logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Cinta & Persahabatan    Tips    Tips Cinta

Tips Menjaga Cinta Suci Pernikahan


Ilustrasi cinta suci

Kalau pacaran boleh berkali-kali. Nikah hanya sekali. Itu yang lekat di benak muda mudi. Menikah adalah prosesi sakral. Merekatkan cinta suci untuk selamanya. Pernikahan adalah gerbang menuju babak baru. Fase kematangan cinta.

 

Oleh sebab itu, para undangan sering menyelamati dengan ucapan “Selamat menempuh hidup baru”. Cinta suci dan pernikahan ibarat dua sejoli. Bagai Romeo dan Juliet. Saling melengkapi, saling membahagiakan.

 

Pernikahan

 

Pernikahan merupakan sebuah ikatan suci yang dijalin oleh dua insan manusia yang saling mengasihi dan menyayangi. Dalam ikatan ini kedua insan manusia tersebut telah bebas melakukan berbagai hal yang sebelumnya dirasakan tabu di dalam masyarakat.

 

Pernikahan juga merupakan merupakan sarana yang digunakan oleh manusia untuk melestarikan keturunannya. Dengan melalui sebuah pernikahan maka akan sangat terjamin garis keturunan seseorang karena terjaganya ikatan tersebut dalam sebuah pernikahan.

 

Pernikahan tidak hanya melulu menyatukan dua insan yang saling mencintai dan menyayangi saja. Masih banyak lagi faktor lain yang juga akan ikut di dalam pernikahan tersebut. Namun yang jelas kebaikan lah yang paling banyak ikut dalam sebuah pernikahan.

 

Ketika seseorang sudah menikah maka sudah sangat wajar sekali jika seorang istri selaku wanita dibonceng kemana-mana oleh seorang pria yang juga berstatus sebagai suaminya. Hal tersebut akan lain jika kedua makhluk yang saling mencintai tersebut belum memiliki sebuah status pernikahan.

 

Adat bangsa kita adalah adat ketimuran yang mengedepankan adat dan istiadat. Jadi setiap perbuatan harus memiliki norma yang menjunjung setiap nilai yang berlaku di dalam masyarakat.

 

Oleh karena itu, ketika ada seorang gadis dan seorang prida berboncengan tanpa status pernikahan yang jelas tentunya akan menjadi sebuah pembicaraan di dalam masyarakat tersebut. Apalagi jika keduanya pergi kemana-mana tanpa mengenal batas waktu yang jelas.

 

Tidak hanya menjadi bahan pembincaraan di tengah masyarakat tetapi juga akan menjadi sebuah sindiran halus bagi keduanya. Tentu hal tersebut akan lain jika keduanya telah memiliki sebuah status pernikahan.

 

Mau dibawa kemana saja selama kurun waktu 24 jam juga masih sah-sah saja dan tidak menjadi sebuah perbincangan yang negatif. Malah bisa menjadi sebuah obrolan yang positif tentang kemesraan antara keduanya yang sangat harmonis.

 

Dengan adanya pernikahan maka akan menghilangkan segala keburukan yang melekat kepada dua insan yang saling mencintai di tengah masyarakat. Khalayak umum akan berpikir positif meskipun kedua berduaan di tempat yang sepi. Lain halnya dengan yang tidak memiliki status pernikahan maka akan mendapatkan pandangan yang negatif dari masyarakat.

 

Dengan pernikahan juga akan membuat seseorang yang saling menyayangi tersebut lega dan puas. Betapa tidak? Seseorang yang sangat disayanginya kini telah bersamanya dalam waktu yang tidak terbatas sampai ajal memisahkan mereka berdua.

 

Dulu sebelum sah menjadi seorang suami-istri maka untuk berduaan saja waktu yang dilewati sangatlah singkat. Kita tidak bisa bersama dengan kekasih hati sepanjang hari dan waktu. Untuk bisa mendengar suara dan bercakap-cakap membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

 

Pulsa dalam handphone bisa saja habis dalam hitungan menit atau jam meskipun baru diisi ulang. Sungguh suatu hal yang merepotkan ketika semuanya masih belum berstatus sebagai suami dan istri.

 

Dalam sebuah pernikahan juga akan mendatangkan sebuah pahala dan keberkahan dalam kehidupan seseorang. Hal ini tentu tidak akan pernah didapatkan dalam kehidupan seseorang yang belum menikah. Banyak sekali pahala yang bisa didapatkan dalam sebuah pernikahan.

 

Diantara pahala yang bisa didapatkan adalah mendidik anak, merawat suami, menafkahi istri, dan masih banyak lagi pahala yang bisa didapatkan. Selain itu, juga mendapatkan sebuah keberkahan sehingga ketika menjalani aktivitas dalam hidup akan menjadi lebih mudah.

 

Perlu diingat juga bahwa sebuah pernikahan juga akan mengantarkan seorang menemukan partner kerja dalam hidupnya. Ketika seorang suami sedang ada permasalahan dengan kantor atau tempat kerjanya maka ada istri yang siap dijadikan sebagai tempat sharing atau berkeluh kesah.

 

Demikian juga sebaliknya ketika istri juga ada masalah dengan anak-anak atau orang tuanya maka suami bisa menjadi tempat untuk menumpahkan segala masalah yang ada. Dengan demikian masalah yang dihadapi bersama akan terasa ringan karena ada kedua belah pihak yang saling membantu.

 

Oleh karena itu, sudah sangat sewajarnya bagi kita untuk menjaga ikatan suci ini dari keterputusan. Menjaga sebuah ikatan tidaklah susah namun tidak mudah juga. Perlu sebuah kebesaran hati dalam menjalani. Namun karena pentingnya ikatan suci ini maka sudah sewajarnya untuk selalu dijaga.

 

Perceraian

 

Mengamati tren sekarang, khususnya para artis, pernikahan bak seremoni semata. Pesta pernikahan luar biasa mewah. Para pengantin berbaju anggun. Eh, tak lama kemudian sudah cerai. Atas nama ketidakcocokkan, ikatan cinta suci pun putus.

 

Fenomena publik figur yang demikian kerap menular pada masyarakat biasa. Angka perceraian di kalangan masyarakat beranjak naik. Pemerintah kewalahan. Ototoritas penjaga moral seperti MUI dan sebagainya dibuat bingung.

 

Kejadian kawin cerai ini dianggap berbahaya kala menyentuh gaya hidup. Ya, perceraian dipandang hal biasa dan menjadi gaya hidup yang dianut masyarakat. Usia yang belum cukup dituding menjadi alasan utama. Gejala free seks, married by accident, dan sejenisnya semakin menguatkan anggapan miring ini. Pernikahan harus mempunyai kesiapan moril dan materiil.

 

Pernikahan yang terlalu singkat memang sangat tidak mengindahkan sebuah etika dan moral. Selain itu juga tidak mengindahkan akan arti dari sebuah pernikahan itu sendiri. Bukankah sebuah pernikahan adalah ikatan suci yang dibuat oleh dua orang yang saling mencintai hingga ajal memisahkan keduanya?

 

Namun jika yang terjadi adalah nikah sebentar terus bercerai maka patut dipertanyakan asal-muasal dari pernikahan tersebut. Pernikahan adalah hal serius yang harus selalu dijaga oleh setiap manusia.

 

Pernikahan seseorang akan langgeng atau bisa berumur panjang jika proses pranikah dijalankan dengan benar. Banyak sekali proses yang dilalui oleh seseorang sebelum menikah. Salah satunya adalah kejujuran ketika proses perkenalan. Jika dari sini saja sudah tidak beres, maka bisa dipastikan kedepannya juga tidak akan beres.

 

Apa jadinya jika nikah karena terpaksa? Yang ada angka perceraian semakin tinggi. Namun sebenarnya sebuah pernikahan memang haruslah dipaksakan karena jika tidak maka sebuah pernikahan tidak akan pernah berlangsung.

 

Ketika kita mampu untuk menikah maka sudah pasti kita akan dipaksa untuk segera menikah. Ketika umur kita sudah mendekati usia yang matang, maka kita juga dipaksa untuk segera menikah. Ketika orang tua dan calon mertua juga sudah merestui maka kita juga akan dipaksa untuk segera menikah. Jadi menikah memang terkadang butuh sebuah paksaan agar segera bisa langsung dilaksanakan.

 

Menikah secara hukum baik agama maupun pemerintah memang tidak boleh dipaksakan kepada seseorang. Agama sangat melarang sebuah pernikahan yang tidak berdsarkan kesepatakan kedua belah pihak. Hal ini juga dilindungi oleh peraturan yang berlaku dalam undang-undang bahwa seseorang bebas untuk memutuskan haknya sendiri.

 

Jadi ketika hendak menikah maka ada baiknya jika sebuah pernikahan tersebut terjadi bukanlah karena adanya paksaan dari manapun selain dari diri sendiri.

 

Harmoni

 

Menjaga harmoni dalam pernikahan bukan hal yang mudah. Namun, siapa yang tidak luluh dengan cinta? Toh, bermula dengan cinta pasti bisa berakhir dengan cinta. Kuncinya adalah harmoni.

 

Berikut ini tips menjalin hubungan yang harmoni dengan pasangan:

 

  • Saling melengkapi

 

Pasangan dimanapun di dunia ini tidak ada yang persis identik. Ruang perbedaan itu selalu ada. Bahkan pasangan yang terlihat serasi pun tidak akan sama. Disini pengertian dari pasangan mutlak dibutuhkan. Bahwa perbedaan yang ada adalah sebuah cara lain dari Tuhan untuk saling melengkapi.

 

  • Romantis

 

Mengapa masa awal pacaran Anda begitu romantis? Kata mesra, bunga, dan kado specsial. Setelah menikah, romantis menjadi: rokok makan tidur gratis. Menciptakan suasana romantis harus dilakukan untuk menjaga quality time Anda dengan pasangan. Bisa dibayangkan setiap hari bertemu tanpa suatu hal yang bermakna. Pasti jenuh dan bosan. Romantis bisa menangkal rasa itu semua.

 

  • Anak

 

Berkeluarga berarti memulai hidup baru. Anda menjadi bapak, ibu, dan memiliki anak. Anak adalah pencipta harmoni dalam keluarga. Melihat tingkah anak yang menggemaskan membuat Anda berpikir ratusan kali untuk bertindak bodoh. Melihat anak berkembang membuat Anda berpikir ribuan kali untuk bercerai. 

 

Jika mahligai pernikahan Anda sudah diambang perceraian, coba pikirkan kembali. Jangan sampai terbawa emosi. Jagalah cinta suci pernikahan.

 

 

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Anda Perlu Tips-Tips Ini dalam Hubungan Pacaran!
  • Ketika Sahabat Jadi Pacar - ANNEAHIRA.COM
  • Fakta Menarik Tentang Cinta
  • Hal yang Harus Dilakukan Sebelum Menemukan Pacar Pilihan
  • Kata Kata Sayang Pacar dalam SMS Unik dan ngeFlirt
  • Tipe-Tipe Pasangan Sejati
  • Tips Memilih Nama Panggilan Buat Pacar
  • Kriteria Pasangan dan Pacar Dunia Akhirat
  • Bagaimanakah Pasangan Ideal yang Kamu Inginkan?
  • Ciri-Ciri Pasangan Muslim
  • Aku Cinta Kamu? Lihat Dulu Zodiaknya!
  • Cara Melupakan Mantan Pacar yang Jitu
  • Tips Menjadi Pasangan Serasi
  • Artikel Cinta: Tips Menemukan dan Memelihara Hubungan Asmara
  • Trik Menjadi Pasangan Romantis
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA