Contoh Khutbah Jumat Tentang Pola Hidup Sederhana
Ilustrasi contoh khutbah jumat
Berikut ini adalah salah satu contoh khutbah jumat yang bisa disampaikan:
Alhamdulillahi nahmaduhu wa nasta'inuhu wa nastaghfiruhu, wa na'udzu billahi min syuruuri anfusinaa wa min sayyiati a'malinaa. Man yahdillahu fahuwal muhtadi wa man yudlil falan tajidalahu waliyyan mursyidan. Asyhadu allaa ilaaha illallahu wa asyhadu anna Muhammad Rasulullah.
Jemaah Sidang Jumat Rahimakumullah
Dalam kesempatan khutbah ini pertama kali khatib mengajak kepada hadirin ahli jum'ah, marilah kita tingkatkan iman dan taqwa kepada Allah, yakni dengan meningkatkan berbagai amal shaleh sebagaimana yang diperintah-Nya, serta berusaha menjauhkan diri dari cengkraman nafsu syaitaniyah sebagaimana yang dilarang Allah Swt.
Di dalam menghadapi kehidupan dengan berbagai persoalannya, kita hendaklah berpegang pada ajaran-ajaran agama yang memang benar-benar telah disediakan untuk membentengi hati dan akidah kita dari kesesatan.
Kita hendaknya menyadari pula bahwa harta benda, kedudukan dan kesempatan yang kita miliki semua ini adalah amanat Allah yang wajib kita pelihara dan kita tunaikan. Sehingga dengan kesadaran inilah kita tidak terpukau oleh kemewahan dunia, sebaliknya kita pun selalu mensyukurinya. Syukur dalam artian yang benar, yakni dapat menggunakan kenikmatan-kenikmatan itu pada tempatnya sesuai dengan apa yang dikehendaki Allah Swt.
Pengaruh rasa syukur inilah yang menumbuhkan sikap jiwa yang tenang, tidak serakah, suka hidup bersahaja dan sederhana. Itulah sikap hidup muslim yang baik. Firman Allah Swt:
"Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu: "Jika kamu sekalian mengingini kehidupan dunia dan perhiasannya, maka marilah supaya kuberikan kepadamu mut'ah dan aku ceraikan kamu dengan cara yang baik". (QS. Al-Ahzab:28)
Berdasarkan ayat ini, maka jelaslah bahwa pola hidup sederhana merupakan anjuran dalam Islam, sehingga suatu perceraian suami istri dapat terjadi karena sang istri terlalu menuntut kemewahan dalam hidup.
Jamaah Sidang Jumat Rahimakumullah
Pola hidup yang paling baik adalah hidup sederhana. Sedang hidup mewah dan serba berlebihan maupun hidup miskin yang serba kekurangan, keduanya mengandung keburukan yang merugikan manusia.
Hidup dalam kemewahan dan serba berlebihan akan mengakibatkan hal-hal sebagai berikut :
- Berkurangnya rasa syukur kepada Tuhan, karena apabila telah terbiasa hidup mewah akan meremehkan yang menurut anggapannya kurang berarti.
- Kemewahan mudah menuju kearah pemborosan harta. Hidup mewah cenderung kearah penghamburan harta yang tak ada nilai sosialnya sama sekali.
- Kemewahan cenderung dapat menumpulkan perasaan, artinya perasaan menjadi tidak peka terhadap kepentingan orang lain, karena orang yang hidup mewah biasanya suka mementingkan dirinya sendiri.
- Kemewahan dapat menuju kearah kesombongan yang tidak disukai Allah dan dibenci manusia
- Orang biasa hidup mewah tidak akan tahan mengalami hidup menderita kemiskinan walaupun sekejap.
Sebaliknya hidup yang miskin dan serba kekurangan mengandung dampak negatif yang tidak kurang pula bahayanya, terutama akan mengganggu ketenangan jiwa. Diantara akibat buruk dari kemiskinan adalah sebagai berikut:
- Kemiskinan dapat menimbulkan sikap frustasi dan apatis. Keinginan dan kebutuhan orang miskin yang tak kunjung terpenuhi menimbulkan kekecewaan. Dan kekecewaan yang terus menerus merupakan suatu frustasi dalam hidup, yang akhirnya dapat melemahkan semangat bekerja dan bersikap apatis.
- Kemiskinan dapat menimbulkan rasa iri hati terhadap orang lain yang kaya. Iri hati biasanya diikuti dengan rasa benci, dan baik iri hati maupun benci keduanya akan mengganggu ketenangan jiwa.
- Ditinjau dari segi lain, kemiskinan dapat mendekatkan manusia kepada kekafiran. Itulah sebabnya Rasulullah Saw bersabda : "Kefakiran itu hampir kepada kekafiran ".
Jamaah Sidang Jumat Rahimakumullah
Ajaran Islam memberi petunjuk agar kita hidup sederhana dalam segala hal, baik ucapan, berpakaian dan sederhana dalam sikap dan perilaku. Allah Swt berfirman :
"Dan sederhanakanlah kamu dalam berjalan, dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai". (QS. Luqman : 19)
Pada ayat di atas Allah Swt memberikan tuntunan bagaimana caranya melangkah dan bersuara, karena kedua perbuatan itu paling nampak dan paling menonjol. Namun kiranya maksud ayat tersebut tidak terbatas pada langkah dan suara secara lahir, tapi juga dalam arti yang luas. Dalam segala hal hendaknya kita bersikap wajar, tidak berlebihan.
Kepada orang yang kaya diperintahkan dermawan, suka menolong dan mengasihi yang miskin. Kepada yang miskin diperintahkan agar mau bekerja keras dan sabar. Baik kepada yang kaya maupun yang miskin agama tetap menganjurkan agar hidup sedehana dan hemat.
Bagi yang kaya, hidup sederhana dan hemat adalah untuk menghindarkan sifat boros dan untuk menolong yang membutuhkan. Bagi yang miskin, hidup sederhana dan hemat adalah untuk modal awal dalam mengubah nasibnya. Apabila yang kaya hidup mewah dan berfoya-foya, maka mereka tidak akan mampu merasakannya pahit getirnya hidup miskin. Lama kelamaan orang miskin merasa benci dan muak melihat tingkah laku yang kaya, sehingga akibatnya masyarakat tidak stabil.
Oleh karena itu, melalui mimbar ini kami mengajak kepada saudara kita yang diberi nikmat harta kekayaan, agar mau menyisihkan sebagian dari kekayaannya untuk membantu fakir miskin yang membutuhkan juga kegiatan sosial lainnya. Sebab pada dasarnya menafkahkan harta untuk kepentingan agama Allah adalah sama halnya dengan melipatgandakan hartanya sendiri.
Dan sudah menjadi sunnah Allah barangsiapa yang akan menanam kebaikan tentu akan menuai kebaikan, dan sebaliknya barangsiapa yang menanam keburukan tentu akan mendapat hasilnya berupa kerugian. Sebagaiman firman Allah Swt :
"Dan harta yang kamu sumbangkan adalah untuk dirimu sendiri ". (QS. Al-Baqarah:272)
Banyak sekali hikmah yang terkandung dalam sedekah. Beberapa hikmah sedekah yang bisa dijadikan sandaran untuk meningkatkan sedekah kita sebagai berikut :
- Sedekah dapat membersihkan diri dan harta yang miliki, terutama dosa-dosa yang bersemayam dalam diri kita.
- Memperpanjang umur. Kematian adalah hak Allah Swt. Justru itu, memajukan dan memundurkan kematian adalah hak Allah Swt. Dan Allah memberitahu lewat kalam Rasul-Nya, Muhammad Saw bahwa sedekah itu bisa memanjangkan umur. Jadi, bila disebut bahwa ada sesuatu yang bisa menunda kematian, maka itu adalah sedekah.
Jamaah Sidang Jumat Rahimakumullah
Jadi jelaslah bahwa hidup sederhana adalah merupakan salah satu sifat kepribadian yang terpuji. Sifat ini harus dimiliki oleh setiap orang Islam. Sebaliknya, tidak bersifat sombong dan angkuh, karena sifat-sifat tercela tersebut adalah amalan syaitan, yang akan meluncurkan derajat manusia lebih rendah dari derajat binatang.
"Dan apakah mereka tidak memperhatikan bahwa sesungguhnya Allah melapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendaki-Nya dan Dia (pula) yang menyempitkan (rezeki) itu. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang beriman". (QS. Ar-Ruum:37)
Baarakallahu lii walakum bil qur'anil 'adzim wa nafa'anii wa iyyakum bil ayaati wa dzikril hakim. Wa taqabbala minni waminkum tilawatahu innahu huwas sami'ul 'alimm. Wa qul rabbighfir warham wa anta khairur rahiminn.

