logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Kesehatan    Gaya Hidup Sehat    Kebersihan Tubuh

Ciri Ciri Penyakit Kista pada Payudara dan Organ Reproduksi Wanita


Ilustrasi ciri ciri penyakit kista

Saat ini, penyakit kista lazim menyerang kaum wanita. Sayangnya, para wanita kurang memperhatikan ciri ciri penyakit kista yang bisa membuat mereka lebih menjaga kesehatannya. Kista merupakan pertumbuhan daging (yang sesungguhnya seperti kantung) abnormal berisi cairan abnormal di seluruh tubuh. Kista bisa tumbuh di paru-paru, usus, kulit, kornea mata, bahkan otak.

Namun, pertumbuhan kista paling sering ditemui di organ reproduksi perempuan dan payudara. Bentuk kista seperi benjolan kistik dan ada pula yang berbentuk anggur. Umumnya, benjolan itu berisi cairan. Namun, ada juga yang berisi udara, nanah, ataupun bahan-bahan lainnya. Apabila produksi cairan kista bertambah, kista pun akan membesar. Lambat laun, kantung kista bisa menipis dan sangat mungkin pecah sama seperti balon yang ditiup.

Bahaya dan Ciri Ciri Penyakit Kista pada Organ Reproduksi

Di antara bahaya yang ditakuti pada kista adalah apabila ia menjadi ganas meskipun tidak semua kista mudah berubah menjadi ganas. Misalnya, kista fungsional. Bahaya lainnya adalah apabila terus mengembang. Hal ini akan menimbulkan rasa sakit yang sangat dan memerlukan tindakan pencegahan jangan sampai kista pecah karena bisa mengakibatkan hal-hal yang tidak diinginkan.

Beberapa penderita kista tertentu tidak menunjukkan ciri ciri penyakit kista karena memang tidak menimbulkan gejala apapun. Biasanya, kista baru terdeteksi dengan tidak sengaja ketika mereka tengah melakukan general check up atau cek kesehatan yang lain. Namun, umumnya, ciri ciri penyakit kista bisa kita temukan agar memudahkan kaum wanita mengontrol kesehatannya. Berikut ini merupakan beberapa ciri penyakit kista.

  • Keluhan nyeri ketika menjelang atau dalam masa haid. Beberapa penderita, bahkan, bisa sampai pingsan karena tidak tahan dengan rasa nyeri yang ditimbulkan.

  • Nyeri perut bagian bawah.

  • Haid yang sangat banyak atau justru terlalu sedikit.

  • Sering merasa ingin buang air besar atau kecil karena jaringan kista yang terus membesar semakin menekan kandung kemih sehingga tidak dapat menampung banyak air seni.

  • Pada keadaan yang sudah lanjut, dapat teraba benjolan pada daerah perut.

  • Perubahan pola haid. Misalnya, terlambat haid atau perdarahan di antara periode haid.

  • Perdarahan vagina yang hebat dan tidak teratur.

  • Nyeri perut hebat disertai mual dan muntah.

  • Pembesaran perut akibat beberapa jenis kista yang cenderung tumbuh makin besar.

  • Rasa sakit seperti digigit semut di bagian bawah perut kiri dan kanan secara bergantian.

  • Keluhan sakit pada pinggang bagian belakang.

  • Sakit saat berhubungan seks.

  • Jika kista pecah, misalnya saat berhubungan seksual, penderita akan merasa nyeri yang bertambah bila melakukan aktivitas fisik berat.

Setelah seseorang mampu mengenali ciri ciri penyakit kista tersebut, segeralah berkonsultasi kepada dokter spesialis kandungan. Dokter akan lebih teliti dalam menentukan jenis kista yang diderita oleh seseorang sehingga bisa memberikan penanganan yang tepat. Penyakit kista bisa ditangani dengan cara berikut ini.

  • Pembedahan.

  • Terapi hormon.

  • Untuk kista fungsional, biasanya akan hilang dengan sendirinya.

Pada wanita, selama ia dalam masa aktif haid, kemungkinan tumbuh kista akan terus ada. Nah, jangan takut dan ragu memeriksakan diri Anda!

Ciri Ciri Penyakit Kista: Mengenal Kista pada Payudara

Kista juga bisa tumbuh di dalam payudara sebagai reaksi sel dari pasang surutnya hormon seorang perempuan dari bulan ke bulan. Kista hanya dialami oleh perempuan yang aktif secara seksual, artinya anak perempuan yang belum menstruasi dan perempuan tua yang sudah menopause tidak akan terkena kista payudara.

Ada dua jenis kista pada payudara, yakni microcysts dan macrocysts. Microcysts adalah jenis kista kecil. Saking kecilnya, kista ini tidak terasa jika disentuh oleh tangan. Oleh karena itu diagnosa kista ini harus dilakukan melalui proses USG, mamografi, dan proses pencitraan lainnya. Sementara itu macrocysts adalah jenis kista besar yang bisa tumbuh sampai ukuran diameternya mencapai 5 cm. Kista sebesar ini akan menyebabkan rasa nyeri dan tidak nyaman karena menekan jaringan sekitarnya. Kista jenis ini harus segera diangkat melalui operasi.

Seseorang yang memiliki kista di dalam payudaranya biasanya merasakan sensasi sakit dan tak nyaman di payudara. Jika disentuh, kista di payudara akan terasa berserat, keras, dan bisa berpindah-pindah tempat. Apabila kista tersebut menekan saraf di sekitarnya, bisa terjadi peradangan jaringan yang mengakibatkan pembengkakan.

Jika sudah begitu, biasanya dokter akan mengambil cairan di dalam kista payudara dengan jarum suntik sehingga kista mati. Akan tetapi jika ternyata cairan kista bercampur dengan darah, kista tidak bisa sepenuhnya hilang. Dan apabila kista ternyata bisa tumbuh kembali, harus dilakukan analisa mendalam untuk memahami tingkat keganasan kista. Jika ternyata memang ganas, maka kista harus diangkat sebelum menyebabkan kanker payudara.

Lazimnya, sebagian besar kista yang tumbuh di payudara adalah kista jinak yang tidak berpotensi menjadi kanker. Jenis kista seperti ini tak perlu diobati karena akan hilang dengan sendirinya seiring berjalannya waktu. Akan tetapi jika kista dirasa terlalu besar dan sangat terasa keberadaannya, sebaiknya memang diangkat agar tidak mencetuskan kanker. Apabila sudah diangkat, biasanya dokter menyarankan wanita tersebut untuk tidak terlalu banyak mengonsumsi kopi. Kandungan dalam kopi memicu kista untuk tumbuh kembali.

Penyebab dan Ciri Ciri Penyakit Kista pada Payudara

Seperti dijelaskan di atas, penyakit kista pada payudara memiliki ciri-ciri bisa digerakkan bebas di seputar payudara. Bentuknya bulat agak lonjong, elastis, dan lunak. Ukuran kista berubah-ubah, tergantung pada perubahan hormon estrogen pada perempuan penderita. Saat-saat menjelang menstruasi, ukurannya membesar; sedangkan pada saat menstruasi ukurannya kembali mengecil.

Kista biasanya tidak terasa sakit saat ditekan. Namun khusus pada saat pra-menstruasi kista akan terasa nyeri saat ditekan. Inilah tanda-tanda umum yang dirasakan mereka yang memiliki kista di dalam payudaranya:

  • Payudara terasa nyeri meski bukan pada periode menstruasi

  • Adanya benjolan baru dan asing di payudara yang sebelumnya tidak ada

  • Ada perubahan-perubahan yang janggal pada payudara

  • Payudara menjadi merah, membengkak, dan terasa panas

  • Muncul cairan bahkan darah dari puting susu

  • Muncul benjolan pada ketiak

Sampai saat ini, para ahli masih belum mengetahui penyebab pasti kista payudara. Namun beberapa ahli berusaha membuat kesimpulan bahwa berlebihannya kadar estrogen di dalam tubuh bisa memicu munculnya kista payudara. Payudara terdiri dari jaringan-jaringan kelenjar. Jumlah jaringan ini akan bertambah ketika hormon estrogen banyak diproduksi, seperti ketika menjelang menstruasi, masa kehamilan, dan ketika menyusui. Jika pertumbuhan jaringan pada payudara berlebihan, akibatnya timbul kista yang semakin lama semakin tumbuh membesar.

Ciri Ciri Penyakit Kista: Diagnosa dan Pengobatan Kista Payudara

Cara paling murah, mudah, dan sederhana untuk mendeteksi keberadaan kista payudara adalah dengan SADARI atau Periksa Payudara Sendiri. SADARI merupakan kegiatan memijat payudara sendiri secara perlahan dengan alur yang sudah ditentukan untuk mencari tahu apakah ada benjolan-benjolan tidak lazim di sekitar payudara. Jika SADARI dirasa terlalu sulit untuk dilakukan, Anda bisa langsung berkonsultasi dengan dokter. Dokter akan melakukan diagnosa awal dengan memeriksa payudara secara fisik.

Kemudian tes pencitraan pada payudara akan dilakukan. Tes pencitraan ini dilakukan melalui USG atau mamografi. Jika hasilnya menunjukkan bahwa terdapat benjolan di payudara, dokter akan melakukan analisis lebih lanjut untuk mendeteksi apakah benjolan tersebut kista atau permasalahan lain. Jika memang kista, dokter akan melakukan pengobatan sesuai ukuran dan kondisi kista. Jika sangat kecil, jinak, dan tidak mengganggu, dokter akan menyarankan meminum obat herbal sambil terus memantau pertumbuhannya.

Apabila kista agak membesar dan terlihat berisi cairan, dokter akan melakukan aspirasi jarum halus. Ini adalah prosedur pengambilan cairan dari dalam kista melalui jarum suntik. Akan tetapi jika terlihat ciri ciri penyakit kista payudara yang parah, yakni cairan berdarah dan kista muncul kembali beberapa waktu kemudian, kista harus diangkat melalui jalan operasi.

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Hati-Hati Anemia pada Ibu Hamil
  • Mengenal Penyakit Herpes Simplex
  • Kusta Bukan Kutukan
  • Macam-macam Penyakit pada Pencernaan
  • Hindari Informasi Kesehatan yang Keliru
  • Mengenal Alergi Kulit Lebih Dekat
  • Penyebaran dan Ciri-ciri Penyakit Kelamin Seksual
  • Waspadai Gejala Alergi dan Asma
  • Waspadai Alergi Bayi
  • Gejala Alergi Susu Formula pada Bayi
  • Waspadai Sakit Perut Bagian Bawah
  • TIA, Sang Stroke Sementara
  • Mencegah dan Mengobati Bau Mulut
  • Cara Perawatan Tubuh yang Seimbang - Fisik dan Nonfisik
  • Kenali dan Waspadai Gejala Infeksi Saluran Kemih
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA