Orang yang jatuh cinta bisa menjadikan pribadi yang tak terduga.
Anda bisa terhindar dari hal yang bodoh dan di luar nalar, jika mampu menyeimbangkan antara cinta dan logika. Berikut ada beberapa tips yang bisa Anda gunakan agar ketika jatuh cinta, tidak sampai kehilangan logika.
- Cintai Diri Sendiri
Diri Anda juga perlu dicintai, bahkan orang itu bisa mencintai seseorang karena dia bisa mencintai diri sendiri. Memang cinta penuh pengorbanan, tetapi pengorbanan yang dilakukan tidaklah harus menyakiti diri sendiri. Rasa percaya diri itu juga penting untuk menjalin hubungan yang sehat.
- Jangan Mencintai dengan Berlebihan
Perasaan cinta yang terlalu berlebihan, hanya menyiksa diri sendiri. Anda akan merasa ketakutan jika kehilangan si dia. Bahkan boleh jadi sekarang Anda sangat mencintai seseorang, tidak lama kemudian berubah menjadi benci. Karena itu berikan cinta sesuai porsinya.
- Cinta Tidak Buta
Yakinlah bahwa cinta itu tidak buta,tetapi nafsulah yang bisa membutakan. Cinta buta bisa membuat hanya akan menyengsarakan diri Anda, karena Anda akan banyak menelan kekecewaan ketika orang yang Anda cintai ternyata tidak sesuai dengan keinginan. Padahal manusia itu selalu punya kekurangan dan kelebihan.
- Menyeimbangkan Iman dan Cinta
Cinta haruslah juga diseimbangkan dengan iman. Dengan begitu Anda dapat berfikir logis tentang pasangan Anda. Anda bisa memaafkan dengan senang hati, ketika pasangan berbuat salah. Menyayanginya dengan tulus dan cinta akan lebih langgeng karena didasarkan atas keimanan kepadaNya.
- Menyeimbangkan Perasaan dan Pikiran
Cinta dan logika, bukanlah hal yang bertolak belakang. Tetapi hendaknya keduanya bisa berjalan beriringan. Perasaan itu ada agar cinta dapat dirasakan. Pikiran atau logika itu hadir agar cinta tidak dibutakan.
Apabila antara pikiran dan perasaan ini seimbang, maka cinta itu bukan lagi menjadi misteri. Cinta itu hanya akan menghadirkan kebahagiaan dan menghindarkan diri dari rasa kecewa.
Cinta Anda akan menjadi lebih bermakna. Dengan adanya logika ini Anda bisa menentukan mana yang salah dan mana yang benar, mana yang harus diperbaiki dan mana yang dipupuk dalam rasa.






