logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Sosial & Budaya    Sosial    Kelompok Sosial

Ciri-ciri Masyarakat Kota dan Desa


Ilustrasi ciri ciri masyarakat kota

 Masyarakat adalah salah satu unsur yang harus dimiliki oleh sebuah negara. Sebuah wilayah tak bisa dikatakan sebagai negara bila tidak memiliki kedaulatan dan rakyat atau disebut juga dengan masyarakat. Masyarakat di suatu negara dibedakan menjadi dua kelompok berdasarkan tempat tinggalnya, yaitu masyarakat kota dan masyarakat desa. Ciri-ciri masyarakat kota dan desa pun tentu berbeda. Mari kita bahas satu persatu.

Ciri-ciri Masyarakat Kota - Individual

Masyarakat kota adalah masyarakat yang tinggal di daerah dekat dengan pusat pemerintahan. Masyarakat kota terdiri dari beragam suku dan kebanyakan biasanya pendatang.

Masyarakat kota memang individual. Mereka cenderung memikirkan urusannya sendiri dan enggan mencampuri urusan orang lain. Pergaulan di antara mereka pun terbatas dengan kelompok-kelompoknya sendiri, misalnya teman kantor, teman di klub tertentu, atau arisan. Jarang mereka terlihat mengobrol dengan tetangga sepanjang hari. Apalagi, bila mereka tinggal di perumahan elit.

Mereka merasa kalau terlalu banyak masuk ke kehidupan lingkungannya, pasti suatu saat terjadi pergesekan. Mereka takut sekali kalau sampai terjadi pergesekan sosial. Mereka tak ingin mencari masalah dan tak ingin membuat keributan. Mereka tahu bahwa merekalah yang harus mengalah dengan masyarakat lokal. Masyarakat lokal dianggap akan mencari untung sendiri dari para pendatang. Hal ini memang acap terjadi walaupun sesungguhnya yang melakukan hal tersebut hanyalah dari oknum masyarakat lokal yang mencari untuk untuk dirinya sendiri.

Sikap antisipatif dari kaum pendatang memang tak bisa disalahkan. Mereka terkadang hanya ingin mencari nafkah dan tidak mempunyai keinginan untuk tinggal menetap di sebuah kota. Keluarga mereka pun ada di tempat asalnya. Mereka hanya tinggal sementara. Kalau keadaan pekerjaannya cukup menguntungkan, mereka akan bertahan lama. Bahkan kalau memang peluang sangat baik dan dirasa keadaan kota menyenangkan, biasanya baru mereka akan menetap di kota tersebut dan memboyong semua anggota keluarganya.

Sebaliknya, bila keadaan tidak memungkinkan dan penghasilan tidak seperti yang dibayangkan, mereka akan pindah ke kota lain yang dianggap lebih menguntungkan. Perpindahan ini bisa berlangsung berkali-kali sesuai dengan keinginan dan hingga hati mereka terpaut pada satu kota yang sangat menarik. Biasanya hal ini terjadi karena mereka telah tua dan lelah pindah-pindah.  Hal seperti ini telah menjadi ciri-ciri masyarakat kota.  

Ciri-ciri Masyarakat Kota - Heterogen

Masyarakat kota terdiri dari beragam suku. Semuanya berkumpul di  satu kota dengan tujuan beragam, bekerja, kuliah, ikut saudara, dan lain-lain. Keanekaragaman inilah yang membuat masyarakat kota menjadi menarik. Bayangkan saja, bila suku Jawa bergaul dengan suku Sunda, Minang, Banjar, dan Betawi. Apa yang terjadi?

Tidak hanya keanekaragaman suku, namun juga keanekaragaman yang lain seperti tingkat pendidikan (masyarakat kota identik dengan masyarakat yang berpendidikan tinggi, namun yang tidak berpendidikan pun ada), agama, status sosial (mulai yang tidak memiliki apa-apa hingga memiliki segalanya semuanya tersedia di kota), dan karakter.

Ciri-ciri masyarakat kota satu ini memang sangat menggelikan terkadang. Penggunaan bahasa daerah yang masih begitu sering terdengar terkadang membuat geli yang mengamati. Logat dan aksen yang terdengar lucu itu menambah kegembriraan sendiri. Bila sudah seperti ini rasa persatuan dan kesatuan sebagai anak bangsa Indonesia menjadi sangat terasa. Cukup tak bisa dipahami kalau konflik bisa terjadi.

Konflik itu terjadi karena perbedaan yang terlalu dilebih-lebihkan. Padahal kalau kebersamaan yang ditonjolkan, pengalaman hidup pasti akan terasa kental. Bagaimana tidak, bagi yang senang bertualang, mempunyai teman dari daerah lain adalah kesempatan untuk pergi ke tempat itu dan mengenal tempat tersebut lebih jauh tanpa rasa takut tersesat karena ada pemberi informasi yang akurat tentang tempat yang akan dikunjungi.

Bagi para penulis, keragaman budaya itu adalah inspirasi yang sangat mahal harganya. Keragaman makanan dan bahasa serta kebiasaan akan menjadi bumbu kehidupan. Orang yang merasakan ciri-ciri masyarakat kota heterogen ini akan berpikir bahwa hal ini bisa menjadi sarana silaturrahmi yang sangat menarik untuk didalami dan bukannya dicari celah untuk bertengkar dan bermusuhan hanya karena sterotype yang tidak karuan.

Ciri-ciri Masyarakat Kota - Daya Saing Tinggi

Biasanya, orang-orang melakukan urbanisasi atau perpindahan penduduk dari desa ke kota untuk meningkatkan taraf hidup. Itu sebabnya tingkat persaingan di kota sangat tinggi, apapun bidang yang digeluti. Bahkan, untuk memenangkan kompetisi tersebut, seseorang kadang rela menghalalkan segala cara.

Ketika penghalalan segala cara ini dilakukan, maka pandangan orang tidak hanya terpaku pada siapanya tetapi juga asal dari pelakunya. Hal inilah yang akhirnya menimbulkan satu kecurigaan yang cukup tinggi kepada salah satu suku yang orang-orangnya banyak tertangkap ketika bereaksi sebagai orang jahat. Untungnya, semakin banyak orang yang tidak terlalu percaya bahwa satu daerah bisa menjadi penyumbang penjahat saja tanpa mampu melahirkan orang-orang berkualitas yang mampu membangun negeri.

Ciri-ciri masyarakat kota yang mempunyai daya saing tinggi ini terkadang menyurutkan beberapa orang untuk datang ke  kota bila mereka tidak mempunyai ketrampilan atau senjata bersaing yang diharapkan bisa membuat dirinya tidak menjadi terlunta-lunta di kota besar. Tetapi, ada juga sebagian orang yang menjadikan kota sebagai tempat pelarian hidup sehingga yang terjadi adalah bahwa mereka harus tinggal di emperan toko, di bawah jembatan, dan menggelandang sepanjang masa. Menyedihkan. Setiap orang memang mempunyai daya tahan sendiir-sendiri dalam menghadapi rasa malu dan rasa tahan terhadap kerasnya hidup.

Ciri-ciri Masyarakat Kota – Profesi Beragam

Di kota, profesi penduduknya sangat beragam. Tentunya, profesi tersebut sesuai dengan keahlian masing-masing, misalnya buruh pabrik, karyawan, PNS, penulis, motivator, pengamen, dan lai-lain. Di kota, semuanya bisa dijadikan profesi. Bahkan, mengemis pun adalah sebuah profesi.

Ada yang berpendapat bahwa ciri-ciri masyarakat kota itu adalah kreatif menciptakan profesi. Profesi ini apa saja asalkan dapat menghasilkan rupiah. Menajdi makelar pun merupakan salah satu pekerjaan yang cukup menguntungkan di wilayah perkotaan. Modal para makelar inilah adalah kepandaiannya menghubungkan orang dan kepintarannya berbicara dengan siapa pun. Penghasilan para makelar ini juga cukup tinggi. Itulah mengapa banyak orang yang berprofesi sebagai seorang manager perusahaan tetapi juga berprofesi sebagai seorang makelar.

Ciri-ciri Masyarakat Kota - Materialistik

Sebagian besar masyarakat kota memang matrealistik. Hal tersebut dipengaruhi tingkat persaingan yang tinggi dan untuk mendapatkan sesuatu yang diinginkan diperlukan pengorbanan yang besar. Sifat ini kadang membuat orang enggan melakukan sesuatu yang tidak ada nilai uangnya. Tidak jarang masyarakat kota terlihat tak mau memberikan bantuan secara gratis. Kalau ada orang yang snagat baik yang mau menolong tanpa mau dibayar, wajah keheranan pasti akan terpancar dari wajah orang telah ditolong.

Memang tidak semua masyarakat kota menjadi orang yang materialistik. Sebagian masyarakat yang masih mempunyai keimanan dan pemahaman bahwa hidup tak hanya ada di dunia saja, pasti mempunyai hati dan masih mau membantu dengan senang hati dan ikhlas tanpa mengharapkan balasan apa-apa.

Ciri-ciri Masyarakat Kota - Open Minded

Ciri-ciri masyarakat kota terkenal adalah sikap mereka yang selalu terbuka terhadap segala macam jenis perubahan. Mereka juga masyarakat yang selalu aktif dan open minded. Itulah yang menyebabkan kota mengalami kemajuan yang signifikan.

Mereka mudah menerima perubahan. Mereka bahkan ingin sellau berubah agar bisa bertahan di kota yang memang menuntut perubahan itu etrjadi setiap saat. Tanpa adanya perubahan, maka kota itu akan menjadi kota mati dan tak akan didatangi lagi oleh orang-orang yang mencari peruntungan.

Ciri-ciri Masyarakat Desa

Masyarakat desa memiliki ciri-ciri yang berkebalikan dengan masyarakat kota, yaitu sebagai berikut.

1. Gotong Royong

Di desa, kita akan menemukan masyarakat yang masih erat hubungan kekeluargaannya. Mereka suka bergotong royong dan saling membantu.

2. Homogen

Masyarakat desa biasanya terdiri dari satu atau dua suku. Kebanyakan mereka masih bersaudara satu sama lain.

3. Daya Saing Rendah

Karena sifat kekeluargaan tersebut, tidak ada keinginan bagi masyarakat desa untuk bersaing terlalu ketat. Mereka sangat menjunjung tinggi relasi atau hubungan dan menurut mereka persaingan yang ketat akan merusak hubungan kekeluargaan.

4. Profesi Sedikit dan Sejenis

Jenis profesi yang ada di desa tidak sebanyak di kota. Bila desa tersebut terletak di daerah pegunungan, bisa dipastikan bahwa profesi mereka sebagian besar adalah petani.

Setelah membandingkan ciri-ciri masyarakat kota dan ciri-ciri masyarakat desa tersebut, diharapkan pemahaman ini akan menjadikan masyarakat lebih mengerti keadaannya.

 

 

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Ciri-Ciri Masyarakat Modern
  • Bobotoh Persib - Pendukung Fanatik Persib Bandung
  • Belajar pada Masyarakat Pedesaan
  • Konsep Dasar Pembentukan Kelompok Sosial
  • Merintis Pembangunan Masyarakat Harmoni
  • Kelompok Informasi Masyarakat Mencegah Bencana
  • Perkembangan Kelompok Sosial dalam Masyarakat Multikultural
  • Pembentukan Kepribadian Melalui Masyarakat Multikultural
  • Kelompok Sosial dalam Masyarakat Multikultural
  • Viking Bandung, Kemapanan Kelompok Suporter Terbesar
  • Masyarakat Islam Indonesia
  • Mengenal Pendekatan dalam Perilaku Organisasi
  • Mempertanyakan Masyarakat Bahari Indonesia
  • Antusiasme Sepak Bola Masyarakat Perkotaan
  • Menyikapi Keanekaragaman Kelompok Sosial dalam Masyarakat Multikultural
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA