logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Referensi    Ilmu Pasti    Ilmu Biologi

Mengenal Ciri-Ciri Bakteri


Ilustrasi ciri ciri bakteri

Mengenal Ciri-ciri Bakteri

Bakteri merupakan organisme bersel tunggal yang pada umumnya tidak memiliki klorofil. Bakteri berukuran amat sangat kecil. Hanya virus yang berukuran lebih kecil daripada bakteri. Dalam kondisi yang sesuai, bakteri berkembang biak sangat cepat. Bakteri dapat melipatgandakan jumlahnya menjadi jutaan atau miyaran dalam waktu 24 jam di dalam tempat sebesar satu tetes air. Apa saja ciri-ciri bakteri?

Macam Bakteri

Bakteri dikelompokkan dalam prokariotik. Prokariotik termasuk dalam kerajaan Monera. Kelompok prokariotik tidak memiliki selaput inti. Ukuran tubuh bakteri berkisar antara 1 hingga 5 mikron. Bakteri dapat hidup bebas atau bersifat parasit. Secara garis besar bentuk bakteri dibedakan menjadi 3 macam, yaitu bentuk batang (basil), bulat (kokus) dan spiral. Ciri-ciri bakteri adalah sebagai berikut:

  • Tubuh bakteri tersusun atas satu sel atau unisel.
  • Hidup secara sendiri-sendiri atau soliter dan ada pula yang hidup berkelompok atau koloni.
  • Ukuran tubuhnya dengan satuan mikron, lebih besar daripada virus.
  • Untuk mengamati-nya diperlukan alat bantu berupa mikroskop.
  • Sel tubuh bakteri tidak mempunyai kloroplas, sehingga tampak transparan atau tembus cahaya.
  • Bakteri tidak dapat menyusun zat makanannya sendiri dengan bantuan energi cahaya matahari.
  • Ada beberapa jenis bakteri yang memiliki pigmen atau zat warna seperti kloroplas, sehingga dapat melakukan fotosintesis.
  • Bakteri bersifat fotoautotrop.
  • Ada pula bakteri yang tidak memiliki pigmen, tetapi dapat menyintesis zat makanan sendiri dengan menggunakan energi kimia pada medianya, disebut bakteri kemoautotrop.
  • Bakteri berkembang biak secara tak kawin atau aseksual, yaitu dengan membelah diri.
  • Bakteri hidup di mana-mana, mulai daerah tropis hingga daerah kutub, mulai dari dataran rendah hingga puncak gunung. Ada yang hidup bebas, parasit, dan ada pula yang saprofit.
  • Umumnya tidak berklorofil.
  • Hidupnya bebas atau sebagai parasit atau patogen.
  • Bentuknya beraneka ragam.
  • Memiliki ukuran yang kecil rata-rata 1 s/d 5 mikron.
  • Tidak mempunyai membran inti sel atau prokariot.
  • Bakteri di lingkungan ekstrim dinding sel tidak mengandung peptidoglikan, sedangkan yang kosmopolit mengandung peptidoglikan.

Ada jenis bakteri tertentu yang mampu hidup di kondisi ekstrim, misalnya di sumber air panas atau di bawah permukaan bumi. Pada kondisi tidak menguntungkan, bakteri membentuk endospora atau kapsul untuk pertahanan diri. Dinding sel bakteri tersusun atas peptidoglikan, yaitu gabungan protein dan polisakarida. Berdasarkan peptidoglikan, bakteri dibedakan menjadi dua yaitu:

  • Bakteri gram positif, yaitu bakteri yang dinding selnya berubah warna ketika diberikan zat Gram.
  • Bakteri gram negatif, yaitu bakteri yang dinding selnya tidak berubah warna bila diberi zat Gram.

Sel dan Alat Gerak

Membran sel bakteri bersifat selektif permeabel. Membran bertugas mengatur lalu lintas masuknya nutrisi dan pembuangan sisa metabolisme. Sel bakteri terdiri atas:

  • Dinding sel berfungsi melindungi sel.
  • Membran sel bertugas mengatur lalu lintas keluar masuknya zat.
  • Sitoplasma terdapat vakuola, granula dan kadang ditemukan pigmen hijau. Sitoplasma mengandung 70% hingga 85% air.
  • Ribosom berfungsi untuk sintesis protein.
  • Plasmid, yaitu DNA non kromosom.
  • Inti sel yang berisi materi DNA.

Bakteri memiliki alat gerak berupa flagel. Posisi flagel pada bakteri dibedakan menjadi:

  • Monotrik yaitu flagel berjumlah satu dan terdapat pada satu ujung sel.
  • Lofotrik yaitu flagel berjumlah banyak dan terdapat pada satu ujung sel.
  • Amfitrik yaitu flagel berjumlah banyak dan terdapat pada kedua ujung sel.
  • Peritrik yaitu flagel berjumlah banyak dan terdapat di seluruh permukaan sel.
  • Atrik yaitu tidak mempunyai flagel.

Bentuk Bakteri

Berdasarkan bentuknya, bakteri dibedakan menjadi tiga, yaitu bakteri berbentuk bulat seperti bola (kokus), batang atau silindris (basilus), dan seperti spiral (sprillium). Untuk lebih jelasnya, berikut bentuk yang sekaligus menjadi ciri-ciri bakteri:

1. Kokus

Kokus adalah bakteri berbentuk bulatseperti bola. Berdasarkan koloninya, kokus dapat dibedakan menjadi 6 macam:

  • Monokokus, yakni bakteri berbentuk bola yang hidup mandiri atau soliter.
  • Diplokokus, yakni bakteri berbentuk bola yang hidup selalu berpasang-pasangan, tiap pasang terdiri atas dua bakteri. Contoh = Diplococcus pneumonia
  • Tetrakokus, yakni bakteri berbentuk bulat yang hidup berkelompok dan setiap kelompok terdiri dari empat bakteri.
  • Sarkina, yakni bakteri berbentuk bola yang hidup berkelompok dan setiap kelompok terdiri atas delapan bakteri yang membentuk susunan seperti kubus.
  • Streptokokus, yakni bakteri berbentuk bola yang bergandeng-gandengan seperti rantai.
  • Stafilokokus, yakni bakteri berbentuk seperti bola dan bergerombol seperti anggur.

2. Basil/Bacillus atau Batang

Basil adalah bakteri berbentuk seperti silinder atau batang kecil. Bakteri berbentuk ini dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu:

  • Monobasilus, yakni bakteri berbentuk batang yang hidup mandiri atau soliter. Ex Salmonella typhosa.
  • Diplobasilus, yakni bakteri berbentuk batang yang hidup berpasangan dua-dua.
  • Streptobasilus, yakni bakteri berbentuk batang yang membentuk rantai. Ex Bacillus antracts.

c. Spiril (Spirillum)

Spiril adalah bakteri yang mempunyai bentuk seperti spiral, berkelok, atau melengkung. Bakteri yang termasuk bentuk bakteri ini adalah vibrio, yakni bakteri yang berbentuk seperti tanda baca koma.

Struktur Tubuh Bakteri

Tubuh bakteri terdiri atas satu sel. Sel tubuh bakteri menyerupai sel tumbuhan. Bagian-bagian sel suatu bakteri terdiri atas dinding sel, selaput plasma, dan sitoplasma. Berikut struktur atau bagian-bagian dari tubuh bakteri.

  • Dinding sel merupakan bagian yang cukup kuat dan tersusun atas zat hemiselulosa. Fungsi dinding sel adalah sebagai pelindung bagian tubuh bakteri, sekaligus pemberi bentuk tubuh.
  • Selaput plasma berada di sebelah dalam dinding sel, merupakan selaput lipoprotein yang berfungsi sebagai pintu gerbang zat yang masuk atau keluar ke dan dari dalam sel bakteri.
  • Sitoplasma terdapat di sebelah dalam selaput plasma. pada bagian inilah terdapat berbagai organel yang berfungsi sebagai pelaksana kegiatan hidup, seperti respirasi sel, sintesis sel, dan lain-lain. Pada bagian tengah sitoplasma terdapat bahan inti yang tidak terlindungi oleh selaput inti. Pada bahan inti ini terdapat kromosom.

Makanan Bakteri

Berdasarkan caranya memperoleh makanan, bakteri dapat dibedakan menjadi dua, yaitu bakteri heterotrop dan bakteri autrotrop.

1. Bakteri Heterotrop

Bakteri heterotrop adalah bakteri yang tidak dapat menyintesis zat makanannya sendiri. Jadi, makanannya bergantung kepada organisme lain. Ada bakteri yang makanannya diperoleh dari sisa organisme lain yang telah mati. Bakteri jenis ini disebut bakteri saprofit. Ada juga bakteri yang makanannya diperoleh langsung dari organisme lain. Bakteri jenis ini disebut bakteri parasit. Ada bakteri yang parasit pada hewan, tumbuhan, maupun manusia.

Bakteri yang menumpang pada manusia tidak selalu membahayakan kesehatan manusia. Misalnya, bakteri Escherichia coli yang hidup pada usus tebal. Bakteri ini membantu membusukkan sisa makanan dan juga membantu pembentukan vitamin K yang penting untuk pembekuan darah.

Bakteri yang tidak menimbulkan penyakit pada manusia disebut bakteri apatogen. Sebaliknya banyak bakteri yang menumpang hidup pada manusia dan menimbulkan penyakit disebut bakteri patogen.

2. Bakteri Autotrof

Bakteri autotrof adalah bakteri yang dapat menyusun zat makanannya sendiri. Untuk menyusun zat makanan tersebut, bakteri memerlukan energi.
Berdasarkan sumber energi yang digunakannya, bakteri autotrof dapat dibedakan menjadi dua, yaitu fotoautotrof dan kemoautotrof.

3. Bakteri Fotoautotrof

Bakteri Fotoautotrof adalah bakteri yang dapat menyintesis zat makanannya sendiri dengan meng-gunakan energi cahaya matahari. Contoh kelompok bakteri ungu  atau bakteriopurpurin dan bakteri hijau atau bakterioklorofil.

4. Bakteri Kemoautotrof

Bakteri Kemoautotrof adalah bakteri yang dapat menyintesis zat makanannya sendiri dengan meng-gunakan energi kimia. Contoh bakteri kemoautotrof antara lain bakteri besi, bakteri belerang, dan bakteri zat lemas seperti Nitrosomonas, Nitrosococcus, dan Nitobacter.

Perkembangbiakan

Kebanyakan bakteri berkembang biak secara aseksual atau vegetatif yaitu dengan cara membelah diri. Setiap sel bakteri membelah menjadi dua. Pembelahan ini disebut pembelahan biner. Namun ada pula bakteri yang berkembang biak secara seksual dengan cara rekombinasi atau pertukaran materi genetik. Ada 3 macam rekombinasi bakteri yaitu:

  • Transformasi yaitu perpindahan sebagian materi genetik atau satu gen dari sel bakteri ke sel bakteri lain melalui proses fisiologi.
  • Transduksi yaitu perpindahan materi genetik melalui organisme lain misalnya bakteriofag (virus bakteri).
  • Konjugasi yaitu perpindahan materi genetik melalui kontak langsung dengan membentuk penghubung diantara dua sel bakteri.

Pertumbuhan Bakteri

Pertumbuhan bakteri dipengaruhi oleh faktor-faktor sebagai berikut:

  • Temperatur. Suhu optimal untuk pertumbuhan bakteri adalah antara 270 – 3000C. Namun demikian, ada pula bakteri yang tumbuh baik pada suhu lebih rendah atau lebih tinggi daripada suhu optimum rata-rata tersebut.
  • Kelembaban. Bakteri dapat tumbuh baik pada lingkungan yang lembab atau kadar airnya cukup tinggi.
  • Sinar matahari. Sinar matahari, khususnya sinar ultraviolet dapat mematikan bakteri. Di samping itu, sinar ultraviolet juga mampu merusak struktur kromosom bakteri.
  • Zat Kimia. Beberapa jenis zat kimia, misalnya antibiotik dan zat-zat kimia yang lain, ada yang dapat mematikan atau merusak dinding sel bakteri, sehingga dapat menghambat pertumbuhan bakteri.

Nah, bagaimana? Anda pasti sudah lupa dengan ciri-ciri bakteri bukan? Jika demikian, tulisan di atas bisa membantu Anda untuk mengingatnya kembali. Tidak ada salahnya juga jika informasi tersebut Anda jadikan referensi untuk belajar anak di rumah.

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Mengetahui Proses Pembentukan Trombosit
  • Fermentasi - Bioteknologi Konvensional yang Masih Dibutuhkan
  • Makanan Pendamping bagi Balita
  • Komponen dan Macam Ekosistem
  • Protease Enzim Pemecah Protein
  • Persepsi Salah Seputar Gangguan pada Lambung
  • Pengertian Pencemaran Air
  • Pembentukan dan Jenis-Jenis Awan
  • Enzim Pankreas
  • Mengenalkan Jurnal Pendidikan Biologi
  • Tahap-tahap Metamorfosis Kupu Kupu
  • Mengenal Fisiologi Sistem Pencernaan Manusia
  • Orgasme Wanita - How It Works
  • Sistem Reproduksi Pada Tanaman
  • Metabolisme Karbohidrat
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA