Ciri-ciri HIV - Deteksi Dini Penyakit Penyerang Sistem Imun
Sebelum kita membahas tentang ciri-ciri HIV, ada baiknya terlebih dahulu kita mengetahui apa HIV itu dan bagaimana tanda-tanda atau gejala orang yang terkena atau tertular HIV? HIV itu singkatan dari Human Immunideficiency Virus, yaitu virus penyebab penyakit AIDS yang menyerah sel darah putih di dalam tubuh penderita sehingga merusak sistem kekebalan tubuh si penderita.
Dengan rusaknya sisitem kekebalan tubuh maka penderita yang sudah terserang virus HIV ini akan sangat mudah terjangkit berbagai macam penyakit dari penyakit berat hingga penyakit yang ringan. Virus HIV ini jika dibiarkan berlanjut tanpa penanggulangan dini maka akan dengan cepat berkembang dan menjadi penyakit AIDS yang sangat mematikan dan belum ada obatnya. Untuk itulah ciri-ciri HIV ini sangat penting untuk diketahui oleh masyarakat agar semakin dini mengetahuinya maka akan semakin dini pula penanganannya.
Ciri-ciri HIV pada Orang Dewasa
- Orang dewasa yang terserang virus HIV akan memiliki ciri-ciri HIV, yaitu 10 persen dari berat badannya akan turun dengan drastisnya tanpa diketahui penyebab pastinya. Penurunan berat badan ini akan berlangsung terus menerus dari bulan ke bulan. Satu-satunya cara untuk mengetahui apakah ini termasuk ciri-ciri HIV, harus dengan pemeriksaan darah lengkap.
- Penderita yang terkena virus HIV akan mengalami ciri-ciri HIV seperti diare yang terus menerus hingga lebih dari satu bulan. Diare yang terus menerus seperti ini akan sangat berbahaya dan bisa langsung membawa pada kematian jika tubuh sampai mengalami dehidrasi atau kekurangan cairan.
- Penderita juga mengalami ciri-ciri HIV seperti demam yang berlangsung terus menerus selama lebih dari satu bulan baik yang konstan maupun demam yang datang dan pergi.
Ciri-ciri HIV yang Sudah Berubah Menjadi AIDS pada Orang Dewasa
- Penderita yang memiliki ciri-ciri HIV awal tadi mulai mengalami batuk kering yang tidak sembuh-sembuh selama berbulan-bulan maka ini menandakan bahwa virus HIV itu telah mulai berubah menjadi penyakit menjadi AIDS. Dan ini berarti bahwa penyakit itu sudah mulai parah.
- Timbulnya gatal-gatal pada seluruh permukaan kulit penderita juga merupakan ciri-ciri HIV yang sudah mulai berubah menjadi penyakit AIDS.
- Ciri-ciri HIV berikutnya yang sudah berubah menjadi penyakit AIDS adalah munculnya gejala seperti penyakit cacar air yang disebut herpes zoster yang tidak kunjung sembuh dalam jangka waktu lama.
- Munculnya candidiasis berwarna putih pada mulut, lidah, dan tenggorokkan. Ciri-ciri HIV yang satu ini sering disamakan dengan sariawan sehingga penderita biasanya tidak menganggap berbahaya. Padahal ini adalah ciri-ciri HIV yang sudah mulai masuk pada tahap sangat berbahaya.
- Terjadinya pembengkakan kelenjar di leher, di ketiak, atau selangkangan dengan atau tanpa infeksi aktif.
Dari lima tanda-tanda yang sudah diuraikan di atas, jika terjadi dua saja di antaranya merupakan ciri-ciri HIV awal yang sudah masuk dalam tahap bahwa penderita tersebut sudah mulai terkena AIDS. Harus segera dilakukan tindakan yang intensif agar penderita tidak sampai masuk pada kondisi kritis, harapan hidup semakin kecil.
Ciri-ciri HIV pada Anak
Ciri-ciri HIV pada anak memiliki gejala yang lain lagi seperti:
- Pertumbuhan menjadi lambat dan berat badan kurang.
- Diare selama 14 hari terus menerus dan tidak berhenti.
- Demam yang menyerang lebih dari satu bulan juga merupakan ciri-ciri HIV yang menyerang pada anak-anak.
- Batuk yang tidak sembuh-sembuh dan terus menerus. Sudah diobati pun tidak menunjukkan bahwa batuk berkurang.
- Infeksi pada telinga, tenggorokkan dan infeksi lainnya yang menyerang pada tubuh anak merupakan ciri-ciri HIV yang harus segera diwaspadai.
- Gatal-gatal di seluruh permukaan kulit.
- Pembengkakkan kelenjar di ketiak, selangkangan dan leher.
- Candidiasis seperti sariawan yang tumbuh di dalam mulut, lidah dan tenggorokkan.
Ciri-ciri HIV ini harus segera disosialisasikan di dalam masyarakat mengingat mulai tingginya angka penyebaran HIV dan AIDS di masyarakat akhir-akhir ini. HIV atau AIDS tersebut tidak saja menyerang orang dewasa yang rentan akan penyakit ini, namun sudah menyerang banyak anak-anak yang merupakan generasi penerus bangsa.
Ciri-ciri HIV - Tahapan dalam Jangka Waktu
Selain mengetahui ciri-ciri HIV, kita juga harus mengetahui gejala-gejala yang timbul. Penyakit HIV bukan penyakit yang langsung bereaksi begitu seseorang terkena. Namun, ada proses yang cukup lama dan nyaris tidak diketahui jika kita tidak mengenali secara pasti ciri-ciri HIV tersebut.
Masa setelah tertular yaitu tiga bulan pertama nyaris tidak menunjukkan ciri-ciri HIV sama sekali. Malah pada awalnya ciri-ciri HIV yang timbul mirip dengan ciri-ciri penyakit ringan yang biasanya sering terjadi seperti flu, diare, dan sariawan. Bahkan ada yang tiga bulan pertama ini sama sekali tidak mengalami ciri-ciri HIV yang menunjukkan bahwa seseorang itu telah tertular.
Masa lima sampai tujuh bulan. Masa ini penderita mulai merasa bahwa penyakitnya mengalami keanehan karena tidak kunjung sembuh. Bahkan setelah dilakukan cek darah pun dan telah diketahui bahwa si penderita memang terserang virus HIV tetap saja ciri-ciri HIV ada yang sama sekali tidak menunjukkan dirinya. Itu dikarenakan tubuh belum melakukan dan membentuk perlawanan khusus terhadap serangan virus HIV tersebut.
Kadang kala ketika daya tahan tubuh si penderita masih bagus, ciri-ciri HIV sama sekali tidak kelihatan dan baru kelihatan ketika keadaan sudah sangat parah.
Masa kronis pun akan menjadi tahapan selanjutnya. Masa kronis adalah masa-masa saat ciri-ciri HIV yang keluar bukan hanya sekadar menunjukkan bahwa penderita terserang virus HIV namun sudah menjadi penyakit AIDS. Seseorang yang sudah memasuki masa kronis hanya akan bertahan hidup antara enam bulan hingga dua tahun.
Bisa bertahan lebih lama lagi hidupnya jika terjadi keajaiban yang diberikan oleh Sang Maha Kuasa. Ciri-ciri HIV lainnya yang bisa kita jadikan patokan bahwa seorang penderita sudah terkena penyakit AIDS adalah:
- Saluran pernapasan yang mulai terganggu. Penderita akan sering mengalami sesak napas dan bernapasnya pendek-pendek. Ciri-ciri HIV yang satu ini akan disertai dengan pneumonia, demam, batuk dan nyeri pada bagian dada.
- Ciri-ciri HIV berikutnya yaitu saluran pencernaan akan ikut terganggu yang ditandai dengan hilangnya nafsu makan, mual, dan muntah yang hebat. penyakit ini juga disertai tumbuhnya jamur seperti sariawan pada rongga mulut dan tenggorokkan serta mulai mengalami diare yang kronis.
- Berat badan yang turun hingga 10 persen di bawah angka berat badan normal juga menjadi ciri-ciri HIV yang patut di waspadai. Penurunan berat badan ini disebabkan gangguan penyerapan makanan di dalam tubuh yang disebabkan oleh kerja virus HIV. Kondisi ini juga disertai dengan tubuh yang sering merasa lemah dan tak bertenaga.
- Sistem syaraf pada tubuh juga akan mengalami gangguan akibat penyebaran virus HIV ini. Daya ingat berkurang, sakit kepala yang terus menerus, sering tampak kebingungan dan respon gerak tubuh melambat juga merupakan salah satu dari sekian banyak ciri-ciri HIV. Syaraf-syaraf pada telapak tangan dan kaki akan sering merasa kesemutan dan nyeri.
- Dengan semakin berkembangnya virus HIV di dalam tubuh maka penderita akan mengalami serangan virus cacar air atau herpes simplex bahkan juga cacar api atau herpes zoster. Selain itu ciri-ciri HIV lainnya adalah penderita akan mengalami berbagai macam penyakit kulit, infeksi jaringan rambut dan kulit, kulit menjadi kering dan bersisik.
- Saluran kemih dan reproduksi pada wanita juga akan mengalami gangguan. Ciri-ciri HIV pada penderita wanita ditandai dengan munculnya jamur pada vagina, luka pada saluran kemih, dan menderita penyakit syphilis. Penderita wanita ini juga akan mengalami haid yang tidak teratur dan peradangan rongga pada tulang.
Dengan mengetahui ciri-ciri HIV ini diharapkan semua lapisan masyarakat menjadi lebih waspada dan membantu jika menemukan orang di sekitar kita mengalami ciri-ciri HIV seperti yang telah dijabarkan di atas.






