logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Referensi    Karya Ilmiah    Penulisan Karya Ilmiah

Contoh Karya Tulis dan Tahap Penulisan Skripsi


Ilustrasi contoh karya tulis

Sebelum memulai membuat sebuah karya tulis, ada baiknya seorang siswa atau mahasiswa melihat terlebih dahulu contoh karya tulis. Bukan untuk dicontek, melainkan untuk melihat gambaran apa saja yang harus dikerjakan dalam penyususnan atau penulisan karya ilmiah.

Penelitain yang fresh memang lebih memiliki manfaat dan kepuasan tersendiri bagi penulisnya dan masyarakat luas, namun tingkat kesukarannya pun tentulah sangat tinggi. Berbeda dengan penulisan yang sebelumnya sudah memiliki contoh karya tulisnya. Selain pengerjaannya lebih mudah, penelitian pun akan lebih berkembang karena si penyusun tentu akan menambahkan penelitian yang belum dilakukan pada contoh karya tulis yang diajadikannya referensi.

Penulisan karya tulis ilmiah dengan berdasar kepada contoh karya tulis ilmiah yang sudah ada, biasanya akan lebih sempurna karena memiliki kecenderungan untuk salah yang sangat minimal. Namun, dalam hal ini, bukan berarti si peneliti bisa asal-asalan dalam menuliskan penelitiannya.

Peneliti tentu tidak mau menanggung malu jika penelitian yang dilakukannya menghasilkan karya tulis yang setara dengan contoh karya tulis yang pernah dibuat, apalagi jika hasil penelitiannyaitu justru tidak lebih baik dari contoh karya tulisyang sudah ada.

Berdasarkan gambaran tersebut, bagi Anda para peneliti baru yang hendak melakukan penulisan karya ilmiah, ada baiknya memiliki sebuah contoh karya tulis dan memerhatikan standard penulisan karya ilmiah guna mendapatkan hasil penelitian yang sempurna dan sangat memuaskan.

Standar bagaimana maksudnya? Begini, dalam menulis karya tulis ilmiah, para peneliti diwajibkan untuk memerhatikan standard penulisan yang berlaku. Lihat contoh karya tulis yang sudah Anda miliki. apakah penulisannya bebas seperti saat Anda membuat prosa atau surat? Tidak, bukan? ya, dalam menulis karya tulis, baik itu beupa makalah, tugas akhir maupun skripsi haruslah mengikuti standard yang telah ditentukan.

Untuk melihat bagaimana standard penulisan karya tulis, coba Anda perhatikan hierarki atau susunan penulisan tiap bab dan subbab yang terdapat pada contoh karya tulis yang Anda miliki. Susunannya berbeda, bukan. Nah, untuk memudahkan Anda membuat sebuah karya tulis yang sempurna, berikut penulis hadirkan standard penulisan skripsi yang baik agar menghasilkan penelitian yang sempurna dan jauh lebih baik dari contoh karya tulis yang pernah Anda baca..

Contoh karya tulis yang penulis gunakan dalam artikel ini adalah standard penulisan skripsi. Skripsi adalah salah satu contoh karya tulis ilmiah yang ditulis mahasiswa program S1, sebagai syarat kelulusan. Penulisan skripsi tidak dikerjakan secara borongan, pada umumnya dilakukan setahap demi setahap. Dimulai dari perencanaan sampai pada penulisan akhir.

Pengerjaan skripsi yang dilakukan setahap demi setahap akan memudahkan pengontrolan. Jika terjadi kesalahan tidak akan melampaui bab, maksudnya jika terjadi kesalahan pada bab pertama, akan memudahkan untuk mengerjakan pada bab berikutnya, tapi jika dikerjakan borongan kesalahan bab pertama, berarti bab selanjutnya-pun akan mengalami revisi.

Penulisan karya ilmiah yang dilakukan secara bertahap lebih menghemat tenaga, energi, dan dana tentunya. Proses penulisan secara bertahap ini memungkinkan ide akan terjaga dengan baik dan bisa dikembangkan. Bagaimana Tahapan penulisan skripsi yang baik yang sesuai dengan contoh karya tulis? Berikut adalah uraiannya.

Contoh Karya Tulis - Penulisan dan Pengajuan Bab I

Pada penulisan Bab I terdiri atas:

1. Latar Belakang Masalah dalam Contoh Karya Tulis

Biasanya mahasiswa bingung menulis latar belakang masalah, darimana mulai menulis. Dalam Bab pertama kita menguraikan mengapa memilih masalah yang hendak diteliti. Pada latar belakang juga dituliskan teori yang mendukung ataupun teori yang membantah tentang masalah yang dipilih. Jika perlu dukung dengan data baik data primer maupun data sekunder.

Pada subbab ini juga penulis bisa menyertakan beberapa hal yang berhubungan dengan objek kajian yang diteliti. Misalnya saja, perkembangan dan pengaruh yang didapatkan oleh masyarakat dengan adanya objek tersebut. Atau mungkin juga dampak buruk dan baiknya objek tersebut terhadap kehidupan masyarakat Indonesia.

2. Perumusan Masalah dalam Contoh Karya Tulis

Setelah selesai mengerjakan latar belakang masalah, buatlah Kalimat Tanya untuk rumusan masalah.

Perumusan masalah ini perlu dituliskan dalam karya tulis karena menyangkut baik dan buruknya objek yang diteliti oleh penulis. Permasalahan itulah yang nantinya akan dibahas sehingga menemukan permasalahan baru atau justru solusi yang selama ini belum ditemukan dalam penelitian lainnya.

Penulisan perumusan masalah ini biasanya dibuat dalam bentuk poin agar pembaca lebih memahami masalah beserta batasan yang akan dikaji dalam karya tulis yang disusun oleh penulis.

3. Tujuan Penelitian dalam Contoh Karya Tulis

Di dalam bab satu juga dirumusakan mengenai tujuan masalah, tujuan penelitian harus sama dengan rumusan penelitian. Kesalahan mahasiswa ketika menulis tujuan masalah selalu tidak relevan dengan rumusan masalah.

Tujuan masalah yang ditulis di dalam contoh karya tulis berbentuk skripsi biasanya dihasilkan dari perumusan masalah karena tujuan penelitian adalah membenahi, menangani, bahkan mencari solusi atas masalah yang dikemukakan oleh penulis. oleh sebab itulah tujuan penelitian juga biasanya dibuat berupa poin-poin yang sejalan dengan perumusan masalah.

4. Hipotesis dalam Contoh Karya Tulis

Untuk mempermudah menjawab permasalahan penelitian yang telah dikembangkan. Namun, tidak semua penelitian memakai hipotesis, contohnya penelitian deskritif/ pada penelitian kualitatif

5. Kegunaan Penelitian dalam Contoh Karya Tulis

Dalam penggunaan penelitian, tulisalah apa sumbangannya kepada lembaga pendidikan, akademik, masyarakat, mahasiswa lain, dan bagi Anda sendiri.

6. Ruang Lingkup Batasan Masalah dalam Contoh Karya Tulis

Perlunya pembatasan masalah agar pembahasan yang diteliti tidak terlalu melebar. Penelitian yang baik adalah penelitian yang sempit namun pembahasannya mendalam.

7. Metode Penelitian dalam Contoh Karya Tulis

Menjelaskan cara pelaksanaan kegiatan penelitian, mencangkup cara pengumpulan data, alat yang digunakan dan cara analisis data.

8. Sistematika Penulisan/ Operasional Variabel dalam Contoh Karya Tulis

Memberikan gambaran umum dari bab ke bab isi dari penulisan skrpsi. Jika penulisan bab I sudah selesai, diskusikan dengan pembimbing dan buatlah janji sesuai dengan jadwal yang sudah disepakati untuk bimbingan bab II

Contoh Karya Tulis - Penulisan dan Pengajuan Bab II

Sebelum menulis bab II, diusahakan Anda sudah membaca berbagai macam literatur. Literatur bisa didapat dari berbagai macam sumber. Bisa dari buku, jurnal penelitian, skripsi, tesis, dan sumber-sumber lain berasal dari bacaan.

Bab II berisi mengenai teori-teori yang berkaitan dengann penelitian. Teori yang dimaksud adalah teori yang menunjang penelitian. Suatu penelitian, baik skripsi, tesis maupun desertasi secara ideal apabila ditunjang oleh data primer, yaitu hasil-hasil penelitian sebelumnya dalam jurnal penelitian ataupun hasil penelitian lainnya. Boleh saja menggunakan data sekunder, yaitu literatur dari buku, teks dan sumber terbitan lainnya.

Contoh Karya Tulis -  Penulisan dan Pengajuan Bab III

Penulisan bab III sama halnya dengan penulisan bab I dan bab II. Perbedaannya pada kajian tiap bab. Pada bab I Anda menguraikan bagaimana rancangan yang digunakan, “Kapan penelitian dilakukan dan di mana tempatnya”, bahan dan metode apa yang digunakan, berapa populasi dan sampel yang digunakan, bagaimana prosedur penelitiannya dan pengumpulan datanya, serta analisis datanya menggunakan apa.

Pada bab III masuk ke pembahasan profil atau seputar objek yang diteliti. Misalkan Anda meneliti tingkat etos kerja pada satu perusahaan. Profil perusahaan masuk ke dalam bab III

Contoh Karya Tulis - Penulisan dan Pengajuan Bab IV

Bab VI adalah pembahasan. Dalam menulis pembahasan harus didukung oleh teori, bisa berupa teori yang menunjang ataupun teori yang membantah hasil penelitian Anda. Jika sudah masuk bimbingan bab VI, sertakan bab I, II, III. Karena yang dibahas di bab VI berhubungan dengan bab sebelumnya.

Contoh Karya Tulis - Pembahasan dan Pengajuan Bab V

Dalam bab V ada dua uraian, yaitu Kesimpulan dan Saran.
Kesimpulan penelitian lebih bersifat konseptual dan harus terkait langsung dengan perumusan masalah, tujuan penelitian (pada bab I). Sedangkan saran harus bersumber dari temuan penelitian, pembahasan dan kesimpulan. Saran yang baik bersifat rinci dan operasional. Saran biasanya bersifat anjuran untuk penelitan lanjutan.

Sesudah selesai semua bab, bagian akhir (daftar pustaka dan lampiran) Anda tinggal mempersiapkan diri untuk memasuki sidang skripsi.

Nah, itulah contoh karya tulis dan standard penulisannya yang baik. Semoga bermanfaat.

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Teknik Penulisan Makalah yang Baik
  • Metode Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif serta Perbedaannya
  • Kamus Bahasa - Modal Penting Penerjemah
  • Menentukan Awal Kerangka Penelitian
  • Cara Menulis Daftar Pustaka dari Berbagai Sumber
  • Bengkel Hati - Mereparasi Hati yang Sedang Sakit
  • Laporan Kegiatan
  • Contoh Latar Belakang Penelitian Karya Sastra
  • Metodologi Penelitian Kualitatif
  • Belajar Membuat Contoh Artikel Bagi Penulis Pemula
  • Sampel dalam Metode Penelitian Kuantitatif
  • Kerangka Laporan Penelitian Sosial
  • Penulisan Karya Tulis Sebagai Kebiasaan
  • Pengertian Riset dan Karya Ilmiah
  • Cara Membuat Ringkasan Isi Buku
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA