logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Keluarga    Anak-Anak    Cerita Anak

Contoh Cerita Anak Bersifat Mendidik


Ilustrasi contoh cerita anak

Pada saat Anda masih kecil mungkin pernah mempunyai pengalaman yang menarik seperti dibacakan cerita anak oleh orang tua. Orang tua pada jaman dulu seakan memiliki segudang contoh cerita anak yang dapat dicerna dengan sangat mudah oleh anak-anak, yang sebenarnya memiliki nilai pendidikan yang terselubung dibalik cerita-cerita tersebut.

 

Makna Cerita Anak

 

Banyak contoh tentang cerita anak yang biasa didongengkan oleh orang tua kepada anaknya, atau oleh guru kepada anak didiknya serta oleh ustad atau ustadzah kepada para santrinya. Namun sebenarnya apakah makna dari cerita anak itu sendiri.

 

Cerita anak pada dasarnya memiliki makna sebagai media untuk menghibur anak namun juga mempunyai fungsi sebagai pendidikan. Hal ini disampaikan oleh Anna Rimba Phoa selaku Executive Director PT.Mentari Books Indonesia, yang biasa menerbitkan buku-buku cerita untuk anak-anak.

 

Sejatinya di dalam masa yang masih dini ini, anak-ank sudah dapat untuk dibacakan atau membaca sendiri cerita yang dapat memberikan kepadanya sesuatu untuk dipelajari. Hal nilah yang dapat diperoleh dari keberadaan aneka buku tentang cerita anak ini.

 

Tentu saja di dalam cerita tersebut terkandung makna yang ingin disampaikan oleh si penulis kepada anak sebagai pembacanya. Dan bisa saja makna tersebut mengenai nilai dalam kehidupan yang secara ringan dapat diselipkan dalam kehidupan anak hanya melalui kegiatan membaca ini.

 

Dan hal ini akan menjadi hal yang menyenangkan bagi diri si anak. Karena memang ia akan dihadapkan dengan sebuah buku yang tentunya menarik. Sebab keberadaan buku untuk anak didesain dengan lebih menarik dan berbeda dengan kebanyakan buku bagi orang dewasa.

 

Dengan adanya buku yan menarik bagi mereka, hal ini sudah dapat memberikan nilai positif. Lalu anak sudah memiliki ketertarikan sehingga nantinya mudah untuk menanamkan apa yang terkandung di dalam buku tersebut.

 

Syarat dan Contoh Cerita Anak

 

Berdasarkan hal tersebut, maka ternyata buku cerita anak tidak dibuat dengan asal-asalan saja, tapi harus memenuhi beberapa syarat, yang bila disimpulkan adalah sebagai berikut :

 

1. Cerita anak harus bersifat menghibur, untuk memberikan hiburan kepada anak. Jiwa anak-anak masih sangat polos dan belum banyak untuk mengetahui hal yang terlalu rumit maka yang diberikan kepada anak haruslah yang bersifat ringan.

 

Walaupun ada hal atau makna yang akan disampaikan maka hal tersebut haruslah disampaikan dengan gaya bahasa dan tulisan yang menghibur. Sehingga mudah diterima oleh anak tanpa anak harus berpikir dengan keras untuk dapat memahaminya.

 

2. Cerita anak hendaknya bersifat mendidik, yang berisi perilaku-perilaku standar yang menekankan pada aspek intelektual, misalnya pengertian, pengetahuan, ketrampilan berpikir serta pengetahuan.

 

Inilah hal yang sejatinya menjadi hal utama yang dapat diperoleh dari keberadaan buku cerita anak. Ada hal yang ingin disampaikan kepada anak. Namun dilakukan dengan sangat ringan seakan bukan melakukan sebuah proses pengajaran. Hal ini dilakukan dengan menyenangkan dan membuat hati si anak senang pula. Dengan ini akan lebih mudah untuk memberikan penanaman ide atau nilai ini kepada anak.

 

3. Cerita anak harus menggunakan bahasa kanak-kanak yang dapat dimengerti oleh seorang anak. Dengan maksud merangsang kemampuan kognitif anak, atau kemampuan menyerap bahasa yang sangat dibutuhkan oleh anak.

 

Hal ini juga harus dapat diperhatikan oleh si pembuat buku ataupun orang tua. Dengan bahasa yang menyenangkan maka anak pun akan lebih mudah untuk memahami isi dari cerita tersebut.

 

Pada saat ini, kebanyakan buku cerita anak dilengkapi dengan aneka gambar yang menarik. Dengan keberadaan gambar ini dinilai buku akan menjadi lebih menarik dan menyenangkan bagi si anak.

 

Anak tidak hanya melihat banyaknya kata atau tulisan yang ada di sana. Namun anak masih dapat menimati banyaknya gambar yang disesuaikan dengan cerita anak. Maka hal ini akan menjadi lebih meyenangkan bagi anak dan merangsang rasa ketertarikan dalam diri si anak.

 

4. Cerita anak harus mempertimbangkan faktor kejiwaan dan psikologis anak. Maksudnya menjauhkan dari cerita-cerita bermuatan sarkasme, sinisme, sadism dan jelas harus ramah anak. Meskipun dibalut dengan bahasa yang halus sekalipun.

 

Anak ibarat selembar kertas yang putih, kitalah orang tua yang akan menuliskan apapun di atas kertas putih itu. Untuk itulah orang tua yang memiliki peran yang sangat besar untuk menentukan apa yang akan diberikan kepada si anak.

 

Karena apa yang dilihat atau diketahui oleh si anak maka itulah yang dianggap benar dan itulah yang akan ditiru oleh si anak. Maka dari itu, orang tua haruslah dapat memilih dan memilah buku bacaan apa yang akan diberikan kepada si anak. Terutama mengenai isi dari cerita tersebut.

 

Orang tua harus terlebih dahulu memahami dan mengetahui isinya , baru diberikan kepada anaknay. Hal ini untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan dimana buku cerita tersebut dapat mengandung hal-hal yang tak seharusnya atau belum waktunya diberikan kepada anak pada usia meraka.

 

Buku cerita anak yang sesuai dengan syarat-syarat yang ditetapkan tersebut, misalnya :

 

1. Akhirnya Kebahagiaan Datang Juga karya Suryo Handono, terbitan tahun 1993. Buku cerita anak ini bersifat menghibur anak.

 

2. Anak Kecil Yang Menjadi Kera karya Alma Evita Almanar, terbitan tahun 2002. Adalah buku cerita anak yang bersifat mendidik.

 

3. Cobaan Bagi Sang Raja karya Suryo Handoko, terbitan tahun 1996. Buku cerita anak yang memiliki bahasa yang ramah anak dan mudah dipahami oleh kanak-kanak.

 

4. Dua Yatim Nestapa dari Lio karya Abdul Rozak Zaidan tahun 1996. Buku cerita anak yang mempertimbangkan pada masalah kejiwaan anak.

 

Jenis-jenis Buku Cerita Anak

 

Beberapa jenis cerita anak yang beredar di pasaran memiliki banyak jenis. Dalam syarat penulisan cerita anak telah disebutkan tentang empat syarat. Namun dalam pengemasan fisik bukunya, Anda dapat menemukan bebeapa jenis buku cerita anak, yakni sebagai berikut :

 

1. Cerita anak bergambar. Buku inilah yang paling banyak beredar di pasaran. Karena memang anak lebih menyuukai buku yang tak sekedar berisi tulisan saja namun juga disertai dengan aneka gambar yang menarik.

 

2. Cerita anak berbahasa Inggris. Hal ini karena banyak dipahami bahwa bahasa Inggris akan memiliki banyak kegunaan bagi si anak dimana bahasa Inggris adalah bahasa Internasional. Maka dari itu, sejak dini anak sudah dikenalkan dengan baasa Inggris ini untuk mempermudahnya menguasai bahasa asing ini.

 

3. Cerita anak dalam buku mewarnai. Di dalam buku menawrnai ini tentunya ada banyak gambar yang menarik. Selain anak dapat melihat gambar yang ada, anak juga dapat menorehkan aneka warna di atas gambar yang ada.

 

Hal ini juga dapat digunakan oleh orang tua untuk melatih sistem motorik halus pada anak. Motorik halus ini sangat berfungsi untuk sifat telaten dan sabar dalam diri anak ketika mengerjakan suatu hal.

 

Pada awalnya mungkin anak hanya akan membuat coretan berupa garis yang masih tak bermakna di dalam gambar tersebut. Namun lambat laun anak pasti sudah terbiasa dengan kegiatan mewarna ini dan dapat menghasilkan bentuk yang lebih baik sesuai dengan apa yang ada di dalam gambar tersebut.

 

4. Cerita pendek anak tunggal. Buku ini mungkin sudah sangat tepat diberikan kepada anak yang sudah dapat membaqca dengan sendirinya. Ataupun kalau anak masih belum menguasai hal ini, orang tua dapat membacakan isi cerita kepada si anak.

 

5. Cerita anak dalam buku menggambar. Seperti yang telah disebutkan, adanya gambar di dalam buku akan menambah kesan menarik bagi si anak. Sehingga anak lebih menyukai buku  tersebut dan juga isinya.

 

6. Cerita anak dalam buku bernyanyi. Menyanyi memang akan menjadi kegiatan yang menyenangkan bagi si anak. Dengan menyanyi ini anakpun juga dapat diberikan hal-hal seperti nilai ataupun ide yang ingin ditanamkan kepada jiwa si anak.

 

Pesan utama dari Sekretaris Jenderal Komisi Nasional Perlindungan Anak Indonesia – Artist Merdeka Sirait adalah supaya para penerbit dan penulis buku anak-anak, memberikan contoh cerita anak yang harus mempertimbangkan kemampuan emosi dan berpikir anak. Bukan cerita dalam kemasan anak-anak namun bermuatan untuk konsumsi orang dewasa.

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Putri Mandalika; Dongeng Nusantara Yang Terlupakan
  • Kumpulan Cerita Anak Islam Sebelum Tidur
  • Dongeng Nyi Roro Kidul, Mitos atau Nyata?
  • Mengarang Cerita untuk Anak
  • Membaca Ulang Dongeng Rakyat Sunda - ANNEAHIRA.COM
  • Majalah Bobo Teman Bermain dan Belajar Anak
  • Dongeng Legenda Indonesia
  • Kumpulan Cerita Anak Bergambar
  • Dongeng Mitos dan Manfaatnya untuk Anak
  • Cerita Naruto Shippuden, Buka Semua Rahasia
  • Apakah Sindrom Down Itu?
  • Bacakan Cerita Kepada Anak Untuk Memberi Petuah Kebaikan
  • Membacakan Buku Cerita Anak Muslim
  • Manfaat Dongeng Lucu Bagi Anak
  • Dongeng Lutung Kasarung Versi Baru
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA