logo anne ahira
Cari Artikel:  
Siapa Anne Ahira
Asian Brain Support

AnneAhira.com    Referensi    Ilmu Sosial    Artikel Umum Ilmu Sosial    Contoh Komunikasi

Komunikasi Verbal dan Non Verbal

Oleh: AnneAhira.com Content Team

Manusia adalah makhluk sosial. Sehingga interaksi antarsesama telah menjadi kebutuhan pokok manusia dalam hidup mereka. Berkomunikasi adalah sebuah bagian tak terpisahkan dari interaksi sosial ini. Lalu, apa itu komunikasi sendiri?

Istilah komunikasi sendiri berasal dari kata Latin Communicare atau Communis yang berarti untuk berbagi, membagi keluar, berkomunikasi, menanamkan, menginformasikan, bergabung, bersatu, dan berpartisipasi dalam.

Jadi, dari asal katanya, diketahui bahwa komunikasi itu memerlukan pesan yang hendak dibagi, penyampai pesan dan objek pesan. 

Beberapa definisi komunikasi menurut pakar:

1. Komunikasi adalah situasi-situasi yang memungkinkan sumber mentransmisikan suatu pesan kepada seorang penerima dengan disadari untuk memengaruhi perilaku penerima (Gerald R. Miller).

2. Komunikasi adalah suatu proses yang membuat sama bagi dua orang atau lebih apa yang tadinya merupakan monopoli seseorang atau sejumlah orang (Alex Gode).

3. Komunikasi adalah pertukaran verbal pikiran atau gagasan (John B. Hoben).

4. Komunikasi adalah proses penciptaan makna antara dua orang (komunikator I dan komunikator II) atau lebih (Tubbs dan Moss). 

5. Komunikasi adalah transmisi informasi (Bernard Berelson dan Gary Steiner).

Jenis Komunikasi

Secara garis besar komunikasi di bagi menjadi dua, komunikasi verbal dan komunikasi nonverbal. 

Komunikasi Verbal

Komunikasi verbal disampaikan dengan bahasa verbal. Bahasa verbal menggunakan kata-kata yang mewakili berbagai aspek realitas individu. Aspek realitas ini meliputi bahasa asal, kebiasaan, tingkat pengetahuan dan intelejensia sampai aspek budaya.Komunikasi verbal adalah jenis komunikasi yang sehari-hari dilakukan manusia.

Namun, walaupun terbiasa berkomunikasi secara verbal, ternyata komunikasi verbal mempunyai keterbatasan. Keterbatasan itu disebabkan bahasa verbal yang digunakan oleh manusia untuk berkomunikasi memiliki keterbatasan pula.Keterbatasan pertama adalah keterbatasan bahasa itu sendiri.

Keterbatasan bahasa ini di antaranya meliputi:

1. Keterbatasan jumlah kata yang tersedia untuk mewakili objek.

Soal warna misalnya, telah diketahui bahwa mata kita dapat membedakan tujuh juta warna yang berbeda. Seharusnya kita memiliki tujuh juta kata untuk menyatakan setiap warna ini. Pada kenyataannya, kita hanya memiliki puluhan kata saja untuk menyatakan warna.

2. Kata-kata bersifat ambigu dan kontekstual.

Kata keras misalnya, pada minuman keras berarti minuman yang memabukkan sedangkan kata keras pada angin keras berarti kencang atau cepat.

3. Kata-kata mengandung bias budaya.

Bahasa sangat terikat oleh konteks budaya. Contoh sederhana, kata rice dalam bahasa Inggris bisa diterjemahkan menjadi tiga kata yang berlainan makna dalam bahasa indonesia, yaitu gabah, beras dan nasi.

Hal ini menunjukkan bahwa budaya Indonesia lebih menghargai benda ini sehingga memiliki kosakata yang lebih lengkap.

4. Pencampuradukan antara fakta, penafsiran dan penilaian.

Hal ini sering terjadi misalnya pada media gosip. Mereka lebih banyak menyajikan penafsiran dan penilaian dibandingkan dengan menyajikan fakta apa adanya.  

Komunikasi Non Verbal

Komunikasi non-verbal secara sederhana bisa diartikan sebaga semua isyarat yang bukan kata-kata. Komunikasi nonverbal meliputi:

1. Bahasa tubuh. Semua anggota tubuh seperti wajah, kepala, tangan, kaki dan bahkan seluruh tubuh bisa digunakan sebagai bahasa simbolik. Mengacungkan jempol contohnya, yang berarti "oke", "bagus", atau menyatakan persetujuan.

2. Sentuhan. Jabat tangan misalnya bisa berarti sebuah tanda bagi kesepakatan kedua belah pihak yang berkomunikasi.

3. Parabahasa. Parabahasa adalah aspek-aspek suara selain ucapan yang dapat dipahami. Contoh parabahasa misalnya, intensitas (volume) suara, intonasi, warna suara, siulan, siutan, tawa, tangis dll.

4. Penampilan fisik. Penampilan fisik bisa menjadi media penyampai pesan tak langsung. Ketika ke undangan pernikahan misalnya, kita akan berpakaian rapi sebagai rasa hormat kita pada pengundang.

5. Warna. Warna sering digunakan untuk menunjukkan emosi, cita rasa, keberpihakan politik bahkan keyakinan agama. Warna merah misalnya, sering digunakan sebagai simbol kemarahan dan protes.

Tolong SHARE
artikel ini
Share
Share
Nama:
Email:
Komentar:
    
Catatan : Gunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, jangan menggunakan terlalu banyak singkatan seperti SMS. Setiap komentar memerlukan persetujuan moderator.

Anne Ahira - Asian Brain on Facebook
Artikel Terkait
  • Strategi Pembelajaran - Strategi Mengajar
  • Ayah: Korban Kekerasan dalam Rumah Tangga Sesungguhnya
  • Filsafat Hukum Kaum Eksistensialis
  • Sejarah Agama Islam di Indonesia
  • Melongok Sejarah Hukum Diplomatik
  • 8 Fakta Menarik di Balik Perang Salib
  • Geografi: Satu Lagi Ilmu dari Masyarakat Yunani Kuno
Share

facebook

Twitter

Linkedin


Beranda | Kontak Kami | Privacy | Artikel Sitemap | Sitemap | RSS Feeds | Bisnis Online

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA