logo anne ahira
Cari Artikel:  
Siapa Anne Ahira
Asian Brain Support

AnneAhira.com    Referensi    Ilmu Sosial    Ilmu Sastra    Contoh Karya Sastra

Contoh Karya Sastra: Cantik Itu Luka

Oleh: AnneAhira.com Content Team

Berikut adalah salah satu contoh karya sastra berbentuk novel berjudul Cantik Itu Luka. Sebagai sebuah novel, Cantik Itu Luka cukup menarik untuk dibahas. Novel yang ditulis Eka Kurniawan ini memandang kecantikan dari sudut yang berbeda. Siapa pun pasti menganggap kecantikan adalah sebuah anugerah sang pencipta. Dan, setiap perempuan pasti ingin terlahir cantik luar biasa. Namun, dalam novel ini ada seorang tokoh yang bernama Dewi Ayu. Sebagai tokoh utama, dia digambarkan penuh paradoks. Dia menganggap kecantikan yang dimilikinya adalah sebuah petaka, sebuah kutukan Tuhan. Dia tidak pernah menganggap bahwa kecantikan adalah sebuah anugerah. Justru kecantikan seorang perempuan adalah musibah.

Betapa tidak, Dewi Ayu yang mempunyai kecantikan laksana bidadari itu memacu berahi setiap laki-laki. Dan, dia dipaksa menjadi pelacur pada usia empat belas tahun. Dia harus melayani berbagai macam etnis dan karakter laki-laki setiap malamnya. Akhirnya, dia sadar bahwa kecantikan yang dimilikinya hanya untuk dinikmati laki-laki. Dia menjadi pelacur pada usia yang keenam puluh tahun.

Sebelum mati, dia sempat melahirkan. Aneh juga seorang perempuan tua berusia enam puluh tahun masih bisa hamil dan melahirkan. Saat bayi itu masih dalam kandungan, Dewi Ayu tidak menginginkannya. Dia sadar bahwa kecantikan surgawinya akan menurun kepada anaknya. Jika anaknya cantik, dia akan menjadi objek seks laki-laki atau menjadi pelacur seperti dirinya dan ketiga anaknya dulu.

Dewi ayu sempat melahirkan bayi perempuan sewaktu muda. Anak itu sangat cantik seperti bidadari. Namun, ketika dewasa anak itu menjadi pelacur seperti dirinya karena mereka sadar akan kecantikan yang bisa mereka jual. Atas kesadaran semacam itulah Dewi Ayu menganggap kecantikan hanyalah sebuah petaka untuk kaum hawa.

Anak yang sedang dikandung pada usia enam puluh tahun ini tidak ingin dilahirkannya. Dia banyak minum parasetamol dan air soda agar janin yang dikandungnya cepat mati. Namun, tetap saja janin itu tumbuh dalam rahimnya. Bahkan, ketika dia makan berkilo-kilo nanas muda untuk menggugurkannya, janin itu tetap hidup dalam perutnya. Dewi Ayu sempat mengorek kemaluannya dengan ranting agar bayi itu mati. Tapi, perjuangannya sia-sia. Bayi itu ingin dilahirkan ke dunia.

Akhirnya Dewi Ayu menyerah pada nasibnya. Dia akan melahirkan bayi itu. Dengan satu syarat, bayi itu akan tidak akan terlahir cantik, tetapi terlahir buruk rupa. Maka, tiap hari ia mengutuki bayi itu. ketika dia pergi ke kakus, dia melihat seonggok tahi. Dia ingin bayi yang dikandungnya seperti seonggok tahi. Dia melihat colokan listrik. Dia ingin hidung bayinya seperti colokan listrik. Dia mengutuki tiap saat janinnya itu.

Bayi itu akhirnya lahir juga dengan keadaan apa yang dia inginkan. Dia bangga dengan bayinya. Dia memberi nama bayinya si cantik. Bayi terlahir dengan wajah yang sangat buruk dengan kulit yang hitam seperti kena luka bakar. Bahkan, bayi itu sangat mengerikan untuk dilihat, sama mengerikannya seperti nereka. Dukun beranak yang membantu persalinannya berkata, “Dunia akan menjahatinya tanpa ampun.”

Setelah melahirkan bayi itu, Dewi Ayu ingin mati. Dia membungkus dirinya dengan kain kafan dan tidur di keranda mayat sendiri menunggu kematian dengan kesabaran yang agung. Akhirnya, Dewi Ayu mati setelah menunggu mati selama seminggu.

Dia bangkit kembali setelah 21 tahun terkubur. Dia ingin melihat keadaan anaknya yang buruk rupa. Seperti apa dunia memperlakukan perempuan jelek. Apa bedanya antara cantik seperti bidadari dan buruk rupa seperti iblis. Akankah laki-laki memperlakukan hal yang sama. Jawabannya ada dalam novel Cantik Itu Luka yang surealis, menggelitik, dan penuh paradoks.

Tolong SHARE
artikel ini
Share
Share
Nama:
Email:
Komentar:
    
Catatan : Gunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, jangan menggunakan terlalu banyak singkatan seperti SMS. Setiap komentar memerlukan persetujuan moderator.

Anne Ahira - Asian Brain on Facebook
Artikel Terkait
  • Contoh Drama Sebagai Rujukan Praktik
  • Contoh Esai Sastra: Kemat Jaran Guyang
  • Kreativitas dalam Dialog Drama Sekolah
  • Resensi Novel Dealova
  • Memahami Karya Sastra Lewat Teori Sastra
  • Mengenal Karya Sastra Lama Indonesia
  • Psikologi Sastra: Sebuah Pengantar
Share

facebook

Twitter

Linkedin


Beranda | Kontak Kami | Privacy | Artikel Sitemap | Sitemap | RSS Feeds | Bisnis Online

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA