logo anne ahira
Cari Artikel:  
Siapa Anne Ahira
Asian Brain Support

AnneAhira.com    Kesehatan    Macam-Macam Penyakit    Aids    Ciri Ciri Penyakit Aids

Mengenali Ciri-Ciri Penyakit AIDS pada Anak

Oleh: AnneAhira.com Content Team

Ciri-ciri penyakit AIDS memang diperlukan agar masyarakat lebih waspada terhadap penyakit ini. Jika ciri-ciri penyakit AIDS bisa diketahui lebih dini, kemungkinan untuk melakukan pertolongan kepada penderita juga bisa segera dilakukan.

AIDS benar-benar monster, bukan saja bagi orang dewasa, tetapi juga anak-anak. Bayangkan, dalam sebuah koran ibu kota disebutkan bahwa jumlah anak-anak penderita virus ini meningkat 700% dalam empat tahun terakhir. Celakanya, ciri-ciri penyakit AIDS pada anak cenderung lebih sulit dikenali sehingga penanganannya sering terlambat.

Angka yang dirilis oleh koran ibu kota itu tentu mencengangkan. Lebih-lebih, selama ini kita salah memahami bahwa HIV/AIDS lebih banyak menyebar di kelompok dewasa yang aktif secara seksual. Padahal, diam-diam monster itu menelan anak-anak dan membunuhnya lebih cepat. Hal ini sedikit banyak disebabkan karena sedikitnya informasi mengenai ciri-ciri penyakit AIDS pada anak-anak.

HIV (Human Immunodeficiency Virus) seperti kita ketahui adalah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh, ditularkan lewat cairan tubuh manusia seperti darah, cairan seksual, ASI, dan sebagian kecil virus terdapat pada air liur. Pengidap HIV pelan-pelan akan digerogoti penyakit ganas karena tubuhnya tidak lagi memiliki sistem imun, dan pada kondisi semacam ini, pengidap HIV disebut menderita AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome). Ciri-ciri penyakit AIDS yang sudah diketahui lebih dini memungkinkan untuk pengobatan yang juga bisa dilakukan lebih awal.

Mengetahui ciri-ciri AIDS lebih dini memberikan efek yang sangat luar biasa. Meskipun hal tersebut bukan berarti bisa langsung membuat seorang penderita AIDS sembuh seketika. Efek dari mengetahui ciri-ciri AIDS adalah Anda bisa cepat langsung memberikan pertolongan kepada penderita AIDS. Paling tidak, upaya untuk penyembuhan penyakit AIDS tersebut bisa dilakukan dengan lebih dini.

Menurut para ahli kesehatan, penyakit yang menyerang sistem kekebalan manusia ini belum ditemukan penyembuhnya. Sebuah vonis yang akan sangat membuat mental para penderita anjlok seketika. Pernyataan ini tentu saja atas penelitian-penelitian yang telah dilakukan beberapa tahun. Tapi ada satu hal yang harus sama-sama diyakini adalah bahwa Tuhan tidak akan memberikan cobaan jika hambanya tidak kuat menahan cobaan tersebut. Terus berpikiran positif terhadap Sang Penguasa pasti akan membantu menguatkan mental para penderita AIDS.

Sebagai sebuah sirine awal, ciri-ciri AIDS akan membantu Anda untuk mendeteksi apakah penyakit itu ada dalam tubuh kita atau tidak. Ataukah penyakit itu ada di dalam tubuh orang-orang terdekat kita atau tidak. Mewaspadai sesuatu akan lebih bijak dibandingkan dengan menyesalinya.

Ciri-ciri Penyakit AIDS – HIV/AIDS pada Anak Indonesia

Jumlah penderita HIV/AIDS usia anak di Indonesia diperkirakan mencapai angka 293.000 pada akhir 2009, dan jumlah tersebut semakin meningkat. Umumnya, anak-anak tersebut terpapar virus melalui ibu yang positif mengidap HIV. Jika demikian, ciri-ciri penyakit AIDS pada anak sebenarnya sudah bisa dideteksi sejak awal.

Penularan bisa terjadi semasa kehamilan, saat proses persalinan, maupun saat menyusui. Berdasarkan data medis, penularan paling tinggi terjadi pada proses persalinan (18%), disusul dengan masa kehamilan (6%), dan menyusui (4%). Penularan saat proses persalinan terjadi melalui darah, cairan servikovaginal, trakeobronkial, dan cairan ketuban. Ciri-ciri penyakit AIDS yang diderita ibu bisa menurun langsung pada anak yang dikandungnya.

Selama ini, tindakan medis yang dilakukan untuk menurunkan risiko bayi terpapar HIV dengan cara pemberian antiretroviral (ARV) selama masa kehamilan, tindakan operasi saesaria saat persalinan, dan pemberian susu kaleng sebagai pengganti ASI. Cara-cara seperti itu konon akan menghindarikan bayi dari penyakit AIDS. Ciri-ciri penyakit AIDS pun kemungkinan besar tidak akan terlihat pada bayi.

Risiko kematian pada anak yang menderita HIV jauh lebih besar dibandingkan orang dewasa. Sebab, orang dewasa memiliki antibodi yang lebih aktif dan secara alami memperlambat perkembangan virus, sementara anak-anak belum memilikinya. Namun, ciri-ciri penyakit AIDS pada anak cenderung susah dikenali dibandingkan dengan ciri-ciri penyakit AIDS pada orang dewasa.

Cara terbaik untuk mengetahui seseorang mengidap HIV atau tidak adalah dengan memeriksakan darah, melalui pemeriksaan standar seperti enzyme-linked immunoabsorbent assay dan analisis antibodi immunoglobulin untuk mengetahui tingkat imunitas darah. Sayangnya, hasil tersebut tidak bisa digunakan untuk mendiagnosis bayi di bawah usia 18 bulan, karena pada usia tersebut masih terdapat immunoglobulin anti-HIV ibu. Sehingga ciri-ciri penyakit AIDS pada bayi benar-benar sulit dideteksi.

Untuk mendiagnosis bayi terpapar virus atau tidak, diperlukan proses yang sangat lama dan sulit. Akurasinya pun tidak sebaik diagnosis untuk orang dewasa. Pemeriksaan HIV pada bayi biasanya dengan teknik PCR (Polymerase Chain Reaction) yang dilakukan sejak lahir sampai usia dua bulan. Mengetahui atau mengenali ciri-ciri penyakit AIDS pada anak menjadi sulit.

Ciri-Ciri Penyakit AIDS atau HIV pada Anak

Cukup banyak variasi dalam manifestasi klinis infeksi HIV pada anak, mulai dari asimtomatis sampai penyakit berat yang dinamakan AIDS. Umumnya, ciri-ciri penyakit AIDS pada anak didampingi beberapa gejala klinis. Gejala klinis  yang tampak adalah akibat infeksi mikroorganisme di lingkungan anak dan gejalanya tidak spesifik, seperti gagal tumbuh, berat badan menurun, anemia, panas berulang, pembengkakan kelenjar limfa dan hati.

Gejala yang lebih spesifik biasanya berupa infeksi kuman, parasit, jamur, atau protozoa yang biasanya tidak menyerang anak normal. Penyakit tersebut misalnya kandidiasis mulut yang dapat menyebar ke kerongkongan.  Ciri-ciri penyakit AIDS seperti ini rasanya cukup menggangu anak.

Kandidiasis adalah infeksi oleh jamur kandida yang secara alami berada pada tubuh manusia dan umumnya tidak berbahaya pada anak normal. Gejalanya berupa gumpalan putih kecil seperti busa, atau berupa bintik merah menyerupai sariawan. Penyakit ini dapat menyebabkan sakit tenggorokan, sulit menelan, mual, dan hilang nafsu makan. Ciri-ciri penyakit AIDS pada anak ini akan mampu menurunkan berat badan anak secara drastis.

Ciri-ciri penyakit AIDS akan terlihat samar terlebih jika diiringi dengan penyakit yang lain, misalnya radang paru-paru. Lebih-lebih kalau anak terserang bakteri TBC, penyakitnya akan sangat berat dan menimbulkan dampak yang luas pada paru-paru dan otak.

Yang lebih tragis apabila muncul gejala ensefalopati atau kerusakan otak kronik yang menghambat perkembangan keterampilan motorik, menurunkan daya intelektual, bahkan retardasi mental.

Namun, ciri-ciri penyakit AIDS yang tampak umum pada anak-anak biasanya berupa diare berkepanjangan, demam dalam waktu lama, badan semakin kurus dan berat badan menyusut, dan sebagainya. Secara umum, ciri-ciri penyakit AIDS  tersebut bisa dikelompokkan menjadi dua: gejala minor dan mayor.

Gejala mayor:

  1. Pertumbuhannya sangat lambat, dan berat badan menurun jauh di bawah normal.
  2. Diare berkepanjangan yang berlangsung lebih dari dua minggu. 
  3. Demam terus-menerus selama sebulan atau lebih.

Gejala minor:

  1. Mengalami gatal-gatal di seluruh permukaan kulit.
  2. Terjadi pembengkakan kelenjar di leher, ketiak, atau selangkangan, tanpa sebab yang jelas. 
  3. Kandidiasis pada mulut dan tenggorokan. 
  4. Infeksi di telinga dan tenggorokan. 
  5. Batuk terus menerus.

Apabila seorang anak memiliki dua tanda mayor yang diikuti dengan dua tanda minor, maka kemungkinan besar anak tersebut telah terpapar HIV/AIDS. Ciri-ciri penyakit AIDS seperti diatas tersebut mungkin akan terlihat sebagai gejala penyakit biasa. Jika Anda ragu, segeralah pergi ke dokter untuk memastikan hal itu.

Tolong SHARE
artikel ini
Share
Share
Nama:
Email:
Komentar:
    
Catatan : Gunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, jangan menggunakan terlalu banyak singkatan seperti SMS. Setiap komentar memerlukan persetujuan moderator.

Anne Ahira - Asian Brain on Facebook
Artikel Terkait
  • Gejala dan Pencegahan Penyakit AIDS
  • Diagnosis dan Penanganan Penyakit HIV AIDS
  • HIV: Penyakit yang Menyerang Sistem Kekebalan Tubuh
  • Mengenali Ciri-Ciri AIDS
  • Menghindari Penyakit HIV AIDS
  • Kenali dan Waspadai Gejala Penyakit AIDS
  • Tentang HIV AIDS, dari Penularan Hingga Pencegahan
Share

facebook

Twitter

Linkedin


Beranda | Kontak Kami | Privacy | Artikel Sitemap | Sitemap | RSS Feeds | Bisnis Online

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA